CDC: Hantavirus sangat sulit menular dari orang ke orang

CDC: Hantavirus Sangat Sulit Menular dari Orang ke Orang

CDC – Washington – Dalam sebuah konferensi pers di kota ini, Direktur Divisi Kesehatan Migrasi Global Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), David Fitter, menyampaikan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus yang menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat. Namun, menurutnya, hanya satu jenis hantavirus, yaitu virus Andes, yang memiliki kemampuan menular antar-manusia. Meski demikian, proses penularan jenis ini dianggap sangat sulit terjadi, dibandingkan dengan virus pernapasan yang lebih mudah menyebar.

Virus Andes, yang menjadi perhatian dalam wabah terbaru, dijelaskan Fitter sebagai strain unik yang terdeteksi pada kapal pesiar. Ia menegaskan bahwa virus yang menyebar di kapal tersebut termasuk jenis berbeda dengan hantavirus yang umum ditemukan di Amerika Serikat. “Jadi, meskipun ada kontak antar-manusia, penularannya tidak terjadi secara mudah,” kata Fitter, menambahkan bahwa transmisi membutuhkan kontak dekat dengan cairan tubuh, pernapasan, atau pemakaian barang pribadi secara intim seperti sikat gigi.

“Hantavirus ini, yaitu virus Andes, adalah satu-satunya strain yang bisa menular antar-manusia, tetapi sekali lagi, penularannya sangat sulit melalui kontak dekat dengan cairan tubuh, pernapasan, berbagi barang pribadi secara intim, seperti sikat gigi, dan sebagainya. Jadi, ini sangat berbeda dengan virus pernapasan,” jelas Fitter.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dari 17 warga AS yang dievakuasi dari kapal pesiar, satu orang menunjukkan gejala ringan setelah terpapar hantavirus, sementara satu orang lainnya dinyatakan positif terinfeksi varian Andes. Laporan NBC menyebutkan bahwa pesawat yang membawa pasien tersebut mendarat di Nebraska, di mana University of Nebraska Medical Center menegaskan bahwa satu dari mereka mengalami infeksi tanpa menunjukkan gejala.

Kasus wabah hantavirus mematikan dilaporkan terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius saat berlayar dari Argentina menuju Cape Verde. Pada hari Minggu (10/5), kapal tersebut tiba di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary. Pihak Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi tujuh kasus infeksi yang terjadi, dengan tiga di antaranya berakhir fatal. Hal ini menunjukkan bahwa wabah tersebut telah menyebarkan risiko ke berbagai wilayah, meskipun tingkat penularan antar-manusia masih rendah.

Kecuali virus Andes, hantavirus umumnya tidak menyebar secara langsung dari orang ke orang. Menurut Fitter, kebanyakan kasus infeksi terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus atau kaplak, yang sering menjadi sumber penyebarannya. Virus ini dikenal menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal atau sindrom paru-paru hantavirus, kondisi yang dapat berakibat serius jika tidak segera ditangani.

Menurut laporan terbaru, terdapat peningkatan kekhawatiran terkait keberadaan hantavirus di kapal pesiar. Pihak CDC menyatakan bahwa meskipun virus ini muncul di lingkungan manusia, penularannya tetap membutuhkan kondisi spesifik. Contohnya, virus harus dihirup melalui udara atau masuk ke tubuh melalui luka. “Ini berbeda dari virus flu atau SARS-CoV-2 yang menyebar lebih cepat,” tambah Fitter, menekankan bahwa hantavirus tidak menyebar melalui udara dalam kondisi biasa.

Sementara itu, pihak WHO mengungkapkan bahwa tujuh kasus infeksi yang tercatat di MV Hondius mengindikasikan adanya potensi penyebaran di lingkungan tertutup. Tiga dari mereka meninggal, sedangkan empat lainnya dinyatakan sembuh atau dalam kondisi stabil. Ini menunjukkan bahwa meskipun wabah berpotensi berbahaya, dampaknya belum mencapai skala besar. “Kita harus memantau lebih dekat, tetapi tidak perlu panik,” ujar Fitter, menjelaskan bahwa vaksin atau pengobatan spesifik masih dalam penelitian.

Peneliti di CDC juga menyebutkan bahwa keberadaan hantavirus di kapal pesiar menunjukkan perlu adanya kewaspadaan terhadap lingkungan yang memungkinkan penyebaran virus. Contohnya, kapal pesiar menjadi tempat berkumpulnya ribuan orang dalam ruang tertutup, sehingga meningkatkan risiko kontak dengan sumber infeksi. Namun, Fitter menegaskan bahwa tidak semua kasus yang terjadi di kapal tersebut merupakan bentuk penularan antar-manusia.

Menurut data yang diterbitkan oleh CDC, hantavirus di Amerika Serikat biasanya tidak menyebar dari satu orang ke orang lain. Kebanyakan infeksi terjadi melalui paparan pada hewan pengerat yang membawa virus. Dalam kasus MV Hondius, kemungkinan munculnya virus Andes menunjukkan bahwa ada variasi genetik yang bisa memengaruhi virulensi. Fitter mengatakan bahwa varian ini mungkin lebih adaptif terhadap manusia, meski tetap membutuhkan interaksi dekat.

Kemudian, pihak Departemen Kesehatan AS memberikan pernyataan bahwa dari 17 warga yang dievakuasi, hanya satu yang menunjukkan gejala, sedangkan satu kasus lainnya berupa infeksi tanpa gejala. Hal ini menunjukkan bahwa virus bisa terdeteksi sebelum menyebabkan penyakit yang berat. “Kita perlu mengidentifikasi lebih jelas apakah ada penularan yang terjadi di kapal, atau hanya infeksi yang terjadi secara individu,” kata Fitter, meminta penelitian lebih lanjut untuk memastikan pola penyebarannya.

Dalam konteks ini, penularan hantavirus antar-manusia tidak bisa diabaikan. Namun, Fitter menekankan bahwa prosesnya membutuhkan kondisi tertentu. Misalnya, virus harus masuk ke tubuh melalui hidung, mulut, atau luka terbuka. Kondisi lingkungan yang kotor atau kemasukan kotoran dari hewan pengerat juga bisa menjadi faktor pemicu. “Jadi, wabah ini bisa terjadi, tetapi tidak menyebar secara masif seperti virus lainnya,” jelasnya.

Perluasan wabah hantavirus di MV Hondius menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan di kapal pesiar. Meski ada kasus, Fitter mengatakan bahwa kejadian ini tidak mengubah fakta bahwa virus ini tidak menyebar secara mudah. “Kita harus tetap mengedukasi masyarakat tentang cara mencegah infeksi,” tambahnya, menyarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, dan memantau gejala yang muncul setelah perjalanan ke daerah terpencil.

Dalam kesimpulan, Fitter menegaskan bahwa hantavirus, meski bisa menyebar antar-manusia, masih dianggap sebagai ancaman yang relatif rendah dibandingkan virus pernapasan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak terlalu cemas, tetapi tetap waspada terhadap potensi penularan. “Kita memiliki sistem kesehatan yang siap, dan kasus yang terjadi sejauh ini bisa dikendalikan dengan baik,” ujarnya, menutup penjelasan dalam konferensi pers tersebut.