Special Plan: Polda Sumut selidiki jaringan truk modifikasi pengangkut solar subsidi
Polda Sumut selidiki jaringan truk modifikasi pengangkut solar subsidi
Penyelidikan dan Penangkapan
Special Plan – Sejumlah anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) tengah mengusut jaringan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi secara ilegal. Tindakan tersebut melibatkan penggunaan truk yang telah dimodifikasi, dengan tujuan menghindari pengawasan selama distribusi. Kombes Pol Ferry Walintukan, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, mengungkapkan bahwa penyidik sedang memperluas investigasi untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat dalam kegiatan ini. “Kami masih terus memperluas penyelidikan guna menangkap pelaku tambahan,” terangnya pada hari Sabtu di Kota Medan.
Metode Penyalahgunaan
Penindakan terhadap jaringan ini dimulai dari penangkapan dua sopir yang terlibat dalam pengiriman solar subsidi secara sembunyi-sembunyi. Mereka menggunakan truk-modifikasi khusus yang dilengkapi alat bantu untuk memudahkan pengangkutan. Ferry menyebutkan bahwa truk pertama membawa sekitar empat ton solar subsidi, yang dikemudikan oleh seorang pria dengan inisial H. Sementara itu, truk kedua membawa 1,4 ton BBM tersebut, yang dikemudikan oleh tersangka E beserta kondektur RA.
Penyidik menemukan bahwa seluruh kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan 29 barcode dan tujuh plat nomor polisi palsu. Alat tersebut berfungsi sebagai pengganti dokumen asli, sehingga dapat mengelabui sistem distribusi dan menjual bahan bakar subsidi secara tidak resmi. Ferry menjelaskan, penggunaan barcode dan plat palsu ini bertujuan mempercepat proses pengangkutan dan mengurangi risiko tertangkap oleh pihak berwenang.
Lokasi dan Waktu Penindakan
Operasi penyelidikan dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu SPBU Takari di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, serta SPBU Tambangan di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Padang Hilir, wilayah yang sama. Penangkapan terjadi pada hari Selasa (5/5) dini hari, saat para pelaku sedang dalam perjalanan menuju gudang tujuan. “Kasus ini dimulai dari keberhasilan petugas mengamankan dua unit truk yang membawa solar subsidi secara ilegal,” tuturnya.
Kombes Pol Ferry menambahkan bahwa operasi ini melibatkan kerja sama antar satuan tugas, termasuk unit penyelidikan dan unit penyidik. Dalam proses penangkapan, para sopir dan pengemudi truk diperiksa secara terpisah untuk memperoleh informasi lebih lanjut. “Kami telah menahan dua unit truk serta sopir yang terlibat,” jelasnya. Langkah ini diambil setelah petugas menemukan bukti kuat yang menunjukkan adanya praktik pengangkutan BBM subsidi tanpa izin.
“Penyalahgunaan pengangkutan dan niaga solar subsidi ilegal itu menggunakan 29 barcode dan tujuh pelat nomor polisi palsu,” kata Ferry. Ia menekankan bahwa perangkat tersebut merupakan sarana utama untuk mengelabui sistem pengawasan, sehingga memungkinkan pelaku mengirimkan bahan bakar subsidi ke berbagai titik penjualan tanpa terdeteksi.
Tujuan Akhir dan Dampak Kasus
Menurut informasi yang didapat, solar subsidi ilegal tersebut rencananya akan dikirim ke gudang milik G, yang dikenal dengan nama MR Jack, terletak di Desa Sei Buluh, Pasar Bengkel, Kabupaten Serdang Bedagai. Gudang ini diduga menjadi tempat penyimpanan dan distribusi BBM subsidi secara tak resmi ke berbagai daerah. “Para pelaku bertujuan menjual solar subsidi dengan harga lebih murah, sehingga bisa menarik konsumen yang ingin menghemat pengeluaran,” kata Ferry.
Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku menjalankan sistem jaringan yang terstruktur, dengan peran khusus bagi sopir dan pengemudi. Selain itu, mereka menggunakan perangkat teknis seperti barcode dan plat nomor palsu untuk mempercepat proses pengangkutan dan menutupi identitas mereka. Ferry menambahkan bahwa upaya ini dapat mengganggu kebijakan subsidi pemerintah, yang bertujuan memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Solar subsidi ilegal tersebut direncanakan untuk dijual ke berbagai titik penjualan, terutama di daerah-daerah dengan permintaan tinggi,” ujar Kombes Pol Ferry. Ia menegaskan bahwa para pelaku tidak hanya mengambil keuntungan dari selisih harga, tetapi juga mengorupsi dana subsidi yang seharusnya digunakan untuk keperluan publik.
Persiapan dan Penyelidikan Lanjutan
Setelah penangkapan, penyidik mulai mempelajari proses distribusi yang digunakan oleh pelaku. Berdasarkan keterangan dari para sopir, dua unit truk tersebut telah diatur rute pengangkutannya dengan jauh lebih rapi. Ferry menyebutkan bahwa sistem ini mencakup penyaluran dari gudang ke SPBU, lalu ke tempat penjualan langsung, atau bahkan ke kawasan industri. “Kami sedang mempelajari bagaimana mereka mengatur distribusi dan membagi keuntungan,” tambahnya.
Persiapan penyelidikan juga mencakup pengumpulan bukti fisik, seperti kuitansi, dokumen pengangkutan, dan alat bantu teknis. Ferry menegaskan bahwa selain menangkap pelaku, pihaknya juga sedang menelusuri jejak jaringan lebih luas. “Kami yakin ada hubungan antara para pelaku dengan pihak-pihak di luar wilayah Tebing Tinggi,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini tidak hanya melibatkan peran lokal, tetapi juga mungkin terkait dengan oknum yang memiliki pengaruh lebih besar.
Hasil Penyelidikan dan Tindakan Selanjutnya
Setelah proses pemeriksaan, kedua unit truk dan sopir yang terlibat sudah diamankan di Markas Polda Sumut untuk penyelidikan lebih lanjut. Ferry menyebutkan bahwa penyidik sedang memproses semua bukti yang diperoleh guna membangun kasus yang kuat. “Kami akan melanjutkan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Kasus ini menimbulkan dampak signifikan terhadap industri BBM di Sumut, karena melibatkan pelanggaran terhadap aturan pengangkutan dan penjualan. Jaringan ini juga berpotensi mengurangi ketersediaan solar subsidi di pasar formal, sehingga mendorong peningkatan harga di tempat-tempat penjualan resmi. Ferry berharap kasus ini menjadi contoh bagaimana sistem pengawasan dapat diperkuat untuk mencegah praktik serupa di masa depan. “Polda Sumut akan terus berupaya memastikan bahan bakar subsidi sampai ke tangan masyarakat yang seharusnya mendapat manfaat,” pungkasnya.
Dengan penyelidikan yang terus berjalan, pihak kepolisian menargetkan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem distribusi bahan bakar subsidi, yang perlu diperbaiki agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dukungan dari
