Latest Program: Total pertanggungan KUR Askrindo capai Rp810,3 triliun per Maret 2026
Total pertanggungan KUR Askrindo capai Rp810,3 triliun per Maret 2026
Pertanggungan KUR Melampaui Batas yang Diharapkan
Latest Program – Di Kota Semarang, Jawa Tengah, perusahaan asuransi kredit Askrindo melaporkan pertumbuhan signifikan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir Maret 2026. Data yang diterbitkan menunjukkan bahwa nilai total pertanggungan KUR mencapai Rp810,3 triliun, dengan jumlah debitur mencapai lebih dari 36,8 juta orang. Angka tersebut mencerminkan kontribusi yang besar dari Askrindo dalam mendukung pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. KUR, yang merupakan instrumen keuangan untuk membantu pengembangan usaha kecil, telah menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan dalam Program KUR
Dalam taklimat media yang diadakan di Semarang, Kamis malam, Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menjelaskan bahwa kehadiran perusahaan dalam program KUR adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat inklusi keuangan. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, tetapi juga memastikan stabilitas keuangan dalam jangka waktu yang lebih panjang. “Kami terus berupaya menyelaraskan dukungan finansial dengan kebutuhan pasar, terutama pada sektor yang masih rentan,” kata Mahelan.
“Partisipasi aktif kami dalam program KUR merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung inklusi keuangan dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Mahelan Prabantarikso.
Kinerja Asuransi Kredit Tetap Kuat Meski Tantangan Ada
Di tengah perubahan dinamis di industri keuangan, Askrindo menyatakan bahwa sektor asuransi kredit masih menunjukkan ketahanan yang baik. Sebagai bagian dari portofolio perusahaan, asuransi kredit menyumbang 70 persen dari total aktivitas bisnis. Meski rasio klaim industri berada pada tingkat yang relatif tinggi, Mahelan menjelaskan bahwa kondisi ini justru menunjukkan peran strategis industri dalam menangani risiko pembiayaan. “Kenaikan rasio klaim menjadi bukti bahwa asuransi kredit semakin diperlukan sebagai pelindung bagi pelaku usaha, terutama yang berada di sektor UMKM,” tambahnya.
Penguatan Manajemen Risiko Menjadi Prioritas
Menghadapi tantangan tersebut, Askrindo terus meningkatkan kemampuan manajemen risiko secara menyeluruh. Upaya ini mencakup penguatan pada berbagai tahapan, mulai dari proses underwriting hingga pengelolaan klaim. Mahelan menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas portofolio dan memastikan keberlanjutan operasional. “Dengan memperbaiki sistem risiko, kami tidak hanya mengurangi potensi kerugian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra,” tutur Mahelan.
Kinerja Keuangan Perusahaan Tercatat Naik
Sejalan dengan pertumbuhan KUR, Askrindo juga melaporkan peningkatan dalam kinerja keuangan perusahaan per Maret 2026. Premi yang terkumpul mencapai Rp1,16 triliun, naik sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan di sektor asuransi umum, yang mencatatkan kenaikan hingga 44 persen. Mahelan menyebutkan bahwa keberhasilan di sektor tersebut membantu memperkuat posisi Askrindo dalam pasar asuransi.
Proyeksi Pertumbuhan Industri Asuransi Kredit
Memasuki tahun 2026, Askrindo memproyeksikan bahwa industri asuransi kredit akan tetap berada dalam kondisi positif. Proyeksi ini sejalan dengan target pertumbuhan kredit perbankan yang diharapkan mencapai 8 hingga 12 persen. Namun, Mahelan menekankan bahwa pertumbuhan yang diusahakan harus berorientasi pada kualitas, bukan hanya volume. “Kami yakin peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama dengan meningkatnya permintaan mitigasi risiko di berbagai sektor ekonomi,” katanya.
Strategi Jangka Panjang untuk Kebijakan Keuangan
Komitmen Askrindo tidak hanya terbatas pada pertumbuhan tahunan, tetapi juga menitikberatkan pada pembangunan jangka panjang. Perusahaan berencana melanjutkan inisiatif-inisiatif yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui mekanisme penjaminan kredit yang lebih inklusif. Mahelan menambahkan bahwa keberhasilan KUR selama ini menjadi dasar untuk mengembangkan program baru yang lebih efektif dalam menyasar masyarakat pedesaan atau sektor usaha yang terpinggirkan. “Kami percaya bahwa program ini akan terus berkontribusi pada penguatan perekonomian nasional, terutama melalui pendekatan yang lebih holistik,” ujarnya.
Dalam menjaga kualitas pertumbuhan, Askrindo juga berfokus pada peningkatan kepercayaan pelanggan melalui transparansi dan akuntabilitas. Upaya ini mencakup pengoptimalan layanan pelanggan, peningkatan keandalan sistem pembayaran, serta pelatihan terhadap staf untuk memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai manfaat asuransi kredit. Mahelan berharap langkah-langkah tersebut akan memperkuat posisi Askrindo sebagai mitra andal dalam memperbaiki akses keuangan bagi masyarakat Indonesia.
Dengan pertumbuhan yang terukur dan proyeksi positif, Askrindo mengharapkan kontribusi lebih besar dalam mendukung sektor UMKM. Perusahaan juga siap menghadapi tantangan-tantangan masa depan, seperti perubahan kebijakan pemerintah atau fluktuasi pasar, dengan persiapan yang matang dan strategi yang fleksibel. “Kami yakin keberhasilan di masa lalu akan menjadi fondasi kuat untuk inovasi di masa depan,” tutup Mahelan, yang menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesuksesan program KUR berkelanjutan.
