Pemerintah Kota Surabaya Perluas Fasilitas Penampungan Sampah dengan Penambahan 1.800 Tongbin
Surabaya – Dalam upaya mengatasi masalah penumpukan sampah di area TPS, Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan tambahan 1.800 unit tongbin sebagai upaya pengelolaan limbah yang lebih efektif. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa kondisi tongbin di sejumlah TPS saat ini tergolong rusak, sehingga berdampak pada penurunan kapasitas penampungan sampah.
‘Kita menambah 1.800 unit tongbin karena sebagian besar yang tersedia saat ini mengalami kerusakan dan keretri,’ tutur Fikser.
Menurut Fikser, kerusakan ini menyebabkan pengurangan jumlah tongbin di beberapa TPS, yang menjadi penyebab utama penumpukan sampah. Ia menambahkan bahwa TPS yang semula memiliki 20 unit bin mengalami pengurangan hingga 10 unit. Rencananya, pengadaan ini akan rampung pada akhir bulan ini, tambahnya.
Fikser berharap penambahan ini bisa memulihkan kapasitas TPS serta meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah secara lebih terstruktur. Selain itu, DLH Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua TPS, khususnya yang berlokasi di jalan utama.
‘Di jalan utama terdapat 38 TPS yang memerlukan perhatian khusus karena rentan mengalami penumpukan. Solusinya adalah meningkatkan frekuensi pengambilan sampah,’ ujarnya.
Fikser menjelaskan bahwa frekuensi pengangkutan sampah di TPS tersebut akan ditingkatkan, terutama di area yang terbatas ruangannya. ‘Pak Wali Kota memerintahkan agar setiap TPS dilengkapi tongbin, dan setelah terisi penuh, tutup terlebih dahulu sebelum disemprot,’ jelas Fikser.
Dengan penambahan dan penyesuaian pengelolaan, DLH Surabaya berupaya mengoptimalkan kapasitas tempat penampungan sementara sekaligus mencegah penumpukan sampah yang memengaruhi kota. Evaluasi ini juga menargetkan perbaikan kondisi TPS secara menyeluruh untuk mendukung kebersihan lingkungan yang lebih baik.

