Special Plan: Anggota DPR minta perkuat mitigasi hadapi ancaman “El Nino Godzilla”
Anggota DPR Soroti Kebutuhan Penguatan Mitigasi Bencana
Jakarta, Senin – Anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan upaya mitigasi menghadapi ancaman “El Nino Godzilla”, fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan menghantam Indonesia. “Jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama. Saat BMKG memberikan peringatan tentang curah hujan tinggi atau ancaman ‘El Nino Godzilla’, kita harus siap. Mencegah lebih efektif dan lebih ekonomis daripada menangani dampak setelah bencana terjadi,” tuturnya, yang dikutip dari Jakarta, Senin.
BNPB Harus Fokus pada Pencegahan
Ia menekankan bahwa langkah mitigasi perlu dilakukan jauh sebelum kejadian bencana. “Kapasitas BNPB saat ini lebih banyak digunakan untuk penanganan setelah kejadian, sehingga perlu diarahkan ke sosialisasi dan pencegahan lebih dini,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah harus menerapkan kebijakan nasional yang mampu memetakan area rawan secara akurat, serta memperketat pengawasan izin lahan dan hutan untuk mencegah longsor dan banjir yang mengganggu pembangunan.
“Kita perlu mendorong kebijakan nasional yang mampu memetakan daerah rawan bencana secara presisi sejak dini. Selain itu, pengawasan terhadap izin-izin lahan dan hutan harus diperketat untuk mencegah longsor dan banjir bandang yang berdampak sistemik pada pembangunan nasional,” ujar Muhamad Abdul Azis Sefudin.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti tingginya risiko bencana nasional, dengan mencatat hampir 4.000 peristiwa setiap tahun. Sebagai contoh, banjir di Sumatra telah menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah karena langkah mitigasi yang belum optimal. Ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Kerentanan Anak-Anak dalam Bencana
Lebih lanjut, Muhamad Abdul Azis Sefudin memberi perhatian khusus pada perlindungan anak-anak saat bencana terjadi. “Mayoritas korban jiwa dalam bencana adalah anak-anak karena kurangnya pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri,” jelasnya. Menurutnya, anak-anak memiliki daya tahan fisik yang berbeda dari orang dewasa, sehingga rentan terhadap bahaya seperti tsunami atau gempa.
“Karena itu, saya mengusulkan pemerintah memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah, seperti yang diterapkan di Jepang,” katanya. Dengan kurikulum ini, anak-anak Indonesia akan lebih siap menghadapi situasi darurat, termasuk memahami jalur evakuasi sesuai karakteristik wilayah, baik pesisir maupun daerah pegunungan.
Provinsi Rentan Karhutla Akibat El Nino
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa jajaran pemerintah harus fokus pada enam provinsi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena “El Nino Godzilla”. Provinsi tersebut antara lain Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Selatan. Menurut Menteri Hanif, daerah-daerah ini memiliki luas lahan gambut yang signifikan, sehingga memerlukan rencana tindakan spesifik, khususnya dalam pengelolaan ekosistem gambut.
