Latest Program: PSBS Biak akui faktor fisik jadi kendala saat dibekuk Persebaya

PSBS Biak Akui Faktor Fisik Jadi Kendala dalam Kekalahan Melawan Persebaya

Latest Program – Sabtu (25/4) malam, tim PSBS Biak kembali mengalami kekalahan dalam laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 saat ditaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Kekalahan ini memperparah posisi PSBS Biak di papan bawah klasemen, sementara Persebaya semakin mendekati zona peringkat empat. Pelatih sementara klub, Kahudi Wahyu Widodo, mengungkapkan bahwa faktor fisik menjadi penyumbang utama dari kegagalan timnya dalam mempertahankan performa sepanjang pertandingan.

“Kami mengalami kendala pada transisi pertahanan yang kurang stabil. Faktor fisik para pemain menjadi penghalang utama, terutama ketika memasuki babak kedua,” jelas Kahudi dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia mengakui bahwa kualitas fisik pemain Persebaya jauh lebih baik dibandingkan timnya, sehingga memudahkan lawan dalam menyerang dan mengurangi efektivitas PSBS Biak di setiap kesempatan.

Meski demikian, Kahudi tetap memberikan apresiasi kepada pemain yang menunjukkan semangat juang tinggi meski harus berhadapan dengan kondisi yang tidak menguntungkan. Menurutnya, kekompakan dan disiplin di dalam pertahanan adalah bukti keberhasilan anak asuhnya dalam mencoba memperbaiki situasi. “Mereka tampil dengan komitmen yang baik, bahkan sampai menit akhir pertandingan. Semua tahu bagaimana kondisi kami, tapi mereka tetap berjuang dengan maksimal,” lanjutnya.

Di tengah pertandingan, Kahudi menyebutkan bahwa tim telah mencoba mengubah strategi di babak kedua. Dalam skema tiga bek dan instruksi intensif kepada pemain sayap, ia berharap bisa mengubah alur permainan. Namun, dia mengakui bahwa perubahan tersebut belum cukup optimal karena keterbatasan daya tahan fisik para pemain. “Strategi yang kami terapkan cukup baik, tetapi sayangnya sekali lagi faktor fisik menjadi penghambat utama,” imbuhnya.

Persebaya Surabaya, di sisi lain, dinilai Kahudi sebagai tim yang tampil sabar dan efektif. Kombinasi permainan yang mereka bangun serta penyelesaian akhir yang tepat menjadi kunci kemenangan mereka. “Mereka bermain dengan strategi yang matang, kemudian menciptakan peluang yang luar biasa sehingga bisa membobol gawang kami empat kali,” ujarnya.

Penjaga Gawang PSBS Biak Tekankan Usaha Maksimal

Penjaga gawang PSBS Biak, Dimas Galih Pratama, menegaskan bahwa seluruh pemain telah memberikan yang terbaik sepanjang pertandingan. Meski kekalahan tidak bisa dihindari, ia yakin hasil tersebut tidak menggambarkan kemampuan tim. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, dan semua pemain mewakili teman-teman berjuang hingga menit akhir,” tutur Dimas.

“Tidak ada yang bisa memperbaiki hasil jika semua pemain tidak mengerahkan tenaga. Kami berada di bawah tekanan, tapi tetap bersikap percaya diri,” tambah penjaga gawang itu. Ia juga menyoroti bahwa Persebaya mampu memanfaatkan peluang dengan baik, terutama melalui penguasaan bola yang lebih baik di sepanjang pertandingan.

Kekalahan ini memberikan dampak signifikan terhadap ambisi PSBS Biak untuk keluar dari zona degradasi. Saat ini, mereka berada di dasar klasemen dengan 18 poin, sementara Persebaya tetap mempertahankan posisi keempat dengan 51 poin. Kehadiran Persebaya di laga melawan Persis Solo pada Sabtu (2/5) malam menjadi penentu apakah tim asuhan Kahudi bisa menyelamatkan peringkatnya atau terus mengalami tekanan.

Kahudi juga menyebutkan bahwa faktor fisik menjadi tantangan utama bagi timnya. Dalam beberapa pekan terakhir, PSBS Biak tercatat mengalami kelelahan akibat jadwal yang padat, sehingga memengaruhi konsentrasi dan kecepatan pemain. “Kondisi fisik para pemain tidak cukup memadai untuk mempertahankan performa sepanjang pertandingan. Kami butuh waktu untuk pulih, tapi akan terus berusaha,” katanya.

Menurut analisis klasemen, Persebaya berada di posisi empat dengan 51 poin, sedangkan PSBS Biak masih tertinggal jauh di dasar tabel. Kekalahan melawan tim yang sempat mengalami krisis pemain menjadi pelajaran berharga untuk pelatih dan tim. “Kami perlu mengevaluasi kondisi fisik pemain dan memperbaikinya sebelum laga berikutnya,” tambah Kahudi. Ia juga berharap para pemain bisa menjaga stamina dan konsistensi di setiap pertandingan agar tidak terus-menerus terjebak dalam skenario serupa.

Pertandingan ini menegaskan bahwa faktor fisik tidak hanya berdampak pada pertahanan, tetapi juga memengaruhi kemampuan tim dalam menyerang. PSBS Biak yang berusaha membangun permainan dari belakang masih kesulitan mengimbangi dominasi Persebaya. Dengan skor 4-0, Persebaya menunjukkan dominasi mereka dalam menguasai bola dan menciptakan peluang yang mengancam.

Kahudi juga menyampaikan harapan agar seluruh pemain bisa lebih siap di laga-laga mendatang. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan pengelolaan energi yang lebih baik. “Kami harus bisa menjaga kondisi fisik agar tidak kembali mengalami kelemahan di akhir pertandingan,” pungkasnya. Dengan evaluasi yang lebih baik, PSBS Biak berharap bisa memperbaiki performa dan menghindari terus-menerus mengalami kekalahan di liga ini.