Topics Covered: Sinner samai rekor Djokovic di Roma
Sinner Samai Rekor Djokovic di Roma
Internazionali BNL d’Italia 2026
Topics Covered – Dari Roma, petenis muda asal Italia, Jannik Sinner, mencatatkan prestasi penting dengan menyamai rekor kemenangan beruntun Novak Djokovic di babak ATP Masters 1000. Di Internazionali BNL d’Italia 2026, Sinner menang telak 6-2, 6-0 melawan Alexei Popyrin pada babak ketiga. Ini menjadi momen penting dalam perjalanan Sinner di turnamen bergengsi tersebut, yang kini menempatkannya di posisi yang sangat menjanjikan.
Bertanding di Rome, Sinner menunjukkan performa yang memukau sejak awal. Dengan gaya permainan agresif, ia langsung mengambil inisiatif dalam pertandingan, mematahkan servis Popyrin di gim pembuka. Dalam pertandingan ini, Sinner hanya membuat satu kesalahan sendiri, terutama pada pukulan backhand, seperti yang dilaporkan oleh laman ATP. Keakuratan dan ketangguhan dalam bermain menjadi kunci kemenangannya.
“Saya merasa angin bertiup searah,” kata Sinner setelah menang, menggambarkan perasaannya saat melawan lawan yang dianggap lebih ringan dalam pertandingan. Kalimat ini menunjukkan kepercayaan dirinya yang tinggi terhadap permainan dan strategi yang diterapkan.
Dalam pertandingan tersebut, Sinner memperlihatkan kemampuan teknik yang luar biasa, termasuk drop shot yang mengguncang pertahanan lawan dan pukulan keras yang mempercepat tekanan. Kombinasi tersebut membawa ia unggul 3-1 dalam empat pertemuan terakhir melawan Popyrin. Penampilan luar biasa ini tidak hanya memperkuat kepercayaannya, tetapi juga membanggakan penonton tuan rumah yang hadir di stadion.
Sinner sebelumnya pernah mengalami kekalahan dalam final Italian Open 2025 saat melawan Carlos Alcaraz. Meski begitu, ia kembali bangkit dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam perjalanan kariernya. Dengan menembus babak keempat, Sinner akan menjadi petenis putra kedua sepanjang sejarah yang mencapai Career Golden Masters—memenangkan keseluruhan sembilan turnamen Masters 1000—jika berhasil mengangkat trofi akhir pekan ini.
Petenis berusia 24 tahun ini juga kembali ke babak 16 besar untuk menghadapi Andrea Pellegrino, yang berada di peringkat 155 dunia. Kemenangan dalam 65 menit atas Popyrin memperpanjang catatan kemenangan beruntun Sinner di Masters 1000 menjadi 30, yang menjadi rekor kedua terpanjang sepanjang masa. Hanya Djokovic yang masih memegang rekor pertama dengan 31 kemenangan beruntun dari Indian Wells 2011 hingga Cincinnati 2011.
Dalam pertandingan tersebut, Sinner menunjukkan konsistensi tinggi. Ia tidak perlu mengubah strategi secara drastis, tetapi mengadaptasi permainannya untuk menghadapi tantangan angin yang memengaruhi arah bola. “Ketika melawan angin, saya mencoba memukul bola agak datar,” jelas Sinner, menggambarkan pendekatannya dalam menghadapi kondisi lapangan yang berubah. Pendekatan ini terbukti efektif, karena ia mampu menguasai ritme pertandingan sejak awal.
Sinners mengungguli Roger Federer dalam rekor kemenangan beruntun Masters 1000. Pada periode Hamburg 2025 hingga Monte-Carlo 2006, Federer mencatatkan 29 kemenangan beruntun, sedangkan Sinner saat ini mencapai angka yang sama, tetapi secara lebih cepat. Ini menunjukkan bahwa Sinner tidak hanya mengikuti jejak legenda, tetapi juga menciptakan catatan baru dalam perjalanan karier petenis muda.
Menariknya, Sinner juga menjadi petenis pertama yang mencapai lima kemenangan beruntun di level Masters 1000. Mulai dari Madrid Open awal bulan ini hingga Paris, Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo, ia sukses memenangkan semua turnamen tersebut. pencapaian ini menunjukkan kemampuannya untuk konsisten dalam kondisi kompetisi yang sangat tinggi, sekaligus membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik di era modern.
Dalam perjalanan ke babak keempat, Sinner memperlihatkan kemampuan untuk bertahan di level tertinggi. Catatan kemenangan beruntunnya dalam Masters 1000 sejak di Shanghai bulan Oktober lalu telah membawa ia ke titik tertinggi, dimana ia belum pernah kalah di level ini. Kekalahan terakhirnya terjadi saat melawan Tallon Griekspoor di Shanghai, tetapi sejak saat itu, ia kembali membangun kepercayaan diri yang luar biasa.
Dengan mengangkat trofi di Roma, Sinner akan menyamai rekor Djokovic yang telah tercatat sejak 2014 hingga 2015. Kemenangan beruntunnya dalam Masters 1000 juga menjadi bukti bahwa ia memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan, baik dari lawan maupun kondisi lingkungan. pencapaian ini tidak hanya mengubah reputasinya di ajang internasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda petenis di seluruh dunia.
Bagi para penggemar, Sinner menawarkan harapan baru tentang kemungkinan peningkatan lebih lanjut dalam permainan berkelas. Dengan menunjukkan dominasi yang kuat di Rome, ia membuktikan bahwa dirinya tidak hanya bisa menyaingi legenda, tetapi juga membangun kariernya sendiri. Tantangan besar masih ada, tetapi dengan performa seperti ini, Sinner semakin dekat dengan status pemain papan atas dalam sejarah tenis profesional.
Momen ini menjadi titik balik penting dalam karier Sinner. Ia tidak hanya menambahkan gelar baru ke koleksinya, tetapi juga meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Rekor yang ia capai menunjukkan kemampuannya dalam menguasai tata permainan, membangun tekanan, dan mempertahankan fokus sepanjang pertandingan. Dengan hasil ini, Sinner semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu bintang terbesar dalam tenis modern, yang siap melangkah lebih jauh ke babak-babak berikutnya.
