Rusia: Isu Palestina inti krisis Timur Tengah
Dalam pernyataan terbaru, Kementerian Luar Negeri Rusia meminta dunia internasional untuk tidak mengabaikan peran Palestina dalam situasi krisis yang terjadi di wilayah Timur Tengah. Penekanan ini dilakukan oleh Maria Zakharova, seorang pembicara resmi kementerian tersebut, pada Sabtu (11/4) saat situasi politik dan militer di daerah-daerah konflik semakin menghangat.
Zakharova menyatakan bahwa jika masalah utama Palestina diabaikan, maka akan tercipta siklus konflik yang terus berlanjut. Menurutnya, mengganti isu inti dengan solusi sementara atau menunda penyelesaiannya bisa memperburuk ketegangan dan menghambat proses perdamaian. “Isu Palestina adalah pilar utama dari krisis Timur Tengah,” tegasnya.
“Mengabaikan isu ini berisiko menyebabkan destabilisasi jangka panjang yang memengaruhi seluruh dunia,” kata Zakharova dalam pernyataannya.
Dalam konteks ini, Zakharova juga memperingatkan bahwa dinamika politik dan militer saat ini jangan sampai mengalihkan perhatian dari peran Palestina. Situasi di Jalur Gaza serta Tepi Barat, yang terus memburuk, dinilai mengurangi efektivitas upaya mencapai solusi dua negara.
Menurutnya, masalah Palestina harus tetap menjadi prioritas utama bagi komunitas internasional. Rusia berkomitmen untuk terus mendorong pendekatan politik dan diplomatik dalam menyelesaikan konflik tersebut, sebagai langkah strategis untuk menciptakan kestabilan di wilayah Timur Tengah.

