Visit Agenda: Komisi XI DPR sampaikan duka atas wafatnya anggota BPK Haerul Saleh
Komisi XI DPR Sampaikan Duka atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh
Visit Agenda – Jakarta, Jumat – Pemimpin Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh. Dalam pernyataannya, Misbakhun menegaskan bahwa Komisi XI menghormati sosok Saleh sebagai pribadi yang rendah hati dan tulus. Beliau dianggap sebagai teman dekat dalam berbagai hal, baik dalam tugas resmi maupun urusan pribadi.
“Mudah-mudahan beliau diterima seluruh amal baiknya, seluruh kesalahan dan khilafnya diampuni, serta keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi musibah ini,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.
Misbakhun juga mengungkapkan kenangan tentang Saleh sebagai individu yang selalu aktif menyampaikan pandangan yang memperkuat kerja BPK. Terutama ketika masih menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR, beliau sering berperan dalam diskusi yang menawarkan perspektif penting untuk pengambilan keputusan. Setelah itu, Komisi XI mendukung langkah Saleh untuk menjadi anggota IV BPK RI hingga sukses terpilih.
Selama ini, Saleh dikenal sebagai tokoh yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kerja keras. Dalam perjalanan kariernya, beliau menunjukkan komitmen yang luar biasa terhadap tugas pemeriksaan keuangan negara. Selain itu, Misbakhun menilai kehadiran Saleh di BPK memberikan dampak positif yang nyata, termasuk berbagai upaya untuk meningkatkan efektivitas lembaga tersebut.
Kontribusi yang Membawa Perubahan
Dalam pernyataannya, Misbakhun menyebutkan bahwa Saleh memiliki kontribusi besar yang tidak tergantikan. Dalam banyak kesempatan, beliau menunjukkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan kolega maupun mitra kerja, sehingga memperkuat hubungan antarlembaga. Pujian terhadap kerja Saleh sering terdengar dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar BPK.
Haerul Saleh meninggal dunia setelah rumahnya hancur akibat kebakaran yang terjadi pada Jumat pagi. Peristiwa ini menjadi penyebab utama kepergiannya. Pemadam kebakaran mengerahkan belasan mobil untuk menangani kebakaran tersebut, yang berlokasi di kawasan Tanjung Barat. Meski demikian, Saleh sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta, sebelum akhirnya meninggal.
Sejarah Kehadiran Haerul Saleh di BPK
Saleh memulai perjalanan kariernya sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Gerindra. Dalam periode tersebut, ia aktif di Komisi XI, di mana kehadirannya berdampak signifikan terhadap beberapa inisiatif kebijakan. Setelah menyelesaikan masa tugasnya, Saleh berpindah ke BPK, dan selama masa jabatannya, beliau terus menunjukkan semangat kerja yang tidak kenal lelah.
Kehadiran Saleh di BPK dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat kapasitas pemeriksaan keuangan negara. Misbakhun menambahkan bahwa beliau sering mengusulkan strategi baru untuk meningkatkan kinerja BPK, termasuk dalam menyusun laporan yang lebih transparan dan akurat. Dalam penilaian pribadi, Misbakhun menyatakan bahwa Saleh memiliki wawasan luas dan kemampuan komunikasi yang mumpuni.
Selain itu, Saleh juga dikenal sebagai sosok yang memiliki empati tinggi terhadap rekan kerja. Dalam setiap diskusi, beliau selalu membuka ruang untuk pendapat orang lain, sekaligus memberikan saran yang terukur dan berimbang. Hal ini menjadikannya sebagai figur yang dihormati oleh banyak pihak di lingkungan lembaga pemeriksaan tersebut.
Kejadian Kebakaran di Kediaman Haerul Saleh
Kebakaran yang menimpa kediaman Saleh terjadi pada Jumat pagi. Menurut laporan, kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan berat di rumahnya, hingga mengharuskan beliau dilarikan ke rumah sakit. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pernah menyebutkan kejadian ini dalam wawancaranya, menjadikannya salah satu topik yang dibahas publik.
Misbakhun menyampaikan bahwa kejadian ini memicu berbagai diskusi terkait keselamatan rumah tangga. Dalam konteks ini, beliau juga mengingatkan pentingnya kesiapan dalam menghadapi bencana alam. “Kita harus bersyukur atas segala hal yang telah dilakukannya, sekaligus berduka atas kehilangan yang tidak terduga,” tambah Misbakhun.
Saleh meninggal setelah berjuang melawan cedera akibat kebakaran. Dalam beberapa hari terakhir, beliau sempat menunjukkan semangat untuk melanjutkan tugas-tugas yang belum selesai. Meski kondisinya memburuk, beliau tetap berusaha memberikan dukungan kepada rekan-rekan sejawat hingga akhir hayatnya.
Kebakaran ini menimpa kediaman Saleh yang terletak di Tanjung Barat. Area tersebut dikenal sebagai salah satu kawasan perumahan yang padat. Dalam upaya menangani kebakaran, petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa henti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Meski demikian, beliau tidak bisa menyelamatkan diri dari cedera yang mengancam nyawanya.
Dalam perjalanan hidupnya, Haerul Saleh telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Dari perannya sebagai anggota DPR hingga menjadi anggota BPK, beliau terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Dengan kepergian beliau, banyak yang merasa kehilangan seorang teman sejawat yang tulus dan berdedikasi tinggi.
Kepergian Saleh menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan hidup. Misbakhun menyampaikan harapan bahwa semangat kerja Saleh akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda di bidang pemeriksaan keuangan. “Saya mengenal beliau sejak 2014, saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode tersebut dari Fraksi Gerindra. Beliau di Komisi XI, dan sejak saat itu saya secara pribadi mengenalnya,” tambahnya.
Harapan tersebut semakin kuat setelah menyadari pengaruh besar yang beliau tinggalkan. Dalam beberapa tahun terakhir, Saleh sering menjadi sorotan karena kemampuannya dalam memimpin diskusi yang produktif. Kehilangan beliau dianggap sebagai kehilangan besar bagi BPK dan dunia pemeriksaan keuangan Indonesia secara umum.
Sebagai seorang anggota BPK, Saleh dikenal sangat kompeten dalam mengevaluasi
