Agenda Utama: Amsal Sitepu Soroti Pentingnya Akses Pendampingan Hukum Ekonomi Kreatif untuk Hindari Kasus Berlarut
Amsal Sitepu Soroti Pentingnya Akses Pendampingan Hukum Ekonomi Kreatif untuk Hindari Kasus Berlarut
Amsal Sitepu, seorang pegiat ekonomi kreatif, berbagi cerita kelamnya terlibat dalam kasus hukum akibat kurangnya pemahaman mengenai akses bantuan hukum, meminta pelaku industri lebih waspada. Ia menyoroti betapa pentingnya penggunaan layanan pendampingan hukum untuk mencegah masalah hukum yang berlarut-larut. Pengalaman ini ia sampaikan setelah menghadiri Pertemuan Menteri Kemenekraf di Jakarta, Rabu lalu.
Pengalaman Amsal Sitepu
Amsal sempat ditahan selama 131 hari atas dugaan korupsi dalam proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kasus ini muncul karena nilai anggaran produksi dianggap tidak sesuai, meskipun pekerjaan telah selesai. Ia menuturkan bahwa ketidaktahuan tentang adanya bantuan hukum menyebabkan masalahnya memakan waktu lama. Setelah melewati proses hukum yang panjang, Amsal akhirnya divonis bebas. Hal ini menunjukkan bahwa tuduhan korupsi tidak terbukti, namun prosesnya cukup melelahkan.
“Salah satu yang membuat permasalahan saya ini jadi agak berlarut karena ketidaktahuan saya,” ujar Amsal.
Amsal menekankan bahwa pelaku ekonomi kreatif harus lebih aktif mencari informasi. Fokus bukan hanya pada produksi karya, tetapi juga pemahaman tentang ekosistem dan dukungan hukum yang ada. Ia mengajak para pegiat untuk memanfaatkan layanan bantuan hukum dan kanal pengaduan agar bisa lebih terlindungi.
Respons Menteri Kemenekraf
Mengenai kasus yang dialami Amsal, Menteri Kemenekraf menyatakan komitmennya untuk memperkuat sosialisasi layanan pendampingan hukum. Tujuan ini adalah memastikan para pelaku industri memiliki wawasan yang memadai mengenai hak dan kewajiban mereka. Dengan informasi yang lebih jelas, diharapkan tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan.
Langkah Kemenekraf mencakup pemberian akses mudah terhadap bantuan hukum dan sistem pengaduan. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan rasa aman kepada para pegiat ekonomi kreatif. Dengan sosialisasi yang intensif, ekosistem industri bisa lebih suportif, sehingga pelaku bisa fokus pada inovasi dan pengembangan karya.
