Key Strategy: Dinas Pertanian Cilacap siapkan petugas pantau hewan kurban

Dinas Pertanian Cilacap Siapkan Petugas untuk Memantau Kesehatan Hewan Kurban

Key Strategy – Cilacap, Jawa Tengah – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tengah melakukan persiapan untuk menjamin kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Selain itu, mereka juga akan mengadakan pelatihan bagi juru sembelih halal (juleha) sebagai bagian dari upaya mengamankan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, menjelaskan bahwa pelatihan juleha menjadi langkah awal yang penting dalam persiapan Idul Adha. Dalam wawancara di Cilacap, Selasa, ia menyampaikan bahwa jumlah peserta pelatihan terbatas, sekitar 25 orang, dan rencananya akan diadakan dalam beberapa hari mendatang sebelum hari raya. “Kami akan menggelar pelatihan ini agar proses penyembelihan hewan kurban dapat berjalan secara terstandar dan sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan serta kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Sigit menekankan bahwa pelatihan juleha bertujuan untuk memastikan setiap hewan yang disembelih memenuhi syarat halal, sehat secara veteriner, serta tidak menyisakan bagian yang berpotensi membahayakan konsumen. Ia juga menjelaskan bahwa selain pelatihan, Dinas Pertanian akan mengirimkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan ante mortem, yaitu evaluasi kesehatan hewan sebelum proses pemotongan.

“Kalau terkait Idul Adha, pertama kami akan melaksanakan pelatihan juleha. Kuotanya sekitar 25 orang dan rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat sebelum hari raya,” katanya.

Menurut Sigit, keberadaan tim kesehatan hewan ini penting untuk memantau kualitas ternak yang dijual oleh para pedagang musiman. “Biasanya sekitar seminggu sebelum hari H, tim kami turun ke lapangan untuk mengecek kondisi hewan yang diperdagangkan,” terangnya. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan akan mencakup lokasi-lokasi strategis, seperti tepi jalan dan kandang penjualan, guna memastikan semua ternak layak untuk dijadikan kurban.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, Dinas Pertanian juga akan melakukan pengawasan terhadap pedagang ternak di berbagai wilayah. “Kami berencana mengadakan pemeriksaan secara bergiliran agar cakupan area tidak terlewat,” jelas Sigit. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit dan memastikan hewan yang dibeli warga dalam kondisi optimal.

Selain memantau kesehatan hewan sebelum disembelih, tim kesehatan hewan juga akan melaksanakan pemeriksaan post mortem di berbagai masjid dan mushala. “Setelah hewan dipotong, tim akan mengevaluasi organ-organ dalamnya untuk memastikan tidak ada bagian yang tercemar penyakit atau parasit,” tambahnya. Proses ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sebelum melangsungkan ibadah kurban.

“Nanti kami periksa, misalnya hati ternak apakah ada cacing atau penyakit lainnya. Kalau ditemukan bagian yang tidak layak konsumsi, harus dimusnahkan, bisa dibakar atau dikubur dan tidak boleh dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Sigit menyebutkan bahwa pengecekan pascapemotongan ini dilakukan secara rutin, terutama pada hewan yang dipotong di titik-titik pengumpulan. “Dengan adanya pemeriksaan ini, kita bisa mengetahui apakah bagian-bagian tertentu, seperti paru atau usus, mengandung risiko kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam persiapan Idul Adha, Dinas Pertanian juga memastikan stok hewan kurban cukup untuk memenuhi permintaan warga. “Berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlah ternak yang tersedia di Cilacap cukup besar, meliputi sekitar 5.000-6.000 ekor sapi serta 12.000-15.000 ekor kambing dan domba,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa warga tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan hewan karena ada persediaan yang memadai.

Menurut Sigit, ketersediaan ternak lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga mendukung pemberdayaan peternak setempat. “Kami bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cilacap untuk mendorong pembelian ternak lokal sebagai bagian dari mekanisme pembayaran dam (denda) jamaah haji asal daerah tersebut,” terangnya. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Selain itu, Dinas Pertanian berharap pelatihan juleha dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai cara penyembelihan yang benar. “Pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjelaskan aturan syariat Islam terkait prosedur kurban,” ujarnya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi kesalahan penyembelihan yang sering terjadi.

Sigit menyampaikan bahwa keberadaan petugas pantau hewan kurban juga berperan dalam mengantisipasi masalah kebersihan dan keamanan hewan. “Dengan pemeriksaan yang rutin dilakukan, kita bisa memastikan hewan tidak terpapar kuman atau bahan kimia yang merusak kualitasnya,” katanya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan standar kesehatan yang baik.

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Dinas Pertanian juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga kesehatan ternak. “Kami mendorong warga untuk mengikuti petunjuk petugas saat membeli hewan kurban, terutama mengenai kondisi fisik dan kebersihan hewan,” jelasnya. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan hewan sebelum dijadikan kurban.

Sigit menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyeluruh, mencakup aspek teknis, syariat, serta sosial. “Kami ingin memastikan semua proses kurban berjalan aman, baik untuk hewan maupun manusia,” katanya. Ia juga berharap pelatihan juleha dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas penyembelihan secara umum di daerah tersebut.