Special Plan: Sekolah Rakyat di Lebak pada Juli 2026 tempati gedung baru
Sekolah Rakyat di Lebak Siap Beroperasi di Gedung Permanen pada Juli 2026
Special Plan – Lebak, Banten — Sejumlah perubahan signifikan akan terjadi dalam sistem pendidikan daerah ini mulai Juli 2026. Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat, program pendidikan khusus untuk anak dari keluarga miskin dan rentan, akan pindah ke lokasi baru yang berada di Kecamatan Panggarangan. Gedung yang diresmikan pada tahun tersebut memiliki luas tanah 10 hektare, memberikan ruang lebih luas bagi kegiatan belajar mengajar dan fasilitas pendukung lainnya.
Perubahan Struktur dan Penyediaan Sarana
Menurut Lela, gedung baru tersebut dirancang secara permanen dan mampu menampung sekitar 500 siswa, terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta Sekolah Menengah Atas (SMA). “Sekolah Rakyat yang memiliki bangunan permanen akan menerima 500 siswa, meliputi SD, SMP, dan SMA,” jelasnya. Gedung ini dilengkapi berbagai sarana, seperti asrama, perpustakaan, laboratorium, unit kesehatan sekolah (UKS), dan ruang untuk aktivitas ekstrakurikuler, yang memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak dari kalangan kurang mampu terpenuhi secara komprehensif.
“Kami menargetkan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 200 anak, terdiri dari 25 siswa SD, 75 SMP, dan 100 SMA,” ujar Lela. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi keluarga yang berada di desil 1 dan 2, kategori dengan tingkat kemiskinan terparah di Lebak.
Pembangunan Sekolah Rakyat, yang dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dirancang untuk mengurangi beban masyarakat ekonomi lemah dalam membiayai pendidikan. Selain itu, proyek ini juga berupaya memutus silang kemiskinan melalui pemberdayaan sumber daya manusia. “Sekolah Rakyat ini memberikan peluang bagi anak-anak yang putus sekolah atau berpotensi putus, agar mereka dapat meraih pendidikan yang lebih baik,” tambah Lela.
Proses Seleksi dan Dukungan Ekonomi
Menurut informasi yang diberikan, Sekolah Rakyat tidak menerima pendaftaran umum. Siswa yang terdaftar melalui sistem penjangkauan langsung oleh petugas Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Proses verifikasi dan pendataan peserta terus berlangsung, dengan hasil asesmen dikirim ke Bupati untuk ditetapkan sebagai peserta didik dari keluarga desil 1 dan 2.
Dukungan tambahan juga diberikan kepada keluarga siswa, seperti bantuan program perbaikan rumah tidak layak huni, akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pelatihan ekonomi produktif. Tujuan dari program ini adalah memastikan anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah memiliki kesempatan untuk mandiri secara ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan mereka. “Dengan adanya sekolah permanen, kami berharap mencetak generasi muda yang berkualitas,” tutur Lela.
Keadaan Sekolah Rakyat Saat Ini
Saat ini, Sekolah Rakyat di Lebak masih menggunakan tempat sementara. Untuk jenjang SMA, siswa belajar di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen). Sementara itu, jenjang SD dan SMP dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Kondisi ini menjadi tantangan, karena ruang belajar yang terbatas memengaruhi kualitas interaksi antara guru dan siswa.
Lela menjelaskan bahwa dengan penggunaan gedung baru, semua kegiatan pendidikan akan lebih terpusat. “Gedung permanen ini akan menjadi basis utama bagi pengembangan Sekolah Rakyat, memastikan fasilitas yang memadai untuk pembelajaran dan kehidupan siswa,” katanya. Peralihan ke lokasi baru juga diharapkan meminimalkan biaya transportasi dan meningkatkan aksesibilitas bagi para siswa, terutama di daerah terpencil.
Misi Program dan Harapan Masa Depan
Program Sekolah Rakyat, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, merupakan bagian dari upaya memeratakan pendidikan di Indonesia. Lela menegaskan bahwa proyek ini bertujuan memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak yang membutuhkan. “Kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat berperan penting dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan daya saing generasi muda. “Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Lela. Dengan adanya dukungan dari berbagai program pemerintah, diharapkan anak-anak dari keluarga miskin tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang membantu mereka meraih hidup yang lebih baik.
Sementara itu, Lela mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara berbagai instansi. “Pembangunan gedung baru adalah langkah awal, tetapi komitmen terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu tetap harus terus dipertahankan,” tambahnya. Ia juga menyoroti peran Tim Pendamping PKH dalam mengidentifikasi calon siswa yang layak mendapatkan bantuan. “Mereka melakukan pendataan secara langsung, memastikan setiap anak yang membutuhkan mendapatkan kesempatan tanpa terlewatkan,” ujarnya.
Sebagai langkah penguatan, penggunaan gedung baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga siswa mampu berkembang secara maksimal. “Dengan infrastruktur yang memadai, kami yakin kemampuan anak-anak akan meningkat, dan mereka bisa menjadi pilar masyarakat yang lebih kuat,” pungkas Lela. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun Lebak menjadi daerah yang lebih berdaya saing melalui pendidikan inklusif.
Kesimpulan dan Target Masa Depan
Kebutuhan pendidikan bagi anak-anak keluarga miskin di Lebak akan terpenuhi lebih baik dengan beroperasinya Sekolah Rakyat di gedung permanen. Fasilitas yang lengkap dan lingkungan belajar yang lebih nyaman diprediksi akan meningkatkan motivasi siswa. “Kami berharap program ini menjadi contoh sukses dalam menyelesaikan masalah pendidikan di tingkat daerah,” kata Lela. Dengan program ini, Lebak berupaya mewujudkan keadilan pendidikan, sehingga tidak ada anak yang harus putus karena ketidakmampuan ekonomi.
Sementara itu, pihaknya terus memantau perkembangan pembangunan gedung. Proyek ini diharapkan selesai tepat waktu, agar sektor pendidikan dapat berjalan optimal pada musim sekolah 2026/2027. “Kami siap menyukseskan program ini, karena pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa,” pungkas Lela. Dengan gedung yang baru, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia yang berdaya guna.
