Presiden

Pidato Presiden Prabowo di HUT Ke-80 Bhayangkara

Pidato Presiden Prabowo di HUT Ke-80 Bhayangkara Pidato Presiden Prabowo di HUT Ke 80 - Di tengah perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Cikeas

Desk Presiden
Published Juli 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pidato Presiden Prabowo di HUT Ke-80 Bhayangkara

Pidato Presiden Prabowo di HUT Ke 80 – Di tengah perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Cikeas, Bogor, Rabu (1/7), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting terkait pentingnya menjaga keadilan dalam penerapan hukum. Ia menekankan bahwa hukum tidak boleh hanya menjadi alat untuk menindas rakyat kecil, tetapi seharusnya berfungsi sebagai pelindung bagi seluruh masyarakat.

Kebijakan Hukum yang Adil

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa negara Indonesia merupakan negara hukum yang diharapkan mampu memberikan perlindungan dan keadilan yang setara. “Hukum harus kita tegakkan secara konsisten, dihormati, dan dihargai sebagai bentuk perlindungan bagi rakyat yang berjuang mencari kebenaran,” ujarnya. Menurut Prabowo, hukum tidak boleh hanya tajam terhadap kebawah sementara lemah terhadap kekuasaan yang berada di atas. Hal ini dianggapnya sebagai bentuk ketidakadilan yang merugikan masyarakat luas.

“Negara kita negara hukum. Oleh karena itu, hukum harus kita tegakkan. Hukum harus dihormati dan dihargai. Hukum harus menjadi pelindung rakyat, hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas,”

Prabowo juga menyampaikan bahwa hukum harus menjadi jembatan untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menyoroti bahwa tindakan kriminalisasi terhadap warga sipil tanpa dasar yang jelas adalah kebijakan yang tidak seharusnya diambil. “Jangan sampai hukum digunakan sebagai alat untuk menekan atau merugikan masyarakat yang tidak memiliki kekuasaan,” tambahnya.

Penegakan Hukum yang Transparan

Di sisi lain, Prabowo memperingatkan bahwa tugas polisi adalah menjaga keadilan, bukan menciptakan ketidakadilan. Ia menyatakan bahwa seluruh warga negara, termasuk para pejabat, harus tunduk pada hukum. “Tidak ada seorang pun di Indonesia yang kebal hukum jika melakukan kesalahan. Hukum harus menjadi pelindung, bukan alat pemuas keinginan pribadi,” ujarnya.

“Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum,”

Menurut Prabowo, keadilan dalam penegakan hukum sangat penting untuk menjaga stabilitas negara. Ia menekankan bahwa polisi tidak boleh terkesan memihak kepada kelompok tertentu, terutama yang memiliki pengaruh atau kekayaan. “Hukum harus menjadi tempat perlindungan bagi orang yang tidak berdaya, bukan alat untuk menindas mereka yang tidak mampu mempertahankan kekuasaan,” tambahnya.

Kesetaraan dalam Sistem Hukum

Prabowo juga mengingatkan bahwa sistem hukum harus mampu melindungi rakyat, baik yang berada di puncak maupun di dasar. Ia menekankan bahwa hukum harus bisa menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan warga sipil. “Rakyat harus mendapat perlindungan hukum yang sama, tanpa memandang latar belakang atau status sosial mereka,” imbuhnya.

“Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah, harus bertanggung jawab atas perbuatannya,”

Menurut Prabowo, keadilan dalam hukum akan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Ia berharap polisi dan lembaga hukum lainnya mampu menjalankan tugasnya secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Hukum adalah alat yang harus digunakan untuk memperbaiki keadaan, bukan untuk memperburuk kondisi rakyat,” tambahnya.

Peran Polisi dalam Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Namun, ia menyoroti bahwa polisi harus selalu menjadi pelindung, bukan penindas. “Polisi adalah garda depan dalam penerapan hukum, dan mereka harus mampu menjunjung nilai-nilai keadilan dan kesetaraan,” katanya.

Prabowo menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan Indonesia tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keseimbangan dalam sistem hukum. “Jika hukum tidak mampu melindungi rakyat, maka kepercayaan terhadap institusi pemerintah akan berkurang,” ujarnya.

Perspektif Masyarakat dalam Penegakan Hukum

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya perspektif masyarakat dalam menilai keadilan hukum. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus merasa bahwa hukum bisa menjadi pelindung mereka, bukan alat untuk menghukum secara sewenang-wenang. “Jika hukum hanya berlaku untuk kelompok tertentu, maka kita tidak akan mampu menciptakan masyarakat yang adil,” imbuhnya.

Pidato Prabowo pada perayaan HUT Bhayangkara ke-80 ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali tentang prinsip dasar negara hukum yang telah dicanangkan sejak awal kemerdekaan. Ia menekankan bahwa polisi dan lembaga hukum lainnya harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik, agar rakyat merasa aman dan dihargai.

Prabowo juga menyoroti bahwa keadilan dalam hukum akan menciptakan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial. “Kita harus mewujudkan sistem hukum yang mampu memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang paling rentan,” tuturnya.

Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keadilan dan kepercayaan terhadap hukum. “Kita harus bekerja keras agar hukum bisa menjadi pelindung, bukan ancaman, bagi setiap warga negara,” pungkasnya.

Leave a Comment