Meeting Results: Kemarin, istilah “rekayasa” pada program studi hingga Kirab Milangkala
Kemarin, istilah “rekayasa” pada program studi hingga Kirab Milangkala
Perubahan Nomenklatur di Perguruan Tinggi
Meeting Results – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan penjelasan terkait penggunaan istilah “rekayasa” dalam nomenklatur program studi. Perubahan ini diumumkan melalui Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025, yang menetapkan nama-nama program studi pada pendidikan akademik dan profesional. Menurut pernyataan resmi dari Jakarta, istilah “rekayasa” dianggap sebagai pengganti resmi dari “teknik” dalam konteks pendidikan tinggi. Istilah ini, kata mereka, memiliki kesetaraan dengan “engineering” dalam KBBI, sehingga diterapkan untuk mengakomodasi kesesuaian dengan istilah lokal.
Evaluasi Pendaki Meninggal di Gunung Rinjani
Dalam kejadian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), Tim Penyelamat Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi terhadap pendaki Endang Subarna (48), warga Jawa Barat, yang dilaporkan telah meninggal dunia di lokasi pendakian. Evakuasi ini dilakukan setelah informasi mengenai kecelakaan terdengar, dengan petugas langsung menuju kejadian untuk memberikan pertolongan. Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan, mengungkapkan bahwa tim kerja sama memberikan respons cepat guna memastikan keberhasilan proses penyelamatan.
Penyelenggaraan Kampung Darurat di Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kitabisa menetapkan kampung darurat bernama Kampung Cahaya Zakat di Deir Al-Balah, Gaza, Palestina. Penyelenggaraan ini sebagai bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyatakan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dan Presiden Joko Widodo. “Kita menunjukkan komitmen bangsa Indonesia, komitmen Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, yang sangat concern dan commit terhadap nasib rakyat Palestina,” tuturnya dalam keterangan resmi.
Pemulihan Korban Pelecehan di Pesantren Pati
Kementerian Sosial aktif mengawal proses pemulihan bagi korban pelecehan seksual di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh kepada korban dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan perlindungan, rehabilitasi, serta pemberdayaan. “Kami bersepakat untuk melakukan langkah-langkah pemulihan bagi seluruh korban, sekaligus memikirkan masa depan santri di ponpes tersebut agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” imbuhnya dalam pernyataan terkini.
Kritik terhadap Kirab Milangkala Tatar Sunda
Sejumlah anggota legislatif di Jawa Barat, khususnya Anggota Komisi V DPRD Jabar Maulana Yusuf Erwinsyah, mengungkit kritik terhadap acara Kirab Milangkala Tatar Sunda yang digelar Pemprov Jawa Barat. Perayaan ini diadakan di sembilan kabupaten/kota pada 2–18 Mei 2026, namun dinilai tidak selaras dengan sejarah. Menurut Maulana, rangkaian acara ini hanya didasari pada tanggal 18 Mei yang terkait dengan peristiwa tahun 669 Masehi. Namun, ia menyoroti bahwa tidak ada referensi yang pasti mengenai alasan pilihan durasi 16 hari. “Rangkaian kegiatan tersebut tidak konsisten dengan sejarah Tatar Sunda karena dimulai dari Sumedang dan berakhir di Kota Bandung, serta hanya melibatkan sembilan kabupaten/kota,” jelasnya di Bandung, Jumat (15/5).
Transformasi Kebijakan Pendidikan
Perubahan istilah “rekayasa” dalam program studi menjadi fokus utama kebijakan pendidikan tinggi. Kemdiktisaintek menyebutkan bahwa keputusan ini bertujuan memperjelas kategori pendidikan yang diselenggarakan, termasuk bidang teknik dan sains. Sejumlah program studi yang sebelumnya menggunakan istilah “teknik” kini diubah menjadi “rekayasa” untuk menyesuaikan dengan konsep modern. Hal ini juga mengakui bahwa istilah “engineering” dalam bahasa Inggris memiliki padanan resmi dalam KBBI, sehingga diterapkan sebagai nama resmi program studi. Perubahan ini diharapkan memberikan kejelasan bagi mahasiswa, calon mahasiswa, dan institusi terkait dalam memahami kurikulum yang diterapkan.
Langkah Penyelamatan di Gunung Rinjani
Peristiwa kecelakaan di Gunung Rinjani menunjukkan upaya penyelamatan yang cepat dan koordinasi tim gabungan. Endang Subarna, pendaki yang meninggal, berada di kawasan yang merupakan lokasi paling tinggi di NTB. Petugas TNGR, yang terdiri dari tim penyelamat dan medis, berhasil mendekati korban setelah menerima laporan. “Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban,” kata Budy Kurniawan, yang menjelaskan proses kerja tim selama kejadian tersebut. Langkah evakuasi ini menjadi contoh tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keselamatan pendaki.
Komitmen Kemanusiaan Baznas RI
Penyelenggaraan Kampung Cahaya Zakat menunjukkan komitmen Baznas RI dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Dukungan dari masyarakat Indonesia menjadi sumber utama pembentukan kampung darurat ini. Sodik Mudjahid menambahkan bahwa inisiatif ini juga bertujuan membangun hubungan bilateral dengan Palestina. “Kita menunjukkan komitmen bangsa Indonesia, komitmen Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, yang sangat concern dan commit terhadap perjuangan rakyat Palestina,” kata Ketua Baznas RI dalam keterangan resmi. Ia menegaskan bahwa dukungan dari berbagai lembaga seperti Baznas menjadi bagian dari upaya nasional dalam merespons krisis di wilayah Palestina.
Refleksi Kepedulian Terhadap Santri
Dalam upaya pemulihan korban pelecehan seksual di pesantren Pati, Kementerian Sosial tidak hanya fokus pada perlindungan korban, tetapi juga memikirkan masa depan santri yang terkena dampak. Saifullah Yusuf Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah melakukan koordinasi erat dengan pihak setempat guna memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan lancar. “Kami bersepakat untuk melakukan langkah-langkah pemulihan bagi seluruh korban, sekaligus memikirkan masa depan seluruh santri di pondok pesantren tersebut agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” ujarnya. Inisiatif ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap isu kekerasan seksual yang terjadi di kalangan santri.
Kritik Sejarah Kirab Milangkala
Maulana Yusuf Erwinsyah menyoroti ketidaksesuaian antara Kirab Milangkala Tatar Sunda dengan sejarah lokal. Ia mengkritik perayaan yang dianggap memiliki basis kurang kuat secara historis, karena hanya mengacu pada tanggal 18 Mei sebagai simbol peristiwa tahun 669 Masehi. Namun, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai mengapa acara ini diadakan selama 16 hari. “Rangkaian kegiatan tersebut tidak konsisten dengan sejarah Tatar Sunda karena dimulai dari Sumedang dan berakhir di Kota Bandung,” tambah anggota DPRD Jabar tersebut. Kritik ini menunjukkan kebutuhan akan penggunaan historiografi yang lebih akurat dalam penyelenggaraan acara budaya.
Analisis Masa Depan Pendidikan
Perubahan istilah “rekayasa” dalam program studi menjadi tanda dari dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang. Kemdiktisaintek menyatakan bahwa keputusan ini bertujuan menghindari kesalahpahaman antara istilah bahasa Indonesia dan bahasa asing. Selain itu, penyelenggaraan program studi dengan nama “rekayasa” diharapkan meningkatkan relevansi
