Menuju

Latest Program: Menuju IFW 2026, APPMI Perkenalkan Tema Ulos Simetria

Menuju IFW 2026, APPMI Perkenalkan Tema Ulos Simetria Latest Program - Dalam persiapan menyambut penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Asosiasi

Desk Menuju
Published Juli 1, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Menuju IFW 2026, APPMI Perkenalkan Tema Ulos Simetria

Latest Program – Dalam persiapan menyambut penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengadakan acara peluncuran tema dan rangkaian program resmi melalui kegiatan Campaign Launch yang digelar di Atrium Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Acara ini menandai dimulainya proses persiapan serius untuk gelaran IFW tahun ini, yang akan menjadi edisi ke-14 sejak berdiri. Dengan perkenalan tema yang menarik, APPMI berharap menghadirkan suasana baru bagi dunia mode Indonesia.

Berlangsung satu bulan sebelum pengumuman resmi IFW 2026, acara ini menjadi momen penting untuk menyampaikan visi dan misi penyelenggaraan tahun ini. Tema yang dipilih, Ulos Simetria, diharapkan mampu menggambarkan harmoni antara warisan budaya lokal dan inovasi modern dalam industri mode. Selain itu, tema ini juga dirancang untuk menjadi penghubung antara kreativitas desainer, masyarakat, serta pihak eksternal yang turut mendukung pengembangan ekosistem fashion nasional.

Keterlibatan Sumatra Utara dalam Tema IFW 2026

Provinsi Sumatra Utara menjadi pusat perhatian dalam penyelenggaraan IFW 2026 sebagai official theme. Dalam rangkaian acara, daerah ini ingin menampilkan kekayaan kain tradisional, kebudayaan, serta potensi ekonomi kreatif kepada audiens yang lebih luas. Ulos, sebagai simbol kearifan lokal Sumatra Utara, akan menjadi inspirasi utama bagi desainer dalam membangun konsep koleksi yang menonjolkan keunikan budaya dan inovasi. Selain itu, acara ini juga akan memperkenalkan destinasi wisata dan wirausaha kecil-menengah (UMKM) dari daerah tersebut.

Tema Ulos Simetria mencerminkan perpaduan antara estetika tradisional dan modern. Ulos, yang merupakan kain tradisional dengan motif khas dari Sumatra Utara, akan diadaptasi dalam desain kreatif yang lebih kontemporer. Dengan pendekatan ini, APPMI ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia tidak hanya berakar pada masa lampau, tetapi juga mampu berkembang menjadi bagian dari perbicaraan mode global. Pemilihan Sumatra Utara sebagai tema resmi juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan industri kreatif sebagai penggerak perekonomian.

“Indonesia Fashion Week bukan sekadar perhelatan mode, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem fashion Indonesia. Melalui tema Ulos Simetria, kami ingin menegaskan bahwa warisan budaya kita memiliki daya tumbuh yang besar dalam menghadirkan inovasi dan kekuatan bersama,” ujar Poppy Dharsono, Ketua Umum APPMI dan Presiden Indonesia Fashion Week.

Menurut Poppy, keterlibatan pihak pemerintah Provinsi Sumatra Utara menjadi bagian penting dari gelaran IFW 2026. Dengan dukungan ini, acara tidak hanya menyoroti kreativitas desainer, tetapi juga memperkuat kemitraan antara sektor mode, pemerintah, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa Indonesia Fashion Week berperan sebagai jembatan antara budaya lokal dan pasar global, sekaligus menjembatani berbagai industri yang saling terkait.

Peluncuran Kampanye dan Konsep Visual

Acara Campaign Launch diakhiri dengan penayangan video kampanye yang memperlihatkan proyeksi tema Ulos Simetria. Video tersebut menggambarkan perjalanan kreativitas dari budaya tradisional hingga konsep modern yang lebih relevan. Selanjutnya, Mini Runway ‘6 Icons BTN Indonesia Fashion Week 2026’ diadakan sebagai bagian dari pengenalan konsep visual dan arah kreatif yang akan menghiasi acara utama.

Dalam Mini Runway, enam ikon yang terpilih memperlihatkan beberapa koleksi dengan desain yang menggabungkan elemen Ulos dan inovasi kontemporer. Penampilan ini bertujuan sebagai awal dari diskusi lebih lanjut mengenai bagaimana budaya lokal bisa menjadi fondasi utama dalam industri mode. Dengan menampilkan karya-karya tersebut, APPMI ingin memberikan gambaran bahwa IFW 2026 akan menjadi acara yang tidak hanya menampilkan fashion, tetapi juga menyampaikan pesan kebudayaan yang kuat.

APPMI juga berharap bahwa tema Ulos Simetria mampu menciptakan momentum baru dalam promosi mode Indonesia. Poppy menyebutkan bahwa selama 14 tahun penyelenggaraan, IFW terus menjadi wadah untuk menunjukkan potensi industri mode nasional. Dengan pendekatan ini, acara 2026 akan menjadi langkah penting untuk menegaskan bahwa Indonesia bisa bersaing di panggung internasional.

Penyelenggaraan IFW 2026 akan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Lokasi yang dipilih dianggap strategis karena mampu menampung berbagai kegiatan sekaligus memberikan ruang bagi perusahaan dan mitra ekspor untuk memperkenalkan produk mereka. Dengan kehadiran pemain kunci dari Sumatra Utara, acara ini tidak hanya menjadi pameran mode, tetapi juga menjadi pesta budaya yang membawa dampak sosial dan ekonomi.

Poppy menambahkan bahwa penggunaan tema Ulos Simetria juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep keberlanjutan dalam industri mode. Dengan memanfaatkan bahan lokal dan teknik tradisional, para desainer diharapkan bisa menciptakan produk yang ramah lingkungan sekaligus mempertahankan nilai budaya. Ini sejalan dengan visi APPMI untuk menciptakan ekosistem fashion yang tangguh dan berorientasi pada masa depan.

Dalam rangkaian acara, APPMI juga menggandeng berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan IFW 2026. Selain menjaring kreativitas dari desainer dan perusahaan mode, acara ini juga akan menjadi wadah diskusi untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam industri mode. Dengan kehadiran mitra internasional, Indonesia Fashion Week berharap memperluas jaringan kerjasama sekaligus meningkatkan kualitas karya yang ditampilkan.

Keterlibatan Sumatra Utara sebagai tema resmi dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke berbagai penjuru dunia. Poppy mengakui bahwa provinsi tersebut memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri kreatif, baik melalui UMKM maupun sektor pariwisata. Dengan menggabungkan elemen lokal dalam konsep IFW, acara ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, baik dalam sektor ekonomi maupun pembangunan identitas nasional.

Leave a Comment