Solusi untuk: Arief Wismoyono juarai lari lintas alam Kerinci100 Jambi

Arief Wismoyono juarai lari lintas alam Kerinci100 Jambi

Kabupaten Kerinci menjadi panggung utama untuk lomba lari lintas alam Kerinci100, di mana pelari Arif Wismoyono berhasil menjadi pemenang setelah mengalahkan 28 pesaing dari berbagai daerah, termasuk peserta internasional. Ia mencapai garis finish pada Sabtu pukul 21.59 WIB setelah melalui perjalanan melewati medan berat dan hamparan rawa selama hampir 18 jam.

Menurut data penyelenggara, Arief mulai memulai tantangan pertama pada pukul 05.54 WIB menuju puncak Gunung Kerinci. Setelah berlari menanjak selama lebih dari dua jam, ia mencapai atap Sumatera tepat pukul 08.26 WIB, menjadi pelari maraton pertama yang berhasil meraih puncak Gunung Kerinci (3.805 Mdpl). Setelah melewati cek poin pertama, ia terus melanjutkan perjalanan menuruni gunung dan memasuki jalur rimba kedua menuju Danau Gunung Tujuh.

“Saya benar-benar lelah, hutan yang sangat rapat dan berlumpur membuatnya sulit berjalan, tapi menurutnya, tantangan ini sangat menyenangkan. Perjalanan di rawa yang datar membuatnya terjatuh, tapi saya masih bisa melanjutkan,” kata Arief setelah tiba di garis kemenangan.

Sejak tahun 2014, pelari berpengalaman ini menyelesaikan cek poin kedua di Air Terjun Telun Berasap pada pukul 11.56 WIB, dengan keunggulan 20 menit dibandingkan pesaing terdekat, Werfan Sinaga. Setelah istirahat minum di pintu rimba menuju Danau Gunung Tujuh pada pukul 12.43 WIB, Arief menyelesaikan jalur menuju danau tertinggi kedua di Indonesia dalam waktu 1 jam 21 menit.

Direktur Operasi Dian Ersukmara menjelaskan, lomba lintas alam di Kerinci memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki oleh gunung berapi lainnya di Indonesia. Faktor seperti literasi jalur yang terbatas dan bentang alam yang beragam—termasuk medan menanjak, menurun, serta rawa yang membutuhkan konsentrasi tinggi—menjadikan acara ini menarik bagi peserta yang mencari pengalaman petualangan.

“Lintasan dan hambatan belum banyak diketahui, bentang alam cara menyikapi beda bertemu rawa bagaimana menyikapi. Target kami untuk lomba 100 kilometer sekitar 33 jam,” ujar Dian sebelum acara dimulai.