Special Plan: Anggota DPD dukung Bapanas perkuat intervensi harga pangan masyarakat

Special Plan: DPD Dukung Bapanas Perkuat Intervensi Harga Pangan

Special Plan – Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Achmad Azran dan Alfiansyah Bustami, yang dikenal sebagai Komeng, mendukung Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam meningkatkan intervensi harga pangan untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dalam kunjungan ke kantor Bapanas, mereka menekankan pentingnya sinergi antara lembaga tersebut dan pemerintah untuk mewujudkan program yang lebih efektif. "Dengan kolaborasi ini, kita dapat menciptakan solusi yang lebih terarah untuk kebutuhan masyarakat," kata Azran. DPD RI berharap Special Plan menjadi acuan dalam memperkuat upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan.

DPD RI Tekankan Sinergi dalam Program Pangan

Kedua senator tersebut menjelaskan bahwa intervensi harga pangan perlu diperkuat agar masyarakat bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan terjangkau. Azran menegaskan bahwa program Special Plan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok. "Special Plan ini diharapkan bisa menjadi pusat koordinasi untuk program pangan yang berkelanjutan," ujarnya. Sementara itu, Alfiansyah Bustami menambahkan bahwa urusan pangan adalah urusan perut, sehingga perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Strategi Bapanas dalam Meningkatkan Ketersediaan Pangan

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengapresiasi dukungan DPD RI terhadap program Special Plan. Menurutnya, sinergi ini memperkuat keberhasilan distribusi bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng, yang telah mencapai 8,3 juta keluarga per 29 April. "Special Plan menjadi alat untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, termasuk memperpanjang batas waktu penyaluran hingga 31 Mei," tambah Ketut. Ia juga menyebutkan bahwa Bapanas terus berkoordinasi dengan Bulog untuk mengatasi kendala logistik.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam Special Plan

Bapanas mengusulkan pula peningkatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari Special Plan. Program ini bertujuan menurunkan harga pangan di tingkat masyarakat dengan menyediakan akses ke pasar yang lebih murah. "Special Plan ini memberikan ruang untuk memperluas GPM ke berbagai daerah, mulai dari kelurahan hingga kecamatan," jelas Ketut. Ia menambahkan bahwa GPM akan didampingi oleh tim Bapanas untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.

Program Special Plan juga mencakup penguatan kebijakan subsidi dan pengawasan harga di sektor pangan. Dengan adanya intervensi harga yang lebih terarah, Bapanas berharap mampu mengurangi tekanan inflasi terhadap keluarga miskin. "Kami fokus pada penyaluran bantuan pangan ke 38 provinsi dan memastikan populasi 53 juta ekor unggas mendapat manfaat dari SPHP jagung pakan," kata Ketut. Ia menyoroti pentingnya kemitraan dengan koperasi dan asosiasi peternak dalam mendorong stabilitas harga.

Kedua senator DPD RI menyampaikan harapan bahwa Special Plan menjadi jaminan bagi masyarakat dalam menghadapi krisis pangan. "Dengan keberlanjutan program ini, masyarakat akan lebih terjamin dalam akses pangan," ujar Azran. Di sisi lain, Ketut menegaskan bahwa Bapanas terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok melalui kebijakan yang lebih inklusif. "Special Plan bukan hanya tentang distribusi, tetapi juga tentang pengawasan dan koordinasi yang terpadu," tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Bapanas telah menyetujui perpanjangan waktu penyaluran bantuan pangan hingga 31 Mei, sesuai permohonan Perum Bulog. Program Special Plan juga melibatkan penyaluran 213,1 ribu ton jagung pakan untuk lebih dari 5 ribu peternak. "Ini adalah langkah nyata untuk menstabilkan harga jagung di tingkat peternak," kata Ketut. DPD RI berharap sinergi ini membantu masyarakat terutama di daerah terpencil memiliki akses yang sama ke bahan pokok.