Key Strategy: Rano: Kolaborasi kunci majukan industri hadapi ketidakpastian global

Rano Karno: Kolaborasi Menjadi Fondasi Utama dalam Mengembangkan Industri di Tengah Ketidakpastian Global

Peringatan Hari Buruh 2026 PDIP Menggarisbawahi Peran Bersama dalam Memperkuat Perekonomian

Key Strategy – Jakarta – Dalam acara peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diadakan oleh PDIP di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha adalah faktor penting dalam memajukan sektor industri, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. Rano, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan, menekankan bahwa kerja sama yang baik antara ketiga pihak menjadi jaminan untuk menjaga stabilitas perekonomian kota.

Kolaborasi sebagai Strategi untuk Tetap Tangguh dalam Situasi Tidak Pasti

“Di tengah ketidakpastian global, kolaborasi adalah kunci agar kita tetap berdiri teguh dan mampu berkembang,” ujar Rano. Ia menyampaikan bahwa peringatan May Day tahun ini tidak hanya sebagai momen memperingati hak pekerja, tetapi juga sebagai ajang refleksi kolektif tentang kebutuhan untuk memperkuat sistem ekonomi lokal. Pekerja, menurut Rano, memegang peran penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional, sehingga perlindungan dan dukungan terhadap mereka harus tetap menjadi prioritas.

Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) sebagai Bukti Kebijakan Pemprov DKI

Rano menyoroti program Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) sebagai salah satu upaya nyata Pemprov DKI dalam menjaga kesejahteraan para pekerja. “Saat ini, lebih dari 59.000 KPJ telah diterbitkan, dengan manfaat yang mencakup akses ke transportasi umum gratis, subsidi bahan pokok, serta bantuan pendidikan bagi keluarga buruh,” jelasnya. Program ini, yang mulai diterapkan sejak 2018, dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja sekaligus memastikan daya beli mereka tetap stabil di tengah perubahan ekonomi.

Program Jaring Pengaman Sosial Lainnya untuk Meningkatkan Kedaulatan Buruh

Selain KPJ, Rano juga menyebutkan beberapa program jaring pengaman sosial yang diterapkan pemerintah daerah. Ia menyoroti bantuan seperti KJP (Kartu Jakarta Pintar), KLJ (Kartu Jakarta Berdaya), dan jaminan kesehatan melalui Jamkesjak yang terintegrasi. “Ini semua adalah bentuk kepedulian terhadap pekerja, terutama kelompok upah minimum provinsi (UMP), agar mereka tidak terabaikan dalam proses pembangunan,” tambahnya.

Momen May Day Sebagai Ruang Dialog yang Konstruktif

Rano meminta agar peringatan Hari Buruh tidak hanya diadakan sebagai acara rutin, tetapi juga menjadi platform untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi bersama. “Kita perlu memperkuat perekonomian kota dengan menggandeng kekuatan pekerja, pengusaha, dan pemerintah,” katanya. Ia menekankan bahwa dialog produktif antara ketiga pihak adalah langkah penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, termasuk tekanan dari pasar global.

Partisipasi Berbagai Pihak dalam Perayaan May Day PDIP

Peringatan Hari Buruh 2026 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari PDIP, termasuk Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Adian Napitupulu, Sri Rahayu, dan Wakil Bendahara Umum Yuke Yurike. Hadir pula jajaran DPP PDIP seperti Mercy Christie Barends, Ribka Tjiptaning, Wiryanti Sukamdani, Gusti Ayu Bintang Puspayoga, serta Sadarestuwati. Anggota DPR RI seperti Vita Ervina, Pulung Agustanto, dan Putra Nababan juga turut serta menghadiri acara tersebut.

Kontribusi Pekerja dalam Menjaga Kestabilan Ekonomi Nasional

Dalam sambutannya, Rano memaparkan bahwa pekerja bukan hanya sebagai penjaga kestabilan ekonomi, tetapi juga sebagai penentu arah pembangunan yang berkelanjutan. “Peran mereka harus dihargai, karena tanpa kesejahteraan pekerja, pertumbuhan ekonomi tidak akan berkelanjutan,” kata Rano. Ia berharap program yang dijalankan Pemprov DKI dapat menjadi langkah awal dalam menjawab kebutuhan pekerja di era globalisasi.

Penekanan pada Kedaulatan Buruh dan Kemandirian Indonesia

Rano mengaitkan upaya memperkuat kesejahteraan pekerja dengan tujuan mewujudkan kemandirian Indonesia. “Dengan buruh yang berdaulat, kita bisa menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri,” ujarnya. Tema acara “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari” dirasa sangat relevan, karena menunjukkan komitmen partai untuk memprioritaskan kesejahteraan pekerja sebagai fondasi pembangunan nasional.

Langkah Nyata Pemprov DKI dalam Meningkatkan Partisipasi Pekerja

Selain program KPJ, Pemprov DKI juga memperkenalkan inisiatif lain untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja. Rano menekankan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan memastikan setiap pekerja memiliki akses ke fasilitas yang layak. “Kita perlu memastikan bahwa semua program tersebut tidak hanya diberikan, tetapi juga dikelola secara efisien dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dukungan Pemprov DKI terhadap Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Buruh

Rano juga menyinggung pentingnya melibatkan pekerja dalam berbagai kebijakan pemerintah. “Dengan melibatkan mereka, kita bisa memastikan bahwa kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan nyata,” ujarnya. Dalam konteks ketidakpastian global, Rano menggarisbawahi bahwa kebijakan yang inklusif adalah kunci untuk menjaga daya tahan industri dan memperkuat ekonomi kota.

Peran Pekerja dalam Memperkuat Ekonomi Kota Jakarta

“Kita harus menjaga semangat perjuangan buruh, karena mereka adalah pelaku utama perekonomian Jakarta,” kata Rano. Ia mengingatkan bahwa meskipun tantangan global semakin berat, pekerja tetap menjadi aset penting dalam membangun ekonomi yang tumbuh secara berkelanjutan. Rano berharap program-program yang sudah berjalan dapat diperluas dan diperbaiki guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota DPRD DKI dari fraksi PDIP, pengurus DPD, dan DPC PDIP DKI Jakarta. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong per