Mengatasi Masalah: Pramono minta warga tak panik terkait kenaikan harga bahan makanan
Pramono Minta Warga Tetap Tenang Meski Ada Kenaikan Harga Bahan Makanan
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan pesan agar masyarakat tidak terburu-buru membeli barang karena kenaikan harga beberapa bahan makanan serta plastik. Menurutnya, stok bahan-bahan pokok di kota tetap memadai, sehingga tidak perlu panik. “Tidak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya masih cukup,” ujarnya di Jakarta Pusat, Senin.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau fluktuasi harga di pasar secara harian. Meskipun terjadi perubahan signifikan pada harga produk plastik, pihaknya menegaskan bahwa inflasi secara umum masih terjaga dengan baik. “Di Jakarta sampai hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik,” jelas Pramono.
Kenaikan Harga Plastik Capai 50 Persen
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat adanya kenaikan harga plastik hingga 50 persen dari kondisi normal. Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, menyebut kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak 28 Februari 2026. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, harga plastik berkisar Rp10.000, tetapi dalam sepekan terakhir naik Rp500 hingga Rp700.
“Sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi.
Kenaikan biaya produksi plastik berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang lain jika terus berlangsung. Para pedagang mulai menyesuaikan harga untuk menutupi beban tambahan. Reynaldi menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman bahan baku plastik. “Kalau kita lihat bahan baku plastik itu menggunakan BBM, tentu ini akan mempengaruhi sekali, yang konfliknya terjadi di Timur Tengah,” tambahnya.
Terlebih lagi, konflik di wilayah tersebut juga berdampak pada bahan pangan impor seperti kedelai. Akibatnya, harga tempe dan tahu meningkat. Meskipun ada tekanan pada pasokan, Pramono menegaskan bahwa pihaknya tetap terus mengawasi situasi dan berupaya memastikan stabilitas harga di pasar.
