Kemenangan Hukum Kaley: Meta dan YouTube Dihukum Rp47 Miliar atas Dugaan Kecanduan Medsos

Di Pengadilan Los Angeles, juri memberikan putusan yang menjadi preseden penting. Gugatan Kaley, seorang perempuan berusia 20 tahun, diterima setelah menunjukkan bahwa platform media sosial seperti Instagram dan YouTube, yang dikendalikan Meta dan Google, secara sengaja dirancang untuk memicu adiksi sejak usia dini. Kaley diberi ganti rugi US$3 juta atau sekitar Rp47,3 miliar, dengan Meta menanggung 70% dan YouTube 30% dari jumlah tersebut.

Putusan Pengadilan

Kasus ini menyoroti dampak jangka panjang penggunaan media sosial sejak masa kanak-kanak. Kaley mengklaim platform tersebut merusak kesehatan mentalnya, termasuk menginduksi kecemasan, depresi, dan gangguan persepsi tubuh. Dalam kesaksiannya, ia menyebutkan bahwa mulai usia 6 tahun, ia menggunakan YouTube, sementara Instagram dimulai saat usia 9 tahun. Tidak ada pembatasan usia yang diterapkan.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya berhenti berinteraksi dengan keluarga karena menghabiskan seluruh waktu saya di media sosial,” ujar Kaley.

Kaley juga mengungkapkan kebiasaan mengedit wajah melalui filter Instagram sejak kecil, seperti memperkecil ukuran hidung dan memperbesar mata. Tim pengacara menegaskan bahwa fitur-fitur seperti infinite scroll dirancang sebagai “mesin kecanduan” yang memperparah adiksi. Data menunjukkan ia pernah menggunakan Instagram hingga 16 jam sehari.

Pernyataan Perusahaan

Meta dan Google mengajukan banding setelah putusan diumumkan. Meta menyatakan bahwa kesehatan mental remaja adalah isu kompleks yang tidak bisa disalahkan hanya pada satu aplikasi. “Kami akan terus membela diri sekuat tenaga karena setiap kasus memiliki konteks berbeda,” tulis pernyataan resmi mereka.

“Kasus ini salah memahami YouTube, yang merupakan platform streaming yang dibangun secara bertanggung jawab, bukan situs media sosial,” argumen juru bicara Google.

Putusan ini segera diikuti oleh kabar dari New Mexico, di mana juri juga menetapkan tanggung jawab Meta atas paparan materi seksual eksplisit pada anak-anak. Kemenangan Kaley dianggap sebagai tanda awal kekhawatiran masyarakat terhadap pengaruh media sosial. Mike Proulx, Direktur Riset Forrester, mengatakan sentimen negatif terhadap platform tersebut kini mencapai “titik didih”.

Kasus Kaley kini diharapkan membuka pintu bagi ratusan tuntutan serupa yang menunggu di pengadilan AS. Tim hukumnya menegaskan bahwa putusan ini menyampaikan pesan jelas: “Tidak ada perusahaan yang berada di atas hukum jika menyangkut keselamatan anak-anak kita.” (BBC/Z-2)