Pramono kaji ulang waktu CFD di Rasuna Said – bakal selesai lebih cepat
Pramono Kaji Ulang Jadwal CFD di Rasuna Said, Akan Berakhir Lebih Cepat
Pramono kaji ulang waktu CFD di Rasuna – Dari Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan rencana untuk meninjau kembali jadwal pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan HR Rasuna Said, dengan harapan acara tersebut dapat ditutup lebih dini. Ini dilakukan sebagai respons terhadap permintaan masyarakat yang ingin menghindari gangguan terhadap aktivitas ibadah di area tersebut. Pramono menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan warga sekaligus menjaga konsistensi dalam kebijakan pembangunan kota.
Pertimbangan Publik untuk Ibadah
Menurut Pramono, jadwal CFD yang sebelumnya diatur pada jam 5.30 pagi hingga 10.00 pagi akan disesuaikan agar tidak mengganggu waktu ibadah umat beragama. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Namun, ada permintaan khusus dari tempat-tempat ibadah di kawasan tersebut, yang biasanya dimulai pada pukul 10. Oleh karena itu, kami segera memutuskan untuk menjaga jam mulai CFD di Rasuna Said tetap pada 5.30, namun durasi acara akan lebih singkat,” jelas Pramono di Jakarta Timur, Senin.
“Antusiasme publiknya luar biasa. Hanya memang ada permintaan, terutama dari tempat-tempat di Rasuna Said yang ada, mohon maaf, ibadahnya. Ibadahnya biasanya dimulai dari jam 10. Maka, kami segera memutuskan untuk Rasuna Said, pelaksanaan Car Free Day tetap dimulai 5.30, tetapi selesainya pasti akan lebih cepat dari itu,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin.
Pengumuman ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan dinamika sosial di kawasan perkantoran yang menjadi pusat aktivitas warga. Pramono menekankan bahwa penyesuaian waktu CFD di Rasuna Said tidak akan mengurangi keberhasilan kegiatan tersebut dalam meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kemacetan, tetapi justru memperkuat peran kota sebagai tempat yang ramah untuk kebutuhan keagamaan serta kegiatan ekonomi.
Pelaksanaan CFD di Sudirman-Thamrin Masih Dibahas
Terhadap kawasan Sudirman-Thamrin, Pramono mengatakan bahwa jadwal CFD akan tetap dikaji ulang. Namun, ia belum menyatakan keputusan akhir tentang waktu yang akan diterapkan. “Untuk Sudirman-Thamrin, kami akan mulai 5.30, selesai apakah jam 10 atau 9.30, nanti segera kami putuskan sebelum 1 Juni ini. Namun, khusus Rasuna Said, keputusan tersebut didasarkan pada masukan masyarakat yang akan beribadah pada hari itu,” tambah Pramono.
“Terhadap kawasan Sudirman-Thamrin, kami akan mengatur jam mulai pukul 5.30, sedangkan waktu penutupan akan ditentukan antara pukul 9.30 atau 10.00, dengan keputusan akhir sebelum 1 Juni 2026. Namun, di Rasuna Said, keputusan tersebut didasarkan pada masukan masyarakat yang beribadah di kawasan tersebut,” ungkap Pramono.
Dalam penjelasannya, Pramono menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi mengubah wajah Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan efisien. Ia menilai bahwa waktu pelaksanaan CFD yang disesuaikan tidak hanya mengakomodasi kebutuhan keagamaan, tetapi juga memberikan ruang untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang lebih fleksibel.
Transformasi Fisik dan Sosial di Rasuna Said
Sebelumnya, Pramono menjelaskan bahwa penggunaan kawasan Rasuna Said untuk kegiatan CFD adalah bagian dari upaya pemerintah memperlihatkan Jakarta sedang berbenah. Jalan yang sebelumnya dihiasi ratusan tiang monorel yang mangkrak kini telah dirobohkan, sehingga mengubah penampilan kawasan tersebut. “Jalan Rasuna Said yang dahulu berdiri ratusan tiang monorel mangkrak, kini sudah berganti wajah, terutama setelah tiang-tiang itu dirobohkan,” ujarnya.
Pramono juga menekankan bahwa meskipun pembangunan di kawasan Rasuna Said masih berlangsung, antusiasme masyarakat terhadap CFD cukup tinggi. Keberhasilan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengadakan kegiatan yang menunjang kesejahteraan warga, sekaligus menghadirkan ruang terbuka yang lebih nyaman bagi pengunjung. Dengan demikian, pengaturan waktu CFD yang lebih efektif diharapkan dapat memperkuat citra kawasan sebagai tempat beraktivitas dan beribadah yang seimbang.
Menurut Pramono, kegiatan CFD di Rasuna Said akan diberlakukan efektif mulai 1 Juni 2026, setelah seluruh pekerjaan di kawasan tersebut rampung. Ia berharap perubahan ini dapat menjadi contoh dalam mengoptimalkan penggunaan ruang publik untuk kebutuhan bersama, tanpa mengorbankan fungsi-fungsi vital lainnya. Selain itu, penyesuaian waktu pelaksanaan C
