Kita Bersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: Gunung Dukono erupsi semburkan kolom abu setinggi 600 meter

Published 22/05/2026 · Updated 22/05/2026 · By Joko Purnama

Gunung Dukono Mengalami Erupsi dengan Kolom Abu yang Mencapai 600 Meter

Solution For - Dari Jakarta, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali memicu aktivitas vulkanik. Pada Jumat pagi, letusan gunung berapi ini menyemburkan kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak kawah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kejadian tersebut tercatat sejak pukul 06.09 Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan intensitas yang terus memantau pergerakannya.

Detail Erupsi dan Observasi Lapangan

Erupsi Dukono menyebarkan abu vulkanik yang tampak berwarna putih hingga kelabu, dengan tebal yang bervariasi. Kolom abu tersebut bergerak ke arah timur, dan tingginya mencapai ketinggian sekitar 1.687 meter di atas permukaan laut. Menurut Lana Saria, kejadian ini terlihat jelas melalui perangkat seismogram milik Pos Pengamatan Gunung Api Dukono. Selain itu, petugas di lapangan menyatakan bahwa aktivitas erupsi dan hembusan awan abu masih berlangsung saat laporan ini dibuat.

“Aktivitas vulkanik berupa letusan tersebut tercatat terjadi sejak pukul 06.09 WIT,” kata Lana Saria dalam keterangan di Jakarta.

Analisis Seismogram dan Dinamika Letusan

Badan Geologi mengungkap bahwa letusan Dukono terukir dalam data seismogram dengan amplitudo maksimum 13 milimeter. Durasi gempa letusan mencapai 69,55 detik, yang menunjukkan intensitas kejadian secara signifikan. Dukono, yang berada di wilayah Halmahera, dikenal sebagai gunung berapi yang aktif dan sering memicu erupsi. Hal ini memperkuat bahwa kawasan tersebut memerlukan pengawasan ketat terus-menerus.

Status Aktivitas dan Peringatan Darurat

Saat ini, Gunung Dukono berada pada status Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan bahwa risiko erupsi masih tinggi, sehingga masyarakat sekitar harus tetap waspada. Rekomendasi darurat yang dikeluarkan oleh Badan Geologi mencakup larangan melakukan aktivitas luar ruang, pendakian, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat letusan. Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Pelatihan dan Persiapan untuk Kebutuhan Darurat

Dukono juga mengalami letusan secara periodik, yang memungkinkan abu vulkanik menyebar ke berbagai arah tergantung pada kecepatan angin. Dengan kondisi ini, masyarakat diminta untuk selalu siap menghadapi potensi penyebaran abu yang tidak terduga. Badan Geologi mengingatkan warga setempat untuk menyediakan alat pelindung diri seperti masker dan penutup hidung serta mulut. Langkah tersebut penting untuk mencegah gangguan pada sistem pernapasan akibat partikel abu yang mengandung sulfur.

Dampak pada Lingkungan dan Komunitas Lokal

Erupsi Gunung Dukono tidak hanya berdampak pada area sekitar, tetapi juga bisa memengaruhi wilayah yang lebih luas. Abu vulkanik yang mengudara dapat menyebabkan penurunan visibilitas, kerusakan pertanian, serta gangguan pada ekosistem lokal. Para pendaki dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut harus mematuhi peringatan pihak berwenang untuk menghindari risiko tertumbuk abu atau terkena panas letusan. Selain itu, Badan Geologi mengingatkan bahwa kondisi cuaca dan angin bisa mempercepat atau memperlambat penyebaran abu, sehingga perlu pemantauan terus-menerus.

Pengelolaan Darurat dan Kerja Sama dengan Pihak Lokal

Dalam upaya mengurangi dampak negatif erupsi, Badan Geologi bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menjamin keselamatan masyarakat. Sejumlah desa di sekitar Dukono telah mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengungsikan warga yang tinggal di dekat kawasan rawan atau meningkatkan kesadaran warga tentang kebutuhan alat pelindung diri. Pemantauan terhadap aktivitas vulkanik juga dilakukan secara intensif, termasuk pengukuran suhu kawah dan konsentrasi gas yang terlepas.

Perbandingan dengan Sejarah Erupsi Dukono

Gunung Dukono telah mengalami erupsi sebelumnya, seperti pada tahun 2023 yang lalu, saat kawahnya meletus dan memancarkan abu hingga ketinggian 2.000 meter. Perbandingan antara kejadian saat ini dan sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat aktivitas vulkanik tetap stabil. Namun, kejadian erupsi terbaru menekankan perlunya kesiapan lebih tinggi, terutama karena wilayah Maluku Utara sering dihantam badai atau angin kencang yang mempercepat penyebaran abu.

Proyeksi untuk Masa Depan

Para ahli menilai bahwa erupsi Dukono akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada fluktuasi tekanan magma dan kondisi atmosfer. Badan Geologi memprediksi bahwa tingkat keparahan erupsi bisa meningkat jika terjadi peningkatan aktivitas seismik. Dengan demikian, rekomendasi untuk masyarakat tetap diperlukan guna meminimalkan risiko cedera atau gangguan kesehatan akibat paparan abu. Selain itu, pemantauan terhadap kawasan letusan juga menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan pend