Diterjang luapan Kali Wanggu – ratusan rumah di Kendari terendam banjir

Banjir Akibat Luapan Kali Wanggu Menghantam Kendari

Diterjang luapan Kali Wanggu – Sebuah situasi krisis terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ketika luapan Kali Wanggu melanda wilayah Kelurahan Lepo-lepo pada hari Minggu (10/5/2026). Banjir yang disebabkan oleh hujan deras berkepanjangan dan angin kencang mengakibatkan ratusan rumah terendam air, dengan sekitar 685 warga terkena dampak. Salah satu korban meninggal dunia tercatat karena terseret arus banjir yang mengancam keselamatan masyarakat. Gambar udara permukiman yang terendam memperlihatkan sejauh mata memandang, dengan air menggenang di sepanjang jalan dan pemukiman warga. ANTARA FOTO/Jojon/sgd membagikan dokumentasi yang menggambarkan kondisi tersebut.

Penyebab Banjir dan Proses Meluapnya Kali Wanggu

Banjir di Kendari bukanlah kejadian pertama, namun intensitasnya pada hari Minggu lalu memperparah kondisi. Luapan Kali Wanggu terjadi karena curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari sebelumnya, yang menyebabkan saluran air tergenang dan aliran tidak terkendali. Selain itu, kondisi tanah yang lembap dan penambatan tanah di sekitar daerah aliran sungai berkontribusi pada kerusakan infrastruktur drainase. Masyarakat di Kelurahan Lepo-lepo mengeluhkan bahwa luapan Kali Wanggu memang sudah menjadi ancaman tahunan, namun kali ini lebih parah karena faktor cuaca ekstrem dan kurangnya persiapan dari pihak terkait.

Menurut informasi dari pihak kecamatan, hujan intensitas tinggi disertai angin yang cukup kencang mengakibatkan saluran drainase di sekitar Kali Wanggu kehilangan kapasitasnya. Akibatnya, air sungai meluap dan mengalir ke permukiman penduduk, yang banyak berada di dataran rendah. Sementara itu, beberapa sumber mengungkapkan bahwa luapan Kali Wanggu kali ini terjadi lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, sehingga masyarakat kurang sempat mengambil langkah pencegahan. Kejadian ini menimbulkan kekacauan di jalanan dan membuat akses ke sejumlah area terganggu.

Proses Evakuasi dan Dampak pada Pemukiman Warga

Banjir akibat luapan Kali Wanggu memaksa warga untuk menerobos air menggunakan perahu kecil dan sepeda. Dalam situasi ini, warga yang tinggal di daerah terendam terpaksa meninggalkan rumah mereka sementara. ANTARA FOTO/Jojon/sgd mencatat bahwa banyak penduduk berada di atas perahu melintas di depan rumah yang terendam, sementara sejumlah lainnya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Pemerintah setempat bergerak cepat untuk mengoordinasikan evakuasi dan membagikan bantuan logistik, termasuk air minum dan makanan siap saji. Namun, hingga saat ini, ratusan rumah masih tergenang dan butuh waktu untuk kembali pulih.

Banyak warga mengungkapkan bahwa luapan Kali Wanggu mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Dampaknya bukan hanya pada rumah, tetapi juga pada pertanian, infrastruktur pendidikan, dan kesehatan. Air banjir menghanyutkan berbagai benda, termasuk peralatan rumah tangga dan barang-barang pribadi. Banyak warga kehilangan aset penting, yang berdampak pada ekonomi keluarga mereka. Pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan terus berupaya untuk menyelesaikan masalah ini, sambil memantau apakah terjadi peningkatan risiko bencana dalam waktu dekat.

Peran Masyarakat dalam Mengatasi Banjir

Sementara itu, masyarakat Kelurahan Lepo-lepo berperan aktif dalam mengatasi dampak luapan Kali Wanggu. Beberapa warga mengumpulkan barang-barang yang bisa diselamatkan, sementara yang lain mengatur jalur evakuasi agar tidak terjadi kemacetan. Tim relawan lokal turut serta dalam upaya memberi bantuan dan memastikan kesehatan warga yang terdampak. ANTARA FOTO/Jojon/sgd juga mengambil foto dari dalam rumah warga yang masih terendam, sebagai bukti visual dari kondisi tersebut.

Korban banjir akibat luapan Kali Wanggu terus dilacak oleh petugas. Dalam wawancara dengan korban, seorang ibu menyatakan bahwa banjir ini memang sudah diprediksi, tetapi tingkat keparahan melebihi harapan. “Kami sudah berusaha menyimpan barang-barang, tetapi air datang begitu cepat dan tingginya,” ujarnya. Dengan kondisi ini, para warga berharap pemerintah memberikan bantuan yang lebih besar, terutama untuk memperbaiki saluran drainase dan menghindari terulangnya situasi serupa di masa depan.

Banjar akibat luapan Kali Wanggu menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa perencanaan dan kesiapan menghadapi bencana harus ditingkatkan. Pemerintah setempat diwajibkan untuk melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan memastikan ketersediaan tempat pengungsian jika diperlukan. Dengan kejadian ini, harapan masyarakat agar pihak berwenang memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kesadaran akan bahaya banjir terus mengemuka.