Meeting Results: Bawa Tempe Goreng dan Cerita Anak, Momen Hangat Istri Jenguk Gus Yaqut di Rutan
Bawa Tempe Goreng dan Cerita Anak, Momen Hangat Istri Jenguk Gus Yaqut di Rutan
Meeting Results – Pada hari raya Idul Adha 2026, Eny Retno, istri mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mengalami pengalaman yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini, ia tidak bisa merayakan Idul Adha bersama suaminya yang tengah menjalani tahanan di Rutan KPK. Meskipun demikian, Eny berusaha menciptakan suasana hangat dengan mengunjungi Yaqut bersama dua putra-putrinya. Ia tak hanya membawa makanan kegemarannya, tetapi juga mengingatkan kondisi sang suami yang tetap dalam keadaan baik.
“Alhamdulillah Abah sehat di dalam,” ujar Eny kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Eny memastikan Yaqut diberi makanan yang ia sukai, seperti tempe goreng, sayur, roti, dan kue kering. Namun, ia sengaja tidak membawa makanan tradisional Idul Adha, seperti ketupat dan daging, karena Yaqut mengalami penyakit GERD. Kondisi kesehatannya membutuhkan pengawasan ketat terhadap jenis makanan yang dikonsumsi, terutama menghindari bahan berbasis santan.
“Bapak enggak terlalu rewel soal makanan, cuma karena GERD-nya jadi harus hati-hati,” katanya.
Kunjungan ke Rutan KPK menjadi momen penting bagi Eny. Ia berharap kehadirannya bisa memberi semangat kepada Yaqut dalam menghadapi masa penahanan. Selain itu, Eny menjelaskan bahwa dialog dengan sang suami lebih berfokus pada keluarga, agar Yaqut tidak terlalu terbebani oleh kasus hukum yang dihadapinya. “Kalau sama saya dan anak-anak, pasti ngobrol tentang keluarga, tentang Ibu. Jadi dibawa ke hal-hal yang menguatkan beliau,” kata Eny.
Kunjungan yang Berkesan
Dalam suasana yang terasa lebih hangat dibandingkan biasanya, Eny membagikan cerita tentang kehidupan keluarga. Ia mengungkapkan bahwa obrolan dengan Yaqut di Rutan KPK membantu mengalihkan perhatiannya dari tekanan kasus penyelidikan. Makanan yang dibawa menjadi sarana untuk membangkitkan kenangan bersama, seperti momen-momen kecil yang sering dibicarakan.
Eny juga menekankan bahwa kehadirannya bukan sekadar untuk memastikan kesehatan sang suami, tetapi sebagai bentuk dukungan emosional. “Ini bukan sekadar menjenguk, tapi juga saling memberi kekuatan,” jelasnya. Ia menyatakan bahwa Yaqut sering membicarakan kehidupan sehari-hari di dalam sel, termasuk kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makanan. Namun, Eny percaya bahwa suasana yang hangat dapat mengurangi rasa kesepian yang ia rasakan.
Perjuangan di Haji 2023
Eny mengingat kembali perjuangan Yaqut saat menjalani tugasnya sebagai Menteri Agama pada penyelenggaraan haji 2023. Ia menceritakan bagaimana suaminya bekerja keras untuk menjaga kualitas pelayanan kepada jemaah haji, bahkan ketika kondisi kesehatannya mulai menurun. “Beliau sampai bilang, ‘Ya Allah, saya harus bagaimana lagi?’,” tutur Eny.
Saat itu, Yaqut memikirkan banyak hal, termasuk permasalahan jemaah haji ilegal yang memengaruhi efisiensi pelayanan resmi. Eny mengungkapkan bahwa Yaqut sering terlihat lelah, tetapi tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugasnya. “Semoga apa pun hal baik yang pernah Abah lakukan untuk jemaah haji bisa menjadi wasilah penolong beliau,” ujarnya dengan harapan.
Menurut Eny, Idul Adha 2026 menjadi kesempatan untuk menegaskan peran seorang istri dalam memberi dukungan kepada suami yang sedang menghadapi tantangan. Meski tidak bisa merayakan bersama, ia tetap mencoba menjaga hubungan emosional melalui kunjungan rutin. Eny juga mengatakan bahwa ia terus berdoa agar Yaqut segera diberi kesempatan kembali ke rumah bersama keluarga.
Selama menjalani tahanan, Yaqut tetap menjaga sikap tenang dan profesional. Eny mengakui bahwa suaminya mampu mempertahankan semangat, meski tekanan dari berbagai pihak terus menghimpit. Ia menjelaskan bahwa setiap momen kunjungannya bukan hanya untuk memastikan keadaan sang suami, tetapi juga sebagai cara untuk merayakan Idul Adha secara bersama. “Jadi, momen ini seperti pengingat bahwa keluarga selalu ada di samping beliau,” tambah Eny.
Eny juga menyebutkan bahwa Yaqut sangat menghargai kehadiran anak-anaknya, yang sering menjadi penyemangat selama masa penahanan. Ia menjelaskan bahwa anak-anak berusaha menemani suaminya dengan menceritakan kejadian-kejadian sehari-hari di luar Rutan. “Mereka menceritakan hal-hal yang menyenangkan, agar Abah tidak terlalu berpikir negatif,” ujar Eny.
Dalam kesempatan itu, Eny juga mengingatkan bahwa Yaqut selalu mengutamakan kepentingan publik. Meski berada dalam tekanan hukum, ia tetap menjalani tugasnya dengan tulus. Eny berharap kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan Yaqut bisa menjadi bekal bagi dirinya dalam menghadapi masalah yang dihadapinya saat ini. “Kita semua berdoa agar hal baik itu bisa membantu Abah,” katanya.
Sebagai istri yang berdedikasi, Eny terus berupaya memberi perhatian maksimal kepada Yaqut. Ia menjelaskan bahwa setiap kunjungan ke Rutan KPK dianggap sebagai investasi kecil dalam menjaga hubungan. Dengan bawaan makanan dan cerita keluarga, Eny berharap Yaqut bisa tetap menjaga semangat dalam menjalani kehidupan di dalam penjara.
Saat ini, Eny tetap optimis dan yakin bahwa Yaqut akan segera kembali ke keluarga. Ia menjelaskan bahwa doa-doa dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi dukungan penting bagi suaminya. “Kita semua saling menguatkan, agar Abah bisa melalui masa ini dengan baik,” pungkas Eny. Dengan harapan itu, ia terus berusaha menjaga hubungan yang harmonis antara suami dan anak-anak, meski situasi yang menghadapinya berubah drastis.
