Polisi tangkap dua pencopet yang beraksi di JPO Stasiun Jatinegara

Polisi tangkap dua pencopet di JPO Stasiun Jatinegara

Dari Jakarta, polisi berhasil mengungkap dua pelaku tindak pidana pencopetan yang aktif di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Dua orang tersebut berinisial BS (36) dan U (37), yang sebelumnya sering dihubungkan dengan aksi kejahatan di lokasi yang menjadi titik kerumunan penumpang. Pernyataan dari Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, menyebutkan bahwa para pelaku diamankan di Mapolsek Jatinegara, Rabu.

“Kami berhasil amankan dua orang yang biasa melakukan tindak pidana pencopetan di Stasiun Jatinegara, yakni berinisial BS dan U,” kata Samsono.

Proses pengungkapan berawal dari laporan warga yang masuk pada Selasa (7/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaporan ini merujuk pada tingginya kejadian pencopetan di area JPO stasiun, yang sering ramai karena jumlah penumpang yang besar. Samsono menjelaskan bahwa unit penyelidikannya langsung bertindak setelah menerima informasi tersebut.

Kedua pelaku ditangkap pada Selasa (7/4) malam, sekitar pukul 21.30 WIB, di lokasi dekat JPO Stasiun Jatinegara. Penangkapan dilakukan saat mereka sedang berada di area yang sama dan bersiap mencari korban. Anggota polisi memanfaatkan ciri-ciri yang diberikan oleh pelapor untuk mengidentifikasi dan mengamankan pelaku.

“Kebetulan saat itu keduanya sedang nongkrong dan diduga hendak mencari mangsa. Anggota kami langsung mengamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi,” jelas Samsono.

Salah satu pelaku, U, terlibat dalam aksi viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan U mengikuti korban dan mengambil telepon genggam dari dalam tas. BS, pelaku lainnya, juga memiliki riwayat serupa, meski tidak langsung terkait dengan kejadian pada hari itu. Samsono menambahkan bahwa BS sempat melakukan pencopetan di wilayah tersebut sebelumnya.

Keterangan dari seorang ojek pangkalan di sekitar stasiun, Edi (62), menyebutkan bahwa aksi pencopetan sudah menjadi rutinitas. “Memang sudah biasa, banyak orang yang berkumpul di sepanjang trotoar dan JPO. Nanti kalau turun dari JPO, ada saja warga yang kecopetan,” ujar Edi.

Edi menegaskan bahwa pelaku tidak berasal dari lingkungan sekitar. Mereka terlihat berkumpul hampir setiap hari dan diduga menjadi bagian dari komplotan tindak kejahatan jalanan. Aksi pencopetan tersebut viral di media sosial, khususnya di Instagram @jakarta.ku, yang menampilkan salah satu pelaku sedang beraksi.

Samsono mengimbau warga, terutama pengguna kereta api, untuk lebih waspada saat berada di tempat-tempat padat. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap barang bawaan, terutama di tempat-tempat ramai yang rawan tindak kejahatan,” ucap Samsono. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya korban lain serta jaringan kejahatan di kawasan tersebut.