New Policy: Menteri Maman: Kenaikan harga BBM nonsubsidi tak berdampak ke UMKM

Menteri Maman: Kenaikan harga BBM nonsubsidi tak berdampak ke UMKM

Di Jakarta, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak berpengaruh pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sebagian besar pelaku UMKM mengandalkan BBM subsidi seperti solar subsidi, Pertalite, atau LPG 3 kg, yang harganya tetap terjaga oleh pemerintah.

Kalau dalam konteks bahan bakar energi, BBM seharusnya tidak ada dampaknya. Hampir rata-rata UMKM menggunakan BBM subsidi, dan itu tidak mengalami kenaikan,” ujar Maman kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Maman menegaskan bahwa kebijakan menjaga harga BBM subsidi menjadi langkah krusial pemerintah di tengah situasi ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Ia menyampaikan, dalam kondisi ini, UMKM tidak akan mengalami penurunan kelas meskipun terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Sementara itu, Maman mengakui bahwa aspirasi terbanyak yang diterima kementeriannya saat ini berkaitan dengan kenaikan harga plastik, yang dipicu oleh gangguan pasokan nafta dari Timur Tengah. Pemerintah, katanya, sedang berupaya mencari alternatif pasokan dari wilayah lain.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memindahkan atau mengurangi ketergantungan pasokan nafta dari Timur Tengah ke kawasan India, Afrika, dan Amerika,” tambahnya.

Penyesuaian Harga BBM di Pertamina

Sejak 18 April 2026, Pertamina telah menaikkan harga BBM nonsubsidi akibat kenaikan harga minyak global. Di Pulau Jawa, Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM subsidi tetap stabil, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter. Harga Pertamax juga dijaga di Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green berada di Rp12.900 per liter.