PBB Sampaikan Perkembangan Terkini Investigasi Gugurnya 3 Prajurit TNI UNIFIL
PBB Sampaikan Perkembangan Terkini Investigasi Gugurnya 3 Prajurit TNI UNIFIL
PBB memberikan update terbaru mengenai penyelidikan mengenai kematian tiga anggota TNI di satgas UNIFIL Lebanon. Menurut Wasekjen PBB Bidang Operasi Perdamaian, Jean Pierre Lacroix, penyelidikan masih berlangsung, tetapi belum terdapat bukti yang cukup untuk memastikan penyebab pasti.
“Penyelidikan masih berlangsung, tetapi belum terdapat bukti yang cukup untuk memastikan penyebab pasti. Contohnya, pada peristiwa kemarin (Senin 30 Maret 2026), bisa saja ledakan itu ditimbulkan dari tembakan mortir, atau artileri, kita belum tahu asalnya,”
Lacroix menjelaskan bahwa situasi yang terjadi belum bisa dikonfirmasi secara definitif. Ia menambahkan bahwa insiden kedua, yaitu ledakan di konvoi pasukan, juga belum dapat dijelaskan secara pasti, apakah disebabkan oleh bahan peledak terimprovisasi (IED) atau faktor lain seperti bombardir.
“Sama seperti insiden kedua, ledakan yang terjadi pada konvoi pasukan bisa saja dipicu bahan peledak terimprovisasi (IED) atau bombardir. Terlalu awal untuk menyimpulkan,”
Lacroix mengungkapkan bahwa kejadian ini memberikan dampak psikologis pada pasukan perdamaian. Namun, ia memuji semangat dari negara-negara penyumbang pasukan. “Meski begitu, negara-negara penyumbang pasukan perdamaian tetap menunjukkan kesatuan dan komitmen mereka. Ini merupakan tugas dan perintah dari Dewan Keamanan PBB. Kita harus menyelesaikan misi ini,”
