Strategi Penting: Pemkab Bogor jadi rujukan Seskoad dalam mitigasi bencana

Pemkab Bogor jadi rujukan Seskoad dalam mitigasi bencana

Kunjungan Strategis Seskoad ke Kabupaten Bogor

Di Kabupaten Bogor, pemerintah setempat berperan sebagai referensi bagi para siswa Dikreg LXVII Seskoad dalam studi tentang mitigasi bencana dan tindakan darurat. Bupati Rudy Susmanto bersama Forkopimda menerima rombongan Perwira Siswa yang melakukan kunjungan di Cibinong, Senin. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dengan TNI dan Polri, khususnya dalam menghadapi tantangan bencana di wilayah tersebut.

Rudy Susmanto menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi yang lebih erat antara institusi keamanan dengan pemerintah daerah. “Ini menjadi energi baru untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah serta mengabdi bagi bangsa dan negara,” ujarnya dalam sesi pertemuan. Ia menekankan bahwa Kabupaten Bogor memiliki dinamika kebencanaan yang kompleks karena jumlah penduduknya yang besar, dengan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.

Dalam upaya penanganan, Pemkab Bogor fokus pada kecepatan dan koordinasi lintas sektor. Menurut Rudy, sepanjang 2025, wilayah ini menghadapi 1.826 insiden bencana yang seluruhnya teratasi melalui kolaborasi. “Penanganan bencana kami mengedepankan kecepatan dan koordinasi. Tenda pengungsian hanya bersifat sementara, selanjutnya masyarakat difasilitasi hunian sementara yang layak,” katanya.

Pemkab Bogor juga mendorong penguatan mitigasi melalui infrastruktur yang dibangun bersama TNI. Contohnya, akses jalan di daerah terpencil yang berfungsi ganda sebagai jalur evakuasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Rudy menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menciptakan daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

Sementara itu, perwakilan Seskoad menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Lapangan Wilhan (KKL Wilhan) berlangsung pada 6–9 April 2026 di wilayah Kodam III/Siliwangi. Kegiatan ini mengusung tema sinergitas komponen bangsa dalam penanggulangan bencana guna memperkuat ketahanan nasional. KKL Wilhan dianggap sebagai bagian krusial dalam pembelajaran perwira siswa untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan analisis terhadap dinamika wilayah, termasuk implementasi pembinaan teritorial dalam sistem pertahanan negara.