Key Issue: PSSI buka suara penggunaan GBK jelang laga Persija vs Persib

PSSI Buka Suara Soal Penggunaan SUGBK Sebelum Laga Persija vs Persib

Key Issue – Dalam keterangan resmi yang diterima Antara News, Senin, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memberikan tanggapan mengenai penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam rangkaian Super League 2025/2026. Ia menegaskan bahwa PSSI bersedia menampung laga tersebut di SUGBK dan membantah adanya pernyataan bahwa stadion akan direnovasi rumput sebagai persiapan bagi tim nasional Indonesia menghadapi FIFA Match Day pada bulan Juni mendatang.

Berita tentang potensi perbaikan rumput SUGBK yang akan dilakukan sebelum laga Persija vs Persib beredar di media sosial. Isu tersebut pertama kali diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief, yang mengklaim menerima informasi dari pihak pengelola GBK. Menurutnya, SUGBK akan digunakan untuk pertandingan timnas pada 5 Juni 2026, sehingga perawatan rumput menjadi prioritas.

“Ya, memang ada FIFA Match Day bulan Juni 2026 ini. Timnas dan PSSI akan menggunakan Stadion GBK. Namun, tentang Persija, PSSI sudah mengetahui jadwal pertandingannya,” kata Yunus Nusi.

Yunus Nusi menjelaskan bahwa PSSI tidak menerima pemberitahuan resmi dari pengelola GBK terkait rencana perawatan rumput. Ia menyatakan bahwa kondisi lapangan saat ini masih memadai, terutama setelah digunakan dalam laga tim Garuda pada Maret lalu tanpa kendala signifikan. “Bagi PSSI, lapangan atau rumput saat ini juga dalam keadaan baik. Malah, kami merasa puas karena kualitasnya sangat memuaskan, bahkan untuk pertandingan tingkat nasional,” tambahnya.

Menanggapi isu tersebut, Tauhid Indrasjarief mengatakan bahwa pihak pengelola GBK memang menyampaikan informasi soal perawatan rumput. Namun, ia menegaskan bahwa ini tidak berarti laga Persija vs Persib akan dipindahkan. “Kami mendengar dari pihak GBK bahwa ada pengelolaan rumput sebagai persiapan untuk timnas. Tapi, ini tidak memengaruhi jadwal laga kami,” jelas Tauhid.

“SUGBK akan digunakan dalam laga tim Garuda pada 5 Juni mendatang, jadi perawatan rumput menjadi kebutuhan. Kami sudah berkoordinasi dengan PSSI, dan kesiapan stadion dinilai memadai,” ungkap Tauhid Indrasjarief dalam keterangan terpisah.

Yunus Nusi menyampaikan bahwa PSSI terus memantau kondisi lapangan secara berkala, termasuk setelah digunakan dalam pertandingan besar sebelumnya. Ia menekankan bahwa penggunaan SUGBK untuk laga Persija vs Persib tidak terganggu oleh rencana perbaikan rumput. “Kami melihat bahwa kondisi lapangan tetap layak untuk pertandingan, baik dari segi kualitas rumput maupun fasilitas pendukung,” katanya.

Dalam konteks persiapan Super League 2025/2026, PSSI telah melakukan evaluasi terhadap berbagai stadion yang berpotensi digunakan. SUGBK, sebagai salah satu venue utama, dinilai memiliki kapasitas besar dan fasilitas lengkap. “Selain itu, kami juga mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan penonton,” tambah Yunus Nusi.

Perlu diketahui, SUGBK telah menjadi tempat pertandingan penting sejak era awal sepak bola Indonesia. Stadion ini sering menjadi venue untuk laga nasional dan internasional, termasuk pertandingan besar seperti final Piala AFF atau pertandingan uji coba melawan tim kuat dari luar negeri. Penggunaannya untuk laga Persija vs Persib pun dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapan venue dalam kompetisi tingkat elite.

Yunus Nusi mengakui bahwa ada proyek perbaikan rumput yang direncanakan untuk SUGBK, tetapi menegaskan bahwa ini tidak akan mengganggu jadwal laga Persija. “Proses perawatan tersebut akan dilakukan secara bertahap, dan kami yakin lapangan tetap bisa digunakan untuk pertandingan yang dijadwalkan pada 10 Mei 2026,” jelasnya.

Menurut informasi yang didapat, Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung akan menjadi salah satu laga yang dinanti oleh penggemar sepak bola Indonesia. Pertemuan antara dua klub besar tersebut selalu menarik karena sejarah persaingan yang panjang dan penonton yang antusias. PSSI berharap laga ini berjalan lancar, baik dalam segi teknis maupun atmosfer.

Dalam upaya menjaga kualitas lapangan, PSSI telah melakukan komunikasi intensif dengan pengelola GBK. Dengan adanya perbaikan rumput, ia menilai bahwa SUGBK bisa menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia untuk pertandingan tingkat nasional. “Kami percaya bahwa pengelolaan rumput yang dilakukan akan meningkatkan kualitas stadion, tetapi tidak memengaruhi rencana laga Persija,” kata Yunus Nusi.

Sebagai catatan tambahan, Pertandingan Persija vs Persib telah menjadi tradisi dalam sepak bola Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Setiap kali pertandingan ini digelar, biasanya menimbulkan reaksi yang cukup kuat dari penonton, baik berupa dukungan maupun kritik terhadap performa tim. Dengan menggunakan SUGBK, PSSI berharap dapat memperkuat ekspektasi publik terhadap pertandingan tersebut.

Yunus Nusi menambahkan bahwa PSSI juga mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi infrastruktur dan keselamatan para pemain. “Kami telah memastikan bahwa segala fasilitas di SUGBK dalam kondisi prima. Termasuk rumput yang sudah ditata dengan baik untuk mencegah kejadian serupa seperti beberapa waktu lalu,” katanya.

Di sisi lain, Tauhid Indrasjarief mengakui bahwa pihaknya telah mengirimkan usulan agar pertandingan Persija vs Persib tetap berlangsung di SUGBK. Ia menyatakan bahwa isu tentang perawatan rumput tidak seluruhnya menutup kemungkinan penggunaan stadion tersebut. “Kami sedang menunggu konfirmasi dari pihak pengelola GBK, tetapi kami optimis laga tetap bisa digelar sesuai jadwal,” tambahnya.

Dengan adanya penjelasan dari PSSI, masyarakat sepak bola Indonesia kembali merasa yakin bahwa pertandingan Persija vs Persib akan berjalan sesuai rencana. Stadion GBK, yang memiliki kapasitas sekitar 100 ribu penonton, dianggap sebagai tempat yang cocok untuk menghadirkan suasana pertandingan yang seru dan mendukung performa maksimal pemain.

PSSI juga memastikan bahwa perawatan rumput tidak akan dilakukan secara mendadak. Proses ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan sebelum FIFA Match Day pada Juni 2026. Dengan demikian