Latest Program: Bapanas salurkan 250 ton jagung SPHP tekan biaya pakan peternak di Magetan
Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan
Latest Program – Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog secara bersamaan meluncurkan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan menyebarkan 250 ton jagung pakan ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk menurunkan tekanan biaya produksi bagi peternak ayam di daerah tersebut. Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, dalam wawancara di Jakarta pada hari Sabtu, menegaskan bahwa program ini telah berjalan mulai hari ini, diharapkan dapat memberi manfaat signifikan bagi para peternak.
Koordinasi dalam Upaya Stabilisasi Harga
Program SPHP jagung pakan diluncurkan dengan hadirnya Maino Dwi Hartono langsung di Gudang Gulun Magetan. Ia turut didampingi oleh Perum Bulog serta Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. Menurut Maino, peternak unggas di Magetan selama ini menghadapi kendala harga jagung yang terbilang tinggi, sekitar Rp6.600 per kilogram. Namun, melalui stok jagung SPHP yang dijual di tingkat peternak dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram, biaya produksi mereka diharapkan bisa dikurangi.
“Program SPHP jagung pakan dipastikan telah berjalan mulai hari ini, sehingga diharapkan dapat meringankan biaya produksi peternak unggas,” ujar Maino.
Distribusi pertama program SPHP di Magetan dimulai setelah kedua koperasi peternak mengajukan purchase order (PO) sebanyak 250 ton melalui platform Klik SPHP Jagung pada Jumat (8/5). Penginputan PO ini sebelumnya telah disiapkan untuk memastikan kelancaran distribusi. Maino menjelaskan bahwa jagung SPHP yang disalurkan memiliki kualitas lebih baik karena kadar airnya hanya 12 hingga 14 persen, dibandingkan jagung biasa yang kadar airnya mencapai 16 hingga 17 persen.
Sebagai bagian dari strategi penyaluran, Bapanas mengungkapkan bahwa alokasi jagung pakan SPHP untuk wilayah Magetan mencapai 7.900 ton. Distribusi akan terus dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2026. “Alhamdulillah hari ini proses penyaluran jagung SPHP perdana secara nasional dimulai di Magetan,” tambahnya.
Program SPHP Menjangkau Berbagai Golongan Peternak
Maino menambahkan bahwa jagung pakan dari program SPHP diperuntukkan bagi peternak layer, peternak mandiri, dan usaha mikro, kecil, serta menengah. Ia menegaskan bahwa harga jagung dalam program ini tidak akan melebihi Rp5.500 per kilogram, sehingga biaya pakan bisa diminimalkan. Asosiasi maupun koperasi peternak yang membeli jagung melalui PO juga terdaftar dalam sistem Klik SPHP Jagung, memudahkan proses pengawasan distribusi.
“Tidak boleh lebih dari Rp5.500. Harapannya ini bisa sedikit mengurangi beban peternak karena saat ini harga telur turun, sementara biaya pakan masih cukup tinggi,” katanya.
Program ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kenaikan biaya pakan dengan penurunan harga telur. Dari laporan Bapanas, harga telur ayam ras di tingkat peternak di Magetan berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Per 8 Mei 2026, harga telur di tingkat peternak tercatat berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram.
Tren penurunan harga telur ini selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa telur ayam ras di April 2026 mengalami deflasi bulanan sebesar 4,29 persen. Pada bulan Maret 2026, harga telur masih mengalami inflasi 2,34 persen. Deflasi terdalam terjadi pada April 2024 dengan penurunan 5,80 persen, dan April 2025 mengalami 4,13 persen. Maino menjelaskan bahwa produksi telur Magetan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan wilayah lain, sehingga stabilitas harga di tingkat peternak dan konsumen harus dipertahankan.
Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional
Dalam upaya menjaga stabilitas harga telur, Bapanas telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan penyerapan telur langsung dari peternak. Selain itu, Bapanas juga mengatur program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk mengirimkan telur dari daerah surplus ke daerah yang masih mengalami defisit stok. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga telur secara nasional.
Deflasi harga telur yang terjadi memberi tekanan pada peternak unggas. Dengan biaya pakan yang masih tinggi, keuntungan dari penurunan harga telur belum terasa signifikan. Program SPHP jagung pakan menjadi solusi yang diharapkan bisa mengimbangi kenaikan biaya produksi. Koperasi peternak yang terdaftar dalam sistem Klik SPHP Jagung menjadi mitra utama dalam memastikan distribusi tepat sasaran.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengapresiasi upaya Bapanas dan Perum Bulog dalam menangani masalah pakan ternak. “Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapanas dan Bulog atas kontribusinya dalam mengatasi persoalan pakan ternak di Magetan,” ujarnya.
Menurut Nanik, distribusi jagung pakan SPHP akan membantu mempertahankan kelangsungan usaha para peternak. “Harapan kami adalah program ini bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Program SPHP jagung pakan juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi fluktuasi harga pasar. Dengan menjamin ketersediaan bahan baku yang lebih terjangkau, peternak dapat fokus pada peningkatan produktivitas. Selain itu, Bapanas berharap program ini bisa mendorong perekonomian lokal melalui peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha ternak.
Menurut Maino, ketersediaan jagung berkualitas tinggi melalui SPHP akan memperkuat kepercayaan peternak terhadap pasokan bahan pangan. “Ini adalah langkah penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat produsen
