Topics Covered: IHSG dibuka melemah, saham tambang masih dibayangi sentimen royalti
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Membuka Melemah, Saham Tambang Dibayangi Sentimen Royalti
Topics Covered – Jakarta, Senin – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dengan penurunan sebesar 9,46 poin atau 0,14 persen, menyentuh level 6.959,94. Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menilai bahwa pergerakan IHSG selama tiga hari ke depan akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan kebijakan royalti mineral yang mulai berlaku pada Juni 2026. Dalam analisisnya, Hari menyebutkan bahwa Topics Covered ini mencakup faktor-faktor seperti sentimen pasar dan dampak kebijakan tarif terhadap sektor pertambangan.
Kondisi Pasar Global dan Tantangan dalam Negosiasi
Pasar global pada hari Senin kemarin terpolarisasi, dengan fokus utama pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kedua pemimpin itu membahas isu perang Iran yang diperkirakan akan menjadi pusat perhatian dalam pembicaraan mereka. “Perayaan Hari Kemenangan di Moskow yang lebih sederhana menggambarkan kepercayaan diri Vladimir Putin terhadap kemenangan Rusia di Ukraina, sehingga memengaruhi dinamika negosiasi terkait tarif perdagangan dan pasokan rare earth,” ujar Hari dalam keterangan di Jakarta, Senin.
“Kondisi geopolitik yang kian memanas, seperti tekanan antara AS dan Tiongkok, serta ketegangan di Timur Tengah, menciptakan lingkungan pasar yang tidak stabil dan memengaruhi ekspektasi investor,”
Sebagai latar belakang, perdagangan pekan ini terbatasi karena libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus pada 14-15 Mei 2026. Namun, volatilitas pasar tetap terlihat, dengan sentimen negatif yang dominan. “Wabah hantavirus dan kekhawatiran terkait inflasi global juga memperkuat tekanan pada ruang investasi, terutama di sektor yang rentan terhadap perubahan kebijakan,” kata Hari.
Dampak Kebijakan Royalti Terhadap Saham Tambang
Kebijakan royalti mineral menjadi isu utama yang menghiasi Topics Covered ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan sidang dengar pendapat terkait peningkatan tarif royalti untuk komoditas seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Hari menekankan bahwa kebijakan ini tidak lagi sekadar wacana, tetapi berpotensi menyebabkan tekanan signifikan terhadap saham tambang.
“Kenaikan royalti mineral di bulan Juni 2026 menjadi sorotan utama dalam Topics Covered ini, karena diharapkan akan memengaruhi kinerja sektor pertambangan dan mengubah dinamika pasar modal,”
Menurut Hari, emas menjadi komoditas dengan kenaikan tarif royalti tertinggi, mencapai 100 persen, sementara timah menjadi yang paling terpukul karena peningkatan tarif di kedua ujung rentang. “Selain itu, kebijakan royalti berpotensi diperkuat oleh wacana tentang penerapan bea ekspor dan windfall tax, yang menambah ketidakpastian bagi investor,” jelas Hari.
Dalam analisis lebih lanjut, Hari menyatakan bahwa sektor pertambangan masih menjadi sorotan utama dalam Topics Covered ini. “Perubahan kebijakan tarif royalti dan wacana penerapan pajak tambahan memicu ekspektasi investor untuk berhati-hati, terutama dalam manajemen risiko terkait sektor mineral,” tambahnya.
Menyusul kebijakan tersebut, IHSG diperkirakan akan mengalami pergerakan campuran pada 11-13 Mei 2026. Hari menyebutkan bahwa investor asing masih mencatatkan net sell, sehingga penguatan indeks sangat bergantung pada aliran dana domestik dan kinerja saham big caps di luar sektor minerba.
Perkembangan Kebijakan dan Prediksi Pergerakan Pasar
Pembahasan tentang royalti mineral dan windfall tax menjadi bagian penting dari Topics Covered ini. “Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan pertambangan, karena menambah beban biaya produksi,” kata Hari. Ia juga menyoroti bahwa rencana rebalancing MSCI Indonesia pada 12 Mei 2026 berpotensi memperkuat perubahan bobot saham, yang sejalan dengan fokus Topics Covered dalam tren pasar.
“Dalam konteks Topics Covered ini, kombinasi antara faktor eksternal dan kebijakan interna akan menentukan arah pergerakan IHSG, terutama dalam beberapa hari mendatang,”
Sebagai akhir dari analisis ini, Hari menyarankan investor untuk tetap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko, mengingat bahwa Topics Covered mengenai royalti mineral dan dinamika geopolitik global masih menjadi pengaruh utama. “Ketidakpastian kebijakan tarif dan fluktuasi pasar akan terus menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk memperoleh nilai di sektor yang lebih stabil,” tutupnya.
