Key Strategy: Sumbar siapkan TdS non kompetisi untuk promosikan pariwisata
Sumbar siapkan TdS non kompetisi untuk promosikan pariwisata
Key Strategy – Kota Padang menjadi pusat perhatian dalam upaya pemerintah provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk menghadirkan edisi baru Tour de Singkarak (TdS) yang tidak bersifat kompetitif. Ajang olahraga sepeda ini direncanakan sebagai strategi promosi pariwisata Ranah Minang ke pasar internasional. Selain itu, TdS juga bertujuan memperkuat konsep sport tourism yang akan menjadi bagian dari pengembangan sektor wisata daerah tersebut. Sejumlah pihak, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Lila Yanwar, mengungkapkan bahwa inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata Sumbar secara global.
“Jadi, selain kompetisi kita juga menyiapkan TdS non kompetisi atau mengusung konsep sport tourism agar pariwisata Sumbar ini semakin dikenal luas di kancah internasional,” kata Lila Yanwar di Kota Padang, Selasa.
Kolaborasi antara Dinas Pariwisata dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar diharapkan menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan acara ini. Menurut Lila, sinergi kedua institusi akan memastikan pelaksanaan TdS yang lebih profesional dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri olahraga di Ranah Minang, sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan dengan aktivitas fisik dan rekreasional yang menarik.
Dalam hal pendanaan, Pemprov Sumbar tengah berupaya memperoleh dukungan dari berbagai sumber, seperti pemerintah pusat, Bank Dunia, serta sejumlah sponsor swasta. Lila menyatakan bahwa alokasi dana akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan TdS 2027. Saat ini, pihaknya sedang memasuki tahap verifikasi ulang terkait kesiapan beberapa daerah yang akan menjadi lokasi utama acara tersebut.
Daerah yang dimaksud mencakup Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Agam. Lila menjelaskan bahwa kesiapan anggaran di setiap kabupaten/kota akan diperiksa secara mendalam. “Salah satunya terkait kesiapan anggaran kabupaten dan kota itu tersedia di dalam dokumen pelaksanaan anggaran 2027 untuk pelaksanaan TdS 2027,” ujarnya.
Salah satu aspek penting yang sedang dievaluasi adalah perbaikan infrastruktur, terutama jalan-jalan yang akan digunakan dalam kegiatan balap sepeda. Lila menegaskan bahwa besaran biaya perbaikan masih dalam proses perhitungan, karena akan disesuaikan dengan rencana dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sumbar. “Perencanaan perbaikan jalan akan disesuaikan dengan Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar hingga pemerintah pusat,” tambahnya.
Menurut Lila, TdS pertama kali diperkenalkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 2009. Ajang balap sepeda ini sebelumnya berlangsung secara rutin hingga 2019, ketika terpaksa dihentikan karena berbagai kendala. Pemprov Sumbar kemudian mengusulkan kembali TdS pada 2020, tetapi penyelenggaraannya terganjal oleh pandemi COVID-19 yang menghambat aktivitas sektor pariwisata. Dengan kembali menghadirkan TdS pada 2027, pemerintah provinsi berharap dapat mengembalikan perhatian dunia internasional kepada Ranah Minang.
Upaya promosi pariwisata melalui TdS 2027 tidak hanya terbatas pada atraksi wisata alam atau budaya. Ajang ini juga dirancang untuk menggali potensi ekonomi kreatif, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pengembangan sport tourism secara lebih luas. Lila menyebutkan bahwa TdS akan menjadi platform yang menyatukan kegiatan olahraga dengan pengalaman wisata yang unik, sehingga mampu menarik minat wisatawan dari berbagai negara. “Ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk menampilkan keindahan dan keunikan Ranah Minang kepada dunia,” imbuhnya.
Dalam menjalankan rencana ini, Pemprov Sumbar memastikan bahwa semua persiapan telah dipersiapkan secara matang. Selain itu, pihaknya juga melibatkan sejumlah mitra strategis dalam membangun infrastruktur pendukung. Dengan begitu, TdS 2027 tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkuat citra Sumbar sebagai destinasi wisata yang inovatif dan berorientasi global. Selain itu, event ini diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan daerah melalui kegiatan wisata yang menarik.
Pemprov Sumbar juga berencana untuk memanfaatkan TdS sebagai ajang pembelajaran bagi masyarakat lokal mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan. Dengan menawarkan konsep sport tourism, acara ini diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata yang ramah lingkungan. Lila menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh aspek kegiatan berjalan lancar. “Kita membutuhkan kerja sama yang solid agar TdS 2027 bisa menjadi sukses yang berdampak jangka panjang,” ujarnya.
Dengan demikian, penyelenggaraan TdS non kompetisi pada 2027 menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu memperkuat keberadaan Sumbar di panggung pariwisata internasional. Selain itu, kegiatan ini juga dianggap sebagai cara efektif untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor ekonomi lokal. Dengan demikian, TdS tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga menjadi kekuatan pendorong untuk memajukan berbagai aspek penting di Ranah Minang.
Persiapan ini juga menunjukkan komitmen Pemprov Sumbar dalam memperbaiki kualitas wisata. Lila Yanwar menegaskan bahwa keberhasilan TdS 2027 akan bergantung pada kesiapan daerah, fasilitas pendukung, dan peran aktif semua pihak. “Kita harus memastikan bahwa infrastruktur, keamanan, dan layanan wisata sudah maksimal,” tuturnya. Harapan utama dari acara ini adalah memperkuat hubungan antara Sumbar dengan wisatawan internasional, sekaligus menjadikan daerah ini sebagai destinasi yang memiliki daya tarik utama.
TdS non kompetisi ini diharapkan menjadi salah satu cara membangun kepercayaan masyarakat terhadap pariwisata Sumbar. Dengan menggabungkan elemen olahraga dan wisata, acara ini dianggap sebagai inovasi yang mampu menarik minat berbagai kalangan, baik dari kalangan lokal maupun mancanegara. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menghadirkan berbagai atraksi khusus yang sesuai dengan konsep sport tourism, seperti jalur wisata alam yang menantang, kawasan budaya yang interaktif, dan fasilitas pendukung yang memadai.
Dengan demikian, TdS 2027 tidak hanya menjadi aj
