New Policy: Ancol Ramai Didatangi Warga Saat Libur Idul Adha
Ancol Ramai Didatangi Warga Saat Libur Idul Adha
New Policy – Jakarta, Liputan6.com – Selama libur Idul Adha 1447 Hijriah, destinasi wisata Ancol menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Menurut informasi dari Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko, jumlah pengunjung mencapai sekitar 32.690 orang per hari, tercatat hingga pukul 18.00 WIB. “Libur Idul Adha menjadi momen penting bagi Ancol dalam menerima pengunjung dari berbagai kalangan,” tutur Daniel dalam wawancara bersama Antara, Rabu (27/5/2026).
Pesisir Pantai dan Destinasi Populer Lainnya
Menurut Daniel, area yang paling diminati oleh pengunjung adalah pesisir pantai di dalam kawasan Ancol, seperti Pantai Karnaval, Pantai Lagoon, dan Pantai Festival. “Selama libur, antusiasme pengunjung terutama terfokus pada aktivitas di sepanjang garis pantai,” jelasnya. Tidak hanya itu, beberapa pusat hiburan lainnya di Ancol seperti Dunia Fantasi (Dufan), Sea World, Samudera Ancol, serta Jakarta Bird Land (JBL) juga mencatat tingkat pengunjungan yang signifikan.
“Idul Adha merupakan momentum suci yang mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya berbagi kepada sesama,” kata Daniel. Tema ‘Semangat Berkurban Dalam Arah Transformasi Ancol’ diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan wujud komitmen untuk berkembang melalui kerja sama yang lebih erat serta inisiatif transformasi yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan libur Idul Adha, Ancol juga menekankan pentingnya ukhuwah, atau persaudaraan, sebagai nilai utama yang diwujudkan dalam setiap aktivitas. “Kami percaya bahwa keberhasilan Ancol tidak hanya bergantung pada pengembangan infrastruktur, tetapi juga pada keharmonisan hubungan dengan komunitas sekitar,” lanjut Daniel. Ia menambahkan bahwa selama perayaan, Ancol berupaya memperkuat ikatan sosial melalui berbagai program yang menggabungkan kesenian, budaya, dan kegiatan edukasi.
Kegiatan Salat Bersama dan Upaya Berbagi
Sebelumnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk juga mengadakan salat Idul Adha Bersama di Pantai Lagoon pada pagi hari. Acara ini diikuti oleh ratusan pengunjung dan menjadi momen yang menyatukan komunitas di sekitar kawasan tersebut. “Salat bersama adalah salah satu cara untuk menciptakan kesadaran bersama tentang makna hari raya ini,” ujar Daniel dalam pernyataannya.
“Kami mengangkat tema ‘Semangat Berkurban Dalam Arah Transformasi Ancol’ sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Daniel. Tema ini, menurutnya, tidak hanya menginspirasi pengunjung untuk berbagi, tetapi juga menjadi alat komunikasi mengenai keberlanjutan bisnis dan keterlibatan sosial Ancol.
Di sisi lain, Syahmudrian Lubis, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, menjadi khatib dalam salat Idul Adha tersebut. Ia berharap acara ini dapat membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kepedulian sosial. “Selain sebagai wujud ketaatan ibadah, salat bersama juga memperkuat rasa empati terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan,” kata Syahmudrian.
“Semangat berkurban merupakan cerminan dari kepedulian dan solidaritas, serta alat untuk memperkuat transformasi Ancol demi keberlanjutan bisnis,” ungkap Syahmudrian. Ia menekankan bahwa energi positif yang dihasilkan dari kegiatan ini menjadi fondasi dalam mendorong kinerja perusahaan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya berbagi, Ancol juga menggelar program kurban yang menyalurkan hewan qurban kepada masyarakat sekitar, lembaga sosial, serta mitra religius. “Program ini tidak hanya memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga menciptakan ikatan persaudaraan yang lebih kuat,” pungkas Syahmudrian. Dalam beberapa tahun terakhir, Ancol telah rutin mengadakan acara serupa, dengan harapan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Selama Idul Adha, Ancol juga menambahkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang mendukung pengalaman wisata yang lebih menyenangkan. Misalnya, beberapa area khusus disediakan untuk kegiatan kreatif seperti seni pertunjukan, makanan tradisional, dan kegiatan ekonomi lokal. “Kami ingin memastikan pengunjung merasakan kesan kehangatan dan kebersamaan selama berkunjung,” tambah Daniel.
Menurut Daniel, tema ‘Semangat Berkurban Dalam Arah Transformasi Ancol’ dirancang untuk menggabungkan nilai-nilai religius dengan strategi pengembangan bisnis. “Transformasi Ancol bukan hanya tentang modernisasi, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai kehidupan yang bermakna,” katanya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam acara ini menjadi indikator keberhasilan Ancol dalam menciptakan ruang yang harmonis antara kegiatan wisata dan kegiatan sosial.
Impak Keberlanjutan dan Peran Pemangku Kepentingan
Dalam rangkaian kegiatan Idul Adha, Ancol juga berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui berbagai inisiatif. Misalnya, penggunaan energi terbarukan di sejumlah area, serta pengelolaan sampah yang lebih efektif. “Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan perlindungan lingkungan,” kata Daniel.
“Kami percaya bahwa keberhasilan Ancol tidak terlepas dari kepedulian masyarakat dan mitra serta penyelenggaraan acara yang berkelanjutan,” tutur Syahmudrian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak adalah kunci dalam mencapai tujuan tersebut. “Dengan membangun hubungan yang solid, Ancol bisa menjadi mitra yang memberikan manfaat secara jangka panjang,” pungkasnya.
Libur Idul Adha menjadi kesempatan bagus bagi Ancol untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini terus meningkatkan inisiatif sosial
