What Happened During: Mendiktisaintek tekankan urgensi pembentukan karakter bagi pemuda
Mendiktisaintek tekankan urgensi pembentukan karakter bagi pemuda
What Happened During – Jakarta – Dalam kunjungan ke SMA Negeri 14 Jakarta, Selasa (5/5), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyoroti peran penting masa SMA sebagai tahap kritis dalam membentuk kepribadian dan menyiapkan diri menghadapi dunia nyata. Menteri Brian, yang juga mantan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah tersebut, menekankan bahwa masa ini bukan sekadar periode belajar, tetapi menjadi fondasi yang memengaruhi langkah-langkah ke depan.
Pembentukan Karakter sebagai Fase Kritis
Dalam wawancara di Jakarta, Rabu, Mendiktisaintek mengatakan bahwa masa SMA merupakan fase yang paling berpengaruh dalam membentuk identitas seseorang. “Masa SMA itu masa yang menentukan masa depan, masa yang penuh perubahan, dan masa yang paling seru. Jadi, siswa harus bijak dalam memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kemampuan untuk mengelola waktu, menghargai kompetensi, dan menjaga etos kerja menjadi kunci utama dalam melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan pernah lelah mengejar keinginan dan cita-cita. Jangan pernah menyerah mengejar mimpi. Kalau kita mengejar terus, jalan-jalan kemudahan itu akan dibuka,”
Dalam konteks ini, Menteri Brian menegaskan bahwa latar belakang ekonomi tidak menentukan kesuksesan seseorang. “Banyak orang sukses yang berasal dari keluarga sederhana, tetapi mereka berhasil karena memiliki tekad, kerja keras, dan semangat yang tak pernah padam,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa kemampuan individu untuk bertindak mandiri dan beradaptasi menjadi faktor utama dalam meraih prestasi.
Perjalanan Hidup Mendiktisaintek
Pada kesempatan tersebut, Menteri Brian membagikan pengalaman pribadinya, mulai dari masa kecil hingga menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mengatakan bahwa perjalanan hidupnya dimulai dari keluarga yang tidak terlalu mewah, namun ia berhasil menembus jenjang pendidikan tinggi dengan dedikasi dan penekanan pada kebiasaan belajar yang konsisten. “Dari kecil, saya terbiasa menghargai orang tua dan guru. Mereka menjadi pengaruh terbesar dalam kehidupan saya,” ujarnya.
Mendiktisaintek menekankan bahwa penghormatan terhadap pendidik dan keluarga adalah bagian dari fondasi keberhasilan. “Guru adalah penjaga masa depan bangsa. Tanpa mereka, tidak akan ada individu yang bisa berkembang secara optimal. Minta doa terus dari orang tua, karena doa adalah energi tak tergantikan,” tambahnya dalam pemaparannya.
“Bapak/Ibu guru ini adalah orang-orang terbaik di planet Bumi. Mereka lah yang membuat saya berhasil, semua orang berhasil berkat bapak/ibu guru, jangan pernah lupakan guru,”
Menteri Brian juga mengajak siswa untuk menjadikan belajar sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar tugas. Ia menyoroti bahwa pendidikan tinggi kini semakin terbuka, terutama melalui program beasiswa yang memberi akses kepada siswa dari berbagai latar belakang. “Jangan hanya mengejar impian pribadi, tetapi juga berikan kontribusi kepada masyarakat. Kesuksesan sejati adalah ketika kita mampu membantu orang lain,” ujarnya.
Komitmen Pendidikan yang Berdampak
Kunjungan Mendiktisaintek ke SMAN 14 Jakarta menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami memiliki visi untuk menciptakan pendidikan yang berdampak, bukan hanya menekankan hasil ujian, tetapi juga pengembangan karakter dan keahlian,” jelasnya.
Sebagai bagian dari pencapaian tersebut, SMAN 14 Jakarta pada tahun 2026 berhasil memasukkan 21 siswa ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), termasuk 11 siswa yang menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Capaian ini menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi akses pendidikan tinggi. “Ini adalah bukti bahwa kesuksesan bisa diraih siapa pun, asal memiliki tekad dan komitmen,” ujarnya.
“Selama kita memberi manfaat pada orang lain, itu adalah kesuksesan,”
Dalam menjalankan visi tersebut, Mendiktisaintek menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. “Pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada institusi sekolah. Kita perlu berpartisipasi aktif dalam menginspirasi dan mendukung siswa agar bisa menjadi pribadi yang tangguh dan berkontribusi untuk bangsa,” katanya. Ia menambahkan bahwa SMA harus menjadi tempat untuk mengasah nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama, yang akan mengiringi siswa sepanjang hidup.
SMA Negeri 14 Jakarta, yang telah menunjukkan prestasi signifikan melalui program SNBP dan KJP, menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan yang berdampak bisa diwujudkan. Menteri Brian berharap siswa lain di Indonesia juga bisa meniru semangat SMAN 14 Jakarta, tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan diri yang seimbang. “Pendidikan yang baik adalah yang menghasilkan manusia yang bisa berpikir kritis, bekerja keras, dan peduli pada sesama,” pungkasnya.
Langkah-Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Mendiktisaintek juga menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi masa depan tergantung pada bagaimana siswa memanfaatkan masa SMA. “Sekolah adalah tempat untuk membangun fondasi yang kuat, baik secara akademik maupun sosial. Siswa harus mampu mengelola waktu, mengembangkan minat, dan berani mengambil langkah pertama menuju impian mereka,” ujarnya.
Dalam penutupannya, Menteri Brian mengingatkan para siswa agar tidak terjebak pada keinginan instan. “Kita perlu melangkah perlahan, tetapi konsisten. Kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi harus diperjuangkan setiap hari. Masa SMA adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, dan kita harus membangunnya dengan baik,” katanya. Pernyataan ini semakin menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan yang melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Dengan menekankan pentingnya karakter, keberanian, dan kerja sama, Mendiktisaintek berharap para pemuda mampu menjadi pilar masyarakat yang tangguh. “Siswa yang memiliki semangat membentuk diri sejak dini akan mampu menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka, dan akhirnya berkontribusi pada kemajuan bangsa,” pungkasnya.
