PG Ngadirejo Kediri target produksi gula 80.000 ton dukung swasembada

PG Ngadirejo Kediri Targetkan Produksi Gula 80.000 Ton untuk Dukung Swasembada

PG Ngadirejo Kediri target produksi gula 80 – Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional. Pabrik Gula Ngadirejo, yang berada di wilayah tersebut, menyatakan target produksi gula sebesar 80.000 ton dalam musim giling 2026. Target ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan pada pencapaian swasembada gula di Indonesia. Pabrik Gula Ngadirejo menargetkan menggiling 11 juta kuintal tebu untuk memenuhi ambisi tersebut.

Peningkatan Target Produksi

Dalam acara selamatan giling yang diadakan di area pabrik, General Manager PG Ngadirejo, Wayan Mei Purwono, mengungkapkan rencana tersebut. “Pabrik Gula Ngadirejo menargetkan produksi 80.000 ton gula pada musim giling 2026, dengan jumlah tebu yang diolah mencapai 11 juta kuintal,” katanya. Target ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, 2025, di mana pabrik mencapai 10,6 juta kuintal tebu dengan produksi gula 70.000 ton.

“Kami percaya target ini dapat tercapai berkat kolaborasi yang lebih erat dengan para petani dan dukungan dari pemerintah,” ujar Wayan Mei Purwono.

Menurut Wayan, peningkatan produksi ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gula nasional terpenuhi. “Kami berharap kerja keras selama ini bisa berbuah hasil yang memadai,” tambahnya. Peningkatan jumlah tebu yang diolah dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan gula di pasar domestik.

Peran Petani dalam Produksi Gula

Wayan menjelaskan bahwa pihak pabrik telah membangun kerja sama dengan petani sejak tahap persiapan hingga pemasaran. “Kerja sama ini mencakup seluruh proses, mulai dari persiapan lahan, pengolahan tebu, hingga distribusi gula,” kata dia. Dengan memastikan keterlibatan petani sejak awal, pabrik berupaya menjaga kualitas tebu dan mengurangi risiko kerugian para petani.

Pemerintah juga memberikan kontribusi penting melalui program peningkatan kualitas bibit tanaman tebu. “Bibit yang diberikan memiliki kualitas tinggi, sehingga menghasilkan tebu yang baik,” tuturnya. Dukungan ini dianggap sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan peningkatan produksi.

Tradisi Manten Tebu dalam Upacara Selamatan

Upacara selamatan menjelang musim giling di PG Ngadirejo tidak hanya sekadar ritual teknis, tapi juga memiliki makna budaya. Acara tersebut menghadirkan tradisi unik bernama “Manten tebu”, di mana sepasang perempuan dan laki-laki didandani seperti pengantin Jawa. Mereka membawa tebu sebagai simbol pertaruhan hasil panen.

“Tradisi ini diiringi gamelan dan dilakukan sebagai tanda pembukaan musim giling baru,” jelas Wayan. Selama prosesi, rombongan berjalan di area pabrik sambil membawa kembar mayang, yang menjadi bagian dari upacara adat Jawa. Tebu yang dibawa kemudian diserahkan ke manajemen pabrik, menandakan bahwa musim giling 2026 resmi dimulai.

Kegiatan Kesenian dan Tinjauan Lokasi Pabrik

Setelah upacara tradisional, acara dilanjutkan dengan pentas kesenian jaranan yang menjadi bagian dari budaya lokal. Pentas ini diadakan untuk menghibur masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antara pihak pabrik dan warga sekitar. “Kesenian jaranan merupakan ciri khas Kediri, dan kami ingin memperkenalkannya kepada seluruh masyarakat,” tutur Wayan.

Setelah itu, para pengunjung meninjau kesiapan pabrik menjelang musim giling. Proses giling dijadwalkan berlangsung selama sekitar 200 hari, dengan tebu berasal dari berbagai wilayah, termasuk Kediri, Blitar, dan Malang. Pabrik melibatkan ratusan warga, baik sebagai tenaga kerja maupun sopir, dalam operasional tersebut.

Wayan juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan selamatan. “Kami memohon maaf atas adanya kendaraan yang beroperasi di sekitar area pabrik selama musim giling,” katanya. Karena pabrik ini adalah satu-satunya unit produksi gula di Kabupaten Kediri yang berada di jalur nasional, arus lalu lintas kendaraan menjadi lebih intens.

Dukungan Komprehensif untuk Memenuhi Target

Menurut Wayan, pihaknya telah memperkuat jaringan distribusi dan logistik untuk memastikan keberhasilan target produksi. “Kami telah mengoptimalkan sistem operasional guna mempercepat proses penggilingan,” ujarnya. Dukungan dari pemerintah dan petani dianggap menjadi fondasi utama dalam pencapaian target tersebut.

Wayan optimis bahwa dengan peningkatan jumlah tebu yang diolah, produksi gula dapat mencapai angka yang diharapkan. “Kami yakin kerja sama yang terjalin akan menghasilkan hasil yang memadai,” katanya. Selain itu, pihak pabrik berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas produk agar sesuai standar nasional.

Proses giling yang diadakan di PG Ngadirejo Kabupaten Kediri akan berlangsung sekitar 200 hari, dengan pengiriman tebu dari para petani yang tersebar di sekitar wilayah tersebut. Keberhasilan produksi gula juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan ketersediaan tebu berkualitas tinggi. “Kami memantau seluruh proses untuk memastikan tidak ada hambatan,” tambah Wayan.

Terlepas dari target produksi yang tinggi, PG Ngadirejo juga fokus pada keberlanjutan ekosistem pertanian. Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, pabrik berupaya memastikan bahwa kegiatan produksi tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami ingin menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan,” kata Wayan Mei Purwono.

Upaya untuk mencapai swasembada gula nasional dianggap sebagai tantangan yang signifikan, tetapi juga peluang besar bagi sektor pertanian. Dengan target produksi yang lebih tinggi, PG Ngadirejo berharap dapat memperkuat posisi sebagai salah satu produsen gula terpenting di Jawa Timur. “Kami akan terus berupaya meningkatkan produksi seiring perkembangan permintaan pasar,” pungkas Wayan.

Dalam perspektif jangka panjang, peningkatan produksi gula diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor. PG Ngadirejo menjadi contoh nyata bagaimana pabrik dan petani dapat bekerja sama untuk menghasilkan produk berkualitas. “Kami berharap kontribusi ini bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tuturnya.