Menghadapi Tantangan: Masalah-masalah kesehatan yang perlu diwaspadai oleh jemaah haji
Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai oleh Jamaah Haji
Jakarta – Dr. Andi Kurniawan Sp.KO, seorang dokter spesialis olahraga, memperingatkan bahwa kondisi fisik dan lingkungan yang ekstrem selama melaksanakan ibadah haji dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa penyakit seperti diabetes, hipertensi, serta gangguan jantung bisa lebih rentan muncul atau kambuh saat para jemaah menghadapi aktivitas berat.
“Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner,” ujar lulusan Universitas Indonesia itu kepada ANTARA pada hari Kamis.
Menurut dokter Andi, kondisi hipoglikemia atau hiperglikemia mungkin terjadi akibat peningkatan aktivitas yang drastis. Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam tubuh turun di bawah ambang normal, yakni di bawah 70 mg/dL. Meski umumnya dialami penderita diabetes, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.
Di sisi lain, hiperglikemia adalah situasi di mana kadar gula darah meningkat signifikan, melebihi 300 mg/dL. Ia menegaskan bahwa stres dan pola makan yang tidak teratur dapat memperparah kondisi ini. Selain itu, tekanan darah yang tinggi bisa terjadi karena faktor seperti kelelahan, dehidrasi, serta paparan panas yang berlebihan.
“Aktivitas fisik mendadak berat pada jemaah yang memiliki faktor risiko metabolik dapat memicu serangan jantung akut,” tambah dokter tersebut.
Dokter Andi menyarankan para jemaah haji untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat serta meningkatkan daya tahan tubuh melalui latihan fisik. Bagi yang memiliki kondisi penyerta, seperti penyakit kronis, disarankan membawa stok obat yang cukup dan memastikan konsumsi obat secara rutin sesuai instruksi medis.
Menurutnya, jemaah yang membutuhkan pengobatan terus-menerus sebaiknya menyiapkan obat dalam jumlah minimal 1,5 kali durasi perjalanan di dalam tas yang mudah diakses. Langkah ini bertujuan untuk menghindari risiko komplikasi kesehatan selama ibadah haji.
