Zarco tercepat di Le Mans – Marquez harus jalani Q1 MotoGP Prancis
Zarco tercepat di Le Mans, Marquez harus jalani Q1 MotoGP Prancis
Zarco tercepat di Le Mans – Le Mans, Jumat (5 Mei 2026) — Sesi latihan MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, memperlihatkan persaingan sengit antara pembalap. Johann Zarco dari Castrol Honda LCR menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 29,907 detik, mengalahkan para rival yang juga tampil kuat. Performa Zarco menunjukkan potensi besar untuk mengubah skenario balapan di sirkuit ini, meski masih ada tantangan besar dari pembalap lain. Juara bertahan Marc Marquez, yang dikenal sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa, kali ini harus berjuang lebih keras untuk memasuki kualifikasi kedua (Q2).
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Fabio Di Giannantonio mengikuti Zarco dengan selisih tipis, yaitu 0,01 detik. Waktu terbaik Di Giannantonio adalah 1 menit 29,917 detik, menempatkannya dalam posisi kedua. Posisi ketiga ditempati Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo dengan 1 menit 30,045 detik, menunjukkan bahwa tim Ducati memiliki daya saing yang signifikan. Kombinasi kecepatan dan strategi dari tim-tim seperti Honda dan Ducati membuat sesi practice ini menjadi tontonan menarik bagi penggemar.
Sirkuit Bugatti di Le Mans, yang terkenal dengan trek yang beragam, memaksa pembalap beradaptasi dengan perubahan kondisi. Honda terus menunjukkan kekuatan mereka, dengan tiga pembalap—Zarco, Joan Mir, dan Luca Marini—berhasil memasuki grup depan. Mir menempati posisi kelima, sedangkan Marini sempat berada di sepuluh besar namun mengakhiri sesi di peringkat ke-16. Performa Marini menunjukkan bahwa ada ketidakstabilan di tim satelit Honda, meski Zarco tetap menjadi pahlawan hari ini.
Salah satu momen menarik dalam sesi latihan adalah perubahan posisi pembalap selama 10 menit terakhir. Para peserta memasuki time attack yang memicu persaingan sengit. Zarco sempat ditekuk oleh Bagnaia dan Di Giannantonio, yang secara bergantian mengungguli waktu catatan. Namun, pembalap tuan rumah akhirnya merebut kembali keunggulan dengan kecepatan yang lebih konsisten. Kesuksesan ini menunjukkan kemampuan Zarco untuk mengatur ritme selama sesi yang panjang.
Marc Marquez, yang sebelumnya dianggap sebagai favorit, terlihat kesulitan menemukan formulasi terbaik untuk motornya. Seluruh sesi berjalan kurang optimal, dengan Marquez sempat tercecer di posisi ke-17. Tidak hanya itu, pembalap Ducati Lenovo Bagnaia yang menempati posisi ketiga juga mengalami hambatan di lap terakhir. Kesalahan teknis pada lap sebelumnya membuat Bagnaia terpaksa berhenti, sehingga menimbulkan bendera kuning yang mengganggu alur waktu Marquez. Akibatnya, Marquez harus mengakhiri sesi di peringkat ke-13 dengan waktu 1 menit 30,371 detik, yang secara langsung menempatkannya di kualifikasi pertama (Q1).
Ini menjadi pertama kalinya sejak MotoGP Indonesia 2025 bahwa Marquez gagal memasuki Q2 secara langsung. Sebagai juara bertahan, kekacauan ini memicu pertanyaan tentang kekuatan Honda di sirkuit ini. Namun, keberhasilan Zarco memberi harapan bahwa tim Honda masih memiliki daya tarik di Le Mans. Sementara itu, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing tetap mengamankan tiket ke Q2, meski mereka belum menunjukkan dominasi yang konsisten.
Para pembalap yang terlibat dalam time attack menghadapi tantangan tambahan dari ketidakstabilan cuaca. Sirkuit yang terkena hujan sepanjang sesi membuat permukaan trek lebih basah, memengaruhi kecepatan maksimal. Meski begitu, Zarco mampu mempertahankan performa tinggi, sementara pembalap lain seperti Di Giannantonio dan Bagnaia menunjukkan adaptasi yang cepat. Penampilan ini memperlihatkan bahwa siapa pun bisa berubah di Le Mans, terutama dengan kondisi yang dinamis.
Insiden kecelakaan juga terjadi di sesi tersebut, mengguncang suasana. Pembalap Trackhouse Racing Raul Fernandez mengalami kecelakaan di tengah sesi, menyebabkan motornya terbakar. Kesalahan ini menghambat kemajuan Fernandez, yang sempat berada di posisi menengah sebelum kecelakaan terjadi. Kecelakaan Bagnaia sebelumnya pun berdampak pada kecepatan pembalap lain, terutama Marquez, yang terpaksa menyesuaikan strategi karena gangguan bendera kuning.
Persaingan di Q1 terlihat lebih sengit, dengan banyak pembalap yang berusaha mengoptimalkan performa di kondisi trek yang berubah-ubah. Meski begitu, Marquez tet
