New Policy: Menpora dorong transformasi penyelenggaraan SEA Games

Menpora Dorong Transformasi Penyelenggaraan SEA Games

New Policy – Acara SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 yang diadakan di Bali menarik perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, yang berharap kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyempurnakan penyelenggaraan Sea Games. Dalam kesempatan ini, Erick mengungkapkan bahwa Sea Games perlu diubah dari sekadar kompetisi pengumpulan medali menjadi bagian integral dari sistem pengembangan atlet untuk mencapai tingkat internasional. Perubahan ini dianggap penting guna meningkatkan kualitas acara serta daya tariknya bagi masyarakat global.

SEA Games Sebagai Aset Regional

Erick menyatakan bahwa Sea Games memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi regional, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak hanya tergantung pada performa atlet, tetapi juga pada kemampuan negara tuan rumah mengelola agenda secara profesional. “Sudah sepantasnya ajang ini menjadi aset berharga di bidang olahraga yang kita miliki bersama,” kata Erick dalam pernyataan resminya pada Senin (4/5).

Dalam pidatonya, Erick menggarisbawahi bahwa transformasi Sea Games tidak boleh hanya bersifat lokal, tetapi harus memperhatikan standar internasional. Ia menekankan bahwa struktur pertandingan, tata kelola, dan perencanaan komersial yang lebih baik akan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing kompetisi. “Sebagai Menteri yang membawahi pemuda dan olahraga, kita bertanggung jawab untuk membentuk masa depan olahraga di regional tempat kita berada,” tambahnya.

Kontroversi Penyelenggaraan

Dalam sesi diskusi, Erick menyoroti masalah yang sering terjadi selama penyelenggaraan Sea Games, yakni ketidakoptimalan karena dipengaruhi kepentingan tuan rumah. Terutama, pemilihan cabang olahraga dan nomor pertandingan kerap tidak mengacu pada standar Olimpiade, sehingga mengurangi konsistensi dan visibilitas acara. “Pembenahan struktur pertandingan yang konsisten, tata kelola yang transparan, serta perencanaan komersial jangka panjang menjadi kunci meningkatkan kualitas dan daya saing SEA Games,” jelas Erick.

Erick juga mengusulkan agar Sea Games dijadikan sebagai ajang persiapan menuju Asian Games dan Olimpiade. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan atlet Indonesia dalam kompetisi besar. “Cabang olahraga yang dipertandingkan perlu didominasi nomor Olimpiade agar memiliki tolok ukur yang jelas, meski tetap memberi ruang terbatas bagi cabang lokal,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, ia berharap Sea Games bisa menjadi platform yang lebih relevan dalam konteks olahraga global.

“Sudah sepantasnya ajang ini menjadi aset berharga di bidang olahraga yang kita miliki bersama,” ujar Erick dalam pernyataan resminya pada Senin (4/5).

Kemitraan Internasional

Usulan Erick mendapat dukungan dari para delegasi lainnya. Menteri Olahraga Filipina, John Patrick Gregorio, menilai bahwa peningkatan kualitas kompetisi akan memberi dampak positif pada nilai ekonomi Sea Games. “Peningkatan kualitas akan memperkuat daya tarik acara dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian kawasan,” kata Gregorio.

Acting Minister of Culture, Community and Youth Singapura, David Neo Chin Wee, juga menyambut baik langkah transformasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang lebih koheren akan sejalan dengan komitmen negaranya pada olahraga Olimpiade. “Kita perlu bersinergi dalam mengubah cara penyelenggaraan SEA Games agar lebih modern dan profesional,” ujarnya.

Duta Besar Ta Van Thong dari Vietnam menganggap langkah ini sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, penyelenggaraan Sea Games yang lebih baik akan membantu melahirkan atlet kelas dunia. “Kita harus bekerja sama untuk mengembangkan kegiatan ini agar memiliki pengaruh yang lebih luas di tingkat internasional,” tambah Ta Van Thong.

Komitmen Negara-Negara Peserta

Para delegasi juga sepakat membentuk tim ad hoc untuk memastikan pelaksanaan usulan transformasi. Wakil Menteri Pendidikan dan Olahraga Laos, Kingmano Phommahaxay, menyarankan adanya koordinasi lebih intensif antar negara. “Pembentukan tim ad hoc akan membantu mengawal proses perubahan ini secara sistematis,” jelasnya.

Transformasi Sea Games ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dan kualitas pemain dari seluruh negara ASEAN. Dengan mengintegrasikan standar Olimpiade, acara ini bisa menjadi sarana untuk menguji kemampuan atlet sebelum mereka tampil di ajang lebih besar. Erick menilai bahwa penyesuaian tersebut tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kegiatan berskala regional.

Hasil Bali Declaration

Setelah diskusi intensif, para delegasi sepakat menyepakati transformasi Sea Games sebagai prioritas dalam Bali Declaration. Dokumen hasil resmi dari SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 ini menegaskan komitmen untuk mengubah paradigma penyelenggaraan. “Bali Declaration menjadi pedoman bagi negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kualitas Sea Games ke depan,” tulis Erick dalam pernyataan tertulisnya.

Menurut para peserta, perubahan ini akan membuka peluang baru untuk memperkuat kemitraan olahraga regional. Dengan memperhatikan standar global, Sea Games diharapkan mampu menjadi acuan bagi pengembangan olahraga di Asia Tenggara. Erick berharap keterlibatan pemerintah dan organisasi internasional bisa memberikan dampak yang nyata dalam jangka panjang. “Transformasi ini bukan hanya tentang penyelenggaraan, tetapi juga tentang visi masa depan olahraga kita,” katanya.

Dalam konteks ini, Erick menekankan pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan. “Keterbukaan dan partisipasi aktif dari semua pihak akan menjamin keberhasilan transformasi,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran penting media dan publik dalam menilai kualitas penyelenggaraan. “Pandangan masyarakat harus menjadi bagian dari evaluasi,” tambah Erick.

Transformasi Sea Games dianggap sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya saing olahraga ASEAN di kancah internasional. Dengan menyelenggarakan acara yang lebih terstruktur dan berstandar tinggi, negara-negara peserta bisa membangun reputasi yang lebih baik. “Kita harus membangun identitas bersama sebagai kekuatan olahraga kawasan,” kata Erick dalam kesempatan tersebut.

Usulan yang diusulkan dalam Bali Declaration ini menunjukkan komitmen kuat untuk menyempurnakan kegiatan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dengan integrasi standar Olimpiade, Sea Games akan lebih relevan dalam konteks olahraga global. Erick berharap perubahan ini tidak hanya mendorong peningkatan kualitas, tetapi juga memberikan ruang bagi inovasi dalam penyelenggaraan acara. “Kita harus terus beradaptasi dengan tuntutan zaman yang semakin dinamis,” jelasnya.