Polres Cimahi berhasil ungkap pembunuhan perempuan di Rongga

Polres Cimahi Berhasil Ungkap Pembunuhan Perempuan di Rongga

Kasus yang Memicu Perhatian Publik

Polres Cimahi berhasil ungkap pembunuhan perempuan – Kota Cimahi, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah petugas kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Cicih Rohaeti (54), seorang perempuan yang ditemukan tewas di kediamannya di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan keterangan dari Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, pelaku yang diduga melakukan tindakan keji tersebut berinisial S dan telah diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim pada Selasa (5/5) malam. Kasus ini sebelumnya menarik perhatian warga sekitar karena kejadian yang terjadi di Kampung Ciceuri, Desa Cibedug, telah menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

“Polres Cimahi mengamankan pelaku terkait pembunuhan di Rongga yang kemarin ramai, dan itu pelaku tunggal. Diamankan malam,” kata Niko saat ditemui di Mapolres Cimahi, Rabu.

Kapolres menjelaskan bahwa penyidik sedang fokus pada pemeriksaan intensif terhadap S untuk mengetahui alasan dibalik tindakan brutalnya. “Saat ini terduga pelaku masih kami periksa, kami dalami terkait motif dia menghabisi nyawa korban,” tambahnya. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamarnya, di mana tubuhnya tertutup bantal. Penemuan tersebut terjadi sejak 27 April 2026, ketika warga setempat mengira korban hanya sedang mengistirahatkan diri.

Detail Kondisi Tubuh Korban

Menurut informasi yang diberikan oleh Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, sejumlah bukti fisik menunjukkan bahwa korban mengalami luka-luka yang signifikan. Dalam pemeriksaan awal, polisi menyebutkan bahwa korban memiliki lebam di wajah, luka robek di bibir, serta gigi bawah yang rontok. Selain itu, pergelangan tangan kiri diduga patah, sementara lengan kiri dan kaki kiri terdapat luka memar.

“Atas arahan Pak Kapolres Cimahi, sudah dibentuk tim khusus untuk penyelidikan. Saat ini, anggota sudah memeriksa empat saksi dari keluarga dan tetangga,” ujarnya.

Dalam penyelidikan awal, polisi menegaskan bahwa korban diduga menjadi korban pembunuhan setelah ditemukan beberapa luka yang tidak terjadi secara alami. Iptu Gofur menjelaskan bahwa tim khusus dibentuk untuk mempercepat proses penegakan hukum, sebab kasus ini memerlukan penelusuran yang menyeluruh. Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui tidak beraktivitas selama sehari penuh, yang memicu kecurigaan dari keluarga terdekat.

Proses Penyelidikan dan Bukti Kekuatan Polisi

Kasus ini dimulai pada 27 April 2026, ketika korban ditemukan tidak sadarkan diri di dalam rumah. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi, guna menentukan penyebab pasti kematian. Hasilnya, polisi menegaskan bahwa kondisi tubuh korban menunjukkan adanya konflik antara korban dan pelaku.

Menurut polisi, keterangan dari para saksi yang telah diperiksa menjadi bagian penting dalam memperjelas kronologi kejadian. Sementara itu, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memastikan bahwa tidak ada indikasi kejahatan lain yang terlibat. “Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga menjadi korban pembunuhan setelah ditemukan sejumlah luka pada tubuhnya,” kata Iptu Gofur.

Motif Pembunuhan dan Proses Penyidikan

Setelah mengamankan pelaku, Polres Cimahi mempercepat upaya untuk mengungkap motif pembunuhan. Kapolres Niko menjelaskan bahwa investigasi masih berlangsung, dengan penyidik berusaha mendalami latar belakang S serta hubungannya dengan korban. “Kami sedang mempelajari semua bukti yang ada, termasuk saksi dan keterangan dari lokasi kejadian,” katanya.

Kasus ini menimbulkan rasa penasaran di masyarakat karena tidak ada indikasi tindak kejahatan lain seperti pencurian atau perampokan. Korban ditemukan dalam kondisi menggantung, dengan bantal menutupi wajahnya, yang mungkin menjadi ciri khas dari cara pelaku menutupi kejahatan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan hingga semua fakta terungkap secara lengkap.

Langkah Kepolisian dan Tanggung Jawab Sosial

Sebagai tindak lanjut dari penemuan jasad korban, Polres Cimahi memberikan pernyataan bahwa mereka siap mengungkap seluruh aspek kasus ini. “Kami akan terus mendalami kasus dan memastikan bahwa motif pembunuhan terungkap dengan jelas,” ujar Niko. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi tambahan yang bisa membantu penyidikan, terutama terkait hubungan korban dengan pelaku.

Peristiwa ini menimbulkan dampak sosial yang signifikan, terutama bagi keluarga korban yang merasa kecewa dan marah. Dalam penyelidikan, keluarga korban menyebutkan bahwa mereka memperhatikan kebiasaan korban yang terkadang menunjukkan tanda-tanda cemas. Pemantauan yang dilakukan oleh warga dan anggota keluarga menjadi alasan utama mengapa kasus ini dapat terungkap dalam waktu relatif singkat.

Keterangan Tambahan dari Kasi Humas

Iptu Gofur Supangkat menambahkan bahwa pembentukan tim khusus terkait pembunuhan Cicih Rohaeti adalah langkah penting untuk memastikan proses penyelidikan berjalan efisien. “Kami percaya bahwa dengan adanya tim khusus, kasus ini dapat segera diselesaikan,” jelasnya. Pihak kepolisian juga meminta dukungan dari masyarakat sekitar untuk