Meeting Results: Terralogiq dan Google gelar Map The Way Indonesia 2026 bahas AI
Terralogiq dan Google Menggelar Map The Way Indonesia 2026, Fokus pada Pemanfaatan AI dan Location Intelligence
Meeting Results – Jakarta, 5 Mei 2026 – Event teknologi tahunan Map The Way Indonesia 2026 akan diadakan di kantor Google Jakarta pada 5 Mei 2026. Forum ini menghadirkan wawasan terkini mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta teknologi location intelligence dalam mendukung transformasi industri strategis. Dalam acara tersebut, para peserta akan mendiskusikan cara mengintegrasikan data lokasi dengan alat AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengidentifikasi peluang pasar baru. Selain itu, event ini juga menggambarkan perjalanan lebih dari 20 tahun inovasi Google Maps Platform, yang sejak tahun 2005 telah berkembang dari aplikasi navigasi sederhana menjadi ekosistem geospasial global yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis lokasi.
Pengembangan Google Maps Platform Sejak 2005
Google Maps Platform, yang di-launching pada 2005, kini menjadi salah satu layanan peta terdepan di dunia. Dalam 20 tahun terakhir, platform ini tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi untuk pengguna pribadi, tetapi juga mendorong pengembangan industri berbasis data geospasial. Dengan keterlibatan AI dan teknologi pemetaan, Google Maps Platform terus beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, Map The Way Indonesia 2026 bertujuan mengembangkan solusi konkret yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan lokal.
Strategi Pemanfaatan Data Lokasi dan AI
Farry Argoebie, Chief Technology Officer dari Terralogiq, dalam rilis pers yang diterima Selasa, mengatakan bahwa data lokasi telah menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan bisnis strategis. “Map The Way Indonesia 2026 hadir untuk menjembatani pelaku industri dengan solusi nyata, di mana AI dan Location Intelligence digunakan untuk menjawab tantangan operasional serta mengungkap peluang pasar yang sebelumnya tidak terlihat. Perusahaan yang tidak memanfaatkan data lokasi dan AI akan kalah dalam efisiensi operasional dalam 2-3 tahun ke depan,” terangnya.
Target Sektor Industri yang Disasar
Map The Way 2026 dirancang dengan pendekatan berbasis industri, dengan mengutamakan sektor-sektor kunci seperti ritel, FMCG, perbankan, logistik, dan teknologi. Untuk sektor ritel dan FMCG, acara ini akan membahas analisis lokasi outlet serta pemetaan permintaan pasar secara hyperlocal. Di bidang perbankan dan jasa keuangan, fokusnya adalah optimalisasi jaringan cabang dan pemetaan risiko. Sementara itu, sektor logistik akan menggali potensi optimasi rute distribusi, dan perusahaan teknologi akan menjelajahi cara mengintegrasikan data lokasi dengan kecerdasan buatan.
Para pembicara yang diundang dalam acara ini termasuk Jolly Ahuja, Head of Sales South East Asia Google Maps Platform, serta Anjusha Sandeep Nair, Principal Architect APAC Google Maps Platform. Mereka akan berbagi pengalaman dan perspektif mengenai penerapan teknologi di berbagai industri. Selain itu, acara juga menampilkan Thomas Hendy, Chief Executive Officer Terralogiq, yang akan menjelaskan peran mitra resmi Google Maps Platform di Indonesia dalam membangun strategi pemanfaatan teknologi.
Sesi Diskusi dan Jejaring Strategis
Map The Way Indonesia 2026 tidak hanya menyajikan presentasi, tetapi juga menyediakan sesi diskusi interaktif yang membahas penerapan nyata teknologi dalam pemilihan lokasi bisnis dan analisis risiko. Peserta akan diberikan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan pemimpin industri, dengan harapan menghasilkan kolaborasi strategis. Forum jejaring juga dijadwalkan untuk memperkuat hubungan antara eksekutif dan pelaku bisnis dalam ekosistem Google Maps Platform.
Dalam upaya menciptakan transformasi digital yang lebih cepat, Terralogiq berperan sebagai mitra utama Google Maps Platform. Perusahaan ini menyediakan strategi implementasi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan lokal, mulai dari edukasi hingga eksekusi teknis. Dengan memadukan layanan Maps dan AI, Terralogiq bertujuan membantu bisnis Indonesia menghadapi tantangan global serta memperkuat daya saingnya di tingkat internasional.
Potensi Teknologi dalam Percepatan Digitalisasi
Acara ini diharapkan menjadi katalisator percepatan digitalisasi nasional, dengan menawarkan implementasi teknologi yang konkret. Farry Argoebie menekankan bahwa pemanfaatan data lokasi dan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dalam berbagai sektor. Dengan memanfaatkan analisis data geospasial, perusahaan bisa mengambil keputusan yang lebih tepat waktu dan berbasis bukti, sehingga meningkatkan keuntungan serta mengurangi risiko.
Peran Terralogiq dalam Transformasi Industri
Terralogiq, sebagai mitra resmi Google Maps Platform di Indonesia, menawarkan berbagai layanan teknologi untuk membantu perusahaan dalam adaptasi digital. Mulai dari pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan, hingga pemanfaatan alat analisis untuk mengoptimalkan operasional. Dalam konteks bisnis Indonesia, perusahaan-perusahaan lokal sering kali menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam operasional mereka. Map The Way 2026 diharapkan menjadi wadah untuk mengatasi masalah ini.
Sebagai bagian dari transformasi digital, kecerdasan buatan dan location intelligence menjadi elemen penting dalam membentuk strategi bisnis yang inovatif. Farry Argoebie menyebutkan bahwa AI mampu memproses data lokasi secara efisien, menghasilkan wawasan yang lebih mendalam tentang perilaku konsumen, tren pasar, serta risiko yang mungkin terjadi. Dengan memanfaatkan teknologi ini, perusahaan bisa mengambil langkah proaktif dalam menghadapi perubahan pasar. Contohnya, dalam sektor ritel, pemetaan permintaan pasar secara hyperlocal dapat membantu perusahaan mengidentifikasi titik-titik potensial untuk pembukaan toko baru.
Masa Depan Digitalisasi dan Keterlibatan Google Maps
Google Maps Platform, dengan kemampuannya dalam menyediakan data geospasial, menjadi alat penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memperkuat strategi mereka. Dalam Map The Way Indonesia 2026, para pembicara akan memaparkan bagaimana layanan ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, baik dalam hal pengelolaan rantai pasok maupun optimasi jaringan distribusi. Jolly Ahuja, Head of Sales South East Asia, akan membahas peran Google Maps dalam mendukung pertumbuhan bisnis di Asia Tenggara.
Di sisi lain, Anjusha Sandeep Nair, Principal Architect APAC, akan menjelaskan bagaimana AI dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan pemrosesan data lokasi. Dengan penggunaan alat analisis yang canggih, perusahaan bisa membuat prediksi yang lebih akurat mengenai permintaan pasar atau risiko lingkungan. Terlebih lagi, dalam sektor logistik, teknologi ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan rute distribusi, sehingga mengurangi biaya operasional dan waktu pengiriman.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Indonesia
Dengan tema sentral yang terkait dengan pemanfaatan AI dan location intelligence, Map The Way Indonesia 2026 diharapkan menjadi forum utama bagi para pemimpin industri untuk menjajaki kolaborasi strategis. Farry Argoebie menegaskan bahwa event ini tidak hanya mengeksplorasi potensi teknologi, tetapi juga membangun jaringan antar sektor. Dalam prosesnya, Terralogiq dan Google akan menawarkan solusi berbasis data untuk membantu perusahaan lokal bersaing secara global.
Keterlibatan Google Maps Platform dalam transformasi digital Indonesia juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan peta di wilayah Asia Tenggara. Dengan pendekatan yang terintegrasi, platform ini
