Pernyataan Trump Redam Gejolak Harga Minyak Dunia, Brent Turun ke Level US$98

Harga minyak mentah global mengalami penurunan tajam setelah sempat mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir. Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan konflik antara AS dan Iran bisa segera berakhir, menjadi penyebab utama dari koreksi ini. Sebelumnya, pasar global sempat kaget karena harga minyak Brent melebihi angka US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Bahkan, harga Brent pernah menyentuh level tertinggi sebesar US$119,50 dalam perdagangan Senin lalu, namun akhirnya ditutup dengan penurunan ke US$98,96 per barel. Dalam wawancara dengan CBS News, Trump menyatakan bahwa perang di Iran telah “sangat lengkap, hampir selesai”. Pernyataan tersebut langsung meredam kecemasan pasar.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kapal Mulai Bergerak Melalui Selat Hormuz

Trump juga mengungkapkan rencana untuk mengamankan jalur pasokan energi global. “Kapal-kapal mulai bergerak melalui Selat (Hormuz). Saya berpikir untuk mengambil alih kendali wilayah tersebut,” ujarnya. Wilayah ini menjadi jalur kritis yang digunakan sekitar 20% konsumsi minyak dunia.

“Kapal-kapal mulai bergerak melalui Selat (Hormuz). Saya berpikir untuk mengambil alih kendali wilayah tersebut,”

Langkah ini diambil setelah Selat Hormuz sebelumnya diklaim sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah oleh lembaga riset Rapidan Energy. Ketegangan di lapangan masih berlanjut, dengan produksi minyak Irak turun hingga 70% dan Kuwait serta Uni Emirat Arab memangkas pasokan karena keterbatasan ruang penyimpanan akibat hambatan distribusi di Selat Hormuz.

Kekhawatiran Iran Terhadap Ketidakstabilan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengingatkan bahwa kapal tanker tetap harus waspada. “Selama situasi belum aman, saya pikir semua tanker dan navigasi maritim harus sangat berhati-hati,” tambahnya kepada CNBC.

“Selama situasi belum aman, saya pikir semua tanker dan navigasi maritim harus sangat berhati-hati,”

Sebagai respons, para menteri energi negara-negara G7 dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada hari Selasa. Mereka akan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat secara bersama-sama untuk menjaga stabilitas pasokan global. Menteri Energi AS, Chris Wright, optimis lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan pulih setelah ancaman terhadap kapal tanker diatasi.

“Kita tidak lama lagi akan melihat dimulainya kembali lalu lintas kapal secara reguler melalui Selat Hormuz,”