Topics Covered: Fadli Zon ajak masyarakat manfaatkan Dana Abadi Kebudayaan

Fadli Zon ajak masyarakat manfaatkan Dana Abadi Kebudayaan

Di Beijing, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak masyarakat, termasuk seniman Indonesia yang tinggal di Tiongkok, untuk menggunakan Dana Indonesia Raya guna memperluas pengaruh seni Indonesia di luar negeri. Menurut Fadli, dana ini bisa dimanfaatkan untuk menerjemahkan karya-karya Indonesia ke dalam bahasa Mandarin, sehingga lebih mudah diakses oleh audiens Tiongkok.

“Kami bersedia mendukung seluruh kegiatan yang berkaitan dengan seni Indonesia, terutama soal biaya penerjemahan. Perorangan yang ingin menerjemahkan karya sastra Indonesia juga bisa mengajukan proposal, dan kami pasti akan memperhatikan,” ujar Fadli Zon.

Kegiatan ini dilangsungkan dalam dialog dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Beijing dan sekitarnya, termasuk sejumlah dosen bahasa Indonesia di berbagai universitas di Tiongkok. Salah satu peserta, Woro Januarti, dosen bahasa Indonesia di Hebei International Studies University, menyampaikan harapan untuk meningkatkan interaksi budaya antara Indonesia dan Tiongkok.

“Saya merasa ada ketidakadilan ketika investasi Tiongkok ke Indonesia sangat besar, tapi diskusi tentang karya sastra masih minim. Di Tiongkok, buku-buku terjemahan Indonesia yang tersedia mayoritas adalah karya klasik seperti karya Pak Habibie, novel Andrea Hirata, serta karya Eka Kurniawan, seperti ‘Cantik itu Luka’,” kata Woro.

Woro juga menyebutkan keinginan untuk melihat hubungan yang lebih erat antara penulis Indonesia dan China, seperti masa sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang pernah datang ke Beijing untuk menghadiri peringatan ke-20 hari wafat Lu Xun. “Kami ingin mendapatkan dukungan dalam pengembangan sastra dan penerjemahan, agar karya Indonesia bisa lebih dikenal di Tiongkok,” tambahnya.

Sementara itu, mahasiswa Indonesia yang hadir dalam dialog tersebut meminta bantuan untuk kegiatan festival atau pertunjukan budaya yang dilakukan oleh komunitas mahasiswa. Menjawab permintaan itu, Fadli Zon menjelaskan bahwa dana Indonesia Raya dapat diakses melalui laman resmi. “Biaya per proposal sekitar Rp200-300 juta, meski tidak terlalu besar, tapi kami harap dampaknya bisa terasa. Untuk proyek yang lebih besar, bisa dipertimbangkan skema kerja sama antara pemerintah dan swasta,” ujarnya.