Indonesia tambah dua emas dari TFT dan Crossfire pada SEA ENC 2026

Indonesia tambah dua emas dari TFT dan Crossfire pada SEA ENC 2026

Indonesia tambah dua emas dari TFT – Jakarta – Tim esports nasional Indonesia kembali memperluas koleksi medali emas mereka di SEA Esports Nations Cup (ENC) 2026, Sabtu. Dua kemenangan berharga diraih melalui nomor Teamfight Tactics dan Crossfire: Legends, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang tampil dominan dalam ajang bergengsi ini. Sebelumnya, timnas telah meraih medali emas dan perak di nomor PUBG Mobile Solo, serta perunggu di PUBG Mobile Duo. Kini, hasil ini diperkuat oleh prestasi baru di dua cabang lainnya.

Keberhasilan Crossfire: Legends

Di babak final Crossfire: Legends, Indonesia menunjukkan ketangguhan yang luar biasa setelah mengalahkan Vietnam dalam pertandingan yang seru. Tim yang diperkuat oleh Gede Bagus Panji Narajaya, Ibnu Qayyim Al Jauziah, Kautsar Faruqurrohman Ekatama, Muhammad Ilyas Alfarizi, Riddho Putra Muharam, dan Tubagus Mochammad Cipta memastikan gelar juara setelah tampil stabil di laga puncak. Sebelumnya, mereka melangkah ke partai besar usai mengalahkan Malaysia dengan skor 10-4 di semifinal.

“Persiapannya untuk SENC Crossfire Legends ini tentu nya berlatih seperti Scrim dan Review negara yang berpartisipasi karena kita sering bertemu juga di scrim maupun di turnamen sebelumnya, jadi itu sangat membantu kita untuk meraih medali emas,” kata pelatih Crossfire Legends Iqbal Mauldhan Yusup kepada ANTARA melalui pesan singkat.

Menurut Iqbal, keberhasilan tersebut tidak hanya diakui berdasarkan keterampilan para pemain, tetapi juga dukungan dari tim support system yang memberikan motivasi dan strategi. “Tidak lupa di luar itu juga beberapa masukan dan dukungan dari support system kita seperti keluarga dan teman-teman terdekat,” tambahnya.

Perjalanan menuju puncak

Pertandingan final berlangsung dalam format best of three (BO3), di mana Indonesia sempat mengalami kejutan di gim pertama dengan kalah 3-10. Namun, skuad Merah Putih bangkit di gim kedua dengan kemenangan telak 10-6, memaksakan laga penentuan. Di gim ketiga, mereka memastikan kemenangan dengan skor 10-6, sekaligus mengunci gelar juara untuk nomor Crossfire: Legends.

Keberhasilan ini memperlihatkan ketangguhan mental dan adaptasi yang cepat dari tim. Iqbal mengungkapkan, persiapan intensif sejak awal kompetisi menjadi faktor kunci. “Kami memperhatikan pola permainan lawan dan membenahi strategi secara terus-menerus, terutama setelah bertemu dalam beberapa pertandingan sebelumnya,” jelasnya.

Kemenangan dari Teamfight Tactics

Di sisi lain, Stefanus Aditya Witjaksono, atlet Indonesia di Teamfight Tactics (TFT), menunjukkan performa konsisten yang mengantar tim ke puncak klasemen. Pemain yang dikenal dengan nama Stefanus ini berhasil meraih hasil maksimal di tiga gim yang dilaksanakan, menjadikan Indonesia sebagai juara di nomor TFT.

Stefanus mengawali babak pertama dengan finis di posisi ketujuh, mengoleksi dua poin. Namun, ia mengalami peningkatan signifikan di gim kedua, finis di peringkat pertama dan menambah delapan poin. Performa luar biasa ini kembali terulang di gim ketiga, di mana Stefanus kembali meraih posisi teratas, menambahkan delapan poin lagi. Hasil akhir yang diraih membuat Indonesia menjadi pemenang di kategori TFT.

Ia menjelaskan, kesuksesan tersebut didorong oleh fokus tinggi dan konsistensi dalam menghadapi tantangan. “Dari awal hingga akhir, kami memastikan setiap langkah berjalan optimal, termasuk dalam mengatur strategi dan penggunaan item di setiap pertandingan,” ujarnya.

Penekanan pada kolaborasi dan dedikasi

Stefanus juga menekankan peran penting dari tim support system yang turut membantu persiapan dan mental para atlet. “Keluarga, pelatih, serta teman-teman sangat berperan dalam membangun semangat kami, terutama saat menghadapi fase yang berat,” tambahnya. Kombinasi antara kemampuan teknis dan dorongan emosional ini dianggap menjadi faktor utama keberhasilan.

Bagi Stefanus, medali emas di TFT adalah penghargaan atas kerja keras yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir. “Kami tidak pernah berhenti berlatih, bahkan di luar jadwal resmi. Semangat untuk memperjuangkan nama bangsa tetap menjadi prioritas,” katanya. Keberhasilan ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga memperkuat reputasi negara sebagai pesaing serius di level internasional.

Keberagaman prestasi di SEA ENC 2026

Dengan menambah dua emas di TFT dan Crossfire: Legends, Indonesia semakin menegaskan dominasi mereka di berbagai cabang esports. Ajang SEA ENC 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan atlet, tetapi juga membuka peluang bagi negara-negara lain untuk belajar dan beradaptasi. Hasil ini juga menegaskan pentingnya investasi dalam pembinaan esports nasional.

Untuk menghadapi pertandingan berikutnya, tim nasional Indonesia menyiapkan evaluasi lebih lanjut terhadap strategi yang telah digunakan. “Kami akan mereview semua pertandingan untuk menemukan titik lemah dan meningkatkan performa,” kata Iqbal. Selain itu, pelatih juga berharap untuk memperkuat kerja sama antar tim dan meningkatkan kesiapan di event-event global.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga bukti kerja sama yang solid antar anggota tim dan support system. “Kemenangan ini adalah hasil dari kebersamaan kita, baik dalam latihan maupun saat tampil di pertandingan,” tegas Iqbal. Pencapaian tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah esports dunia.

Masa depan esports Indonesia

Dengan dua medali emas tambahan, Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dalam ajang SEA ENC 2026. Prestasi ini menggambarkan kekuatan kecil negara dalam menghadapi kompetisi yang dipertandingkan oleh negara-negara besar di Asia Tenggara. “Kami menilai bahwa timnas memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan bersaing di tingkat global,” ungkap pelatih Crossfire Legends.

Menurut Iqbal, keberhasilan di Crossfire: Legends juga menunjukkan bahwa sistem latihan dan kompetisi di Indonesia sudah cukup matang. “Kami membangun tim dengan berbagai metode, termasuk menggabungkan pendekatan tradisional dan modern,” jelasnya. Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan lebih besar di masa depan.

Stefanus Aditya Witjaksono pun menyampaikan harapan untuk terus berkembang dalam kategori TFT. “Saya yakin bahwa permainan ini memiliki banyak peluang untuk berkembang, dan kami akan terus berusaha menjadi yang terbaik,” katanya. Dengan prestasi yang ditorehkan, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai negara unggulan dalam dunia esports.

Secara keseluruhan, SEA ENC 2026 menjadi bukti bahwa kompetisi esports dapat menjadi ajang yang membanggakan. Dua medali emas yang diraih oleh Indonesia tidak hanya memperkuat prestasi tim nasional, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat untuk mendukung dan menonton pertandingan-pertandingan seru ini. “Ini adalah langkah penting dalam perjalanan esports Indonesia, dan kami berharap bisa terus menambah koleksi medali di ajang lainnya,” pungkas Iqbal Mauldhan Yusup.