Isu Penting: Wanita alami peningkatan lemak hati lebih cepat setelah 45 tahun

Peningkatan Lemak Hati pada Wanita Lebih Cepat Setelah Usia 45 Tahun

Konsultan spesialis bidang obstetri dan ginekologi di MGM Malar, Chennai, India, Dr. Kanaga Lakshmi K mengungkapkan bahwa perempuan cenderung mengalami peningkatan lemak hati lebih cepat setelah mencapai usia 45 tahun. Hal ini terjadi karena peralihan ke fase perimenopause atau menopause, di mana kadar estrogen dalam tubuh mengalami penurunan signifikan.

Peran Estrogen dalam Pengaturan Lemak

Dalam wawancara dengan Hindustan Times, Senin (6/4), Dr. Kanaga menjelaskan bahwa estrogen memiliki fungsi pelindung terhadap distribusi dan metabolisme lemak. Setelah usia 45 tahun, perubahan hormonal ini memengaruhi lebih dari sistem reproduksi, serta mengatur cara lemak diorganisasi di tubuh.

“Setelah usia 45 tahun, banyak wanita memasuki perimenopause atau menopause, di mana kadar estrogen menurun secara signifikan. Jadi, estrogen memainkan peran pelindung yang sangat penting dalam bagaimana lemak didistribusikan dan dimetabolisme,”

Pergeseran Lemak dan Dampak pada Metabolisme

Ketika estrogen berkurang, lemak mulai berpindah dari daerah perifer seperti pinggul dan paha ke area visceral di sekitar perut serta organ dalam. Pergeseran ini memicu reaksi berantai yang mengganggu pengendalian gula darah dan proses metabolisme secara keseluruhan.

“Resistensi insulin meningkat, dan ini pada gilirannya mendorong pengendapan lemak di hati. Inilah sebabnya mengapa risiko perlemakan hati meningkat tajam pada wanita selama perimenopause dan setelah menopause,”

Gejala yang Tidak Terlihat dan Risiko Tinggi

Dr. Kanaga menyoroti bahwa perlemakan hati sebagian besar tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Perubahan lemak seringkali tidak terdeteksi secara visual, bahkan wanita bisa tidak mengalami kenaikan berat badan signifikan. Akibatnya, perhatian cenderung tertuju pada lemak yang terlihat, sementara lemak internal di hati diabaikan, sehingga menunda diagnosis dan berpotensi menyebabkan komplikasi.

Kondisi yang Meningkatkan Kerentanan

“Sebelum menopause, wanita relatif terlindungi dibandingkan pria karena estrogen,” kata Dr. Kanaga. Setelah menopause, efek perlindungan ini hilang, membuat perempuan lebih rentan terhadap akumulasi lemak di hati dan area visceral lainnya. Ia menambahkan bahwa risiko masalah metabolisme setelah menopause bisa menyamai atau bahkan melebihi laki-laki.

“Setelah menopause, risikonya tidak hanya menyamai tetapi bahkan dapat melampaui pria, meningkatkan kerentanan terhadap komplikasi metabolisme dan penyakit kardiovaskular,”

Tanda Awal dan Langkah Pencegahan

Beberapa indikator yang bisa membantu mendeteksi perlemakan hati sejak awal meliputi peningkatan lingkar perut meskipun berat badan tetap stabil, kelelahan yang berkelanjutan, peningkatan ringan enzim hati, serta kondisi seperti PCOS, diabetes, atau kolesterol tinggi. Perlemakan hati bukan hanya masalah organ hati, tetapi juga tanda bahaya metabolisme besar.

Dokter tersebut merekomendasikan fokus pada pola makan seimbang yang kaya protein, latihan kekuatan secara rutin, serta aktivitas aerobik yang lebih intens dari sekadar berjalan kaki. Mengatur berat badan, tidur cukup, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan berkala saat faktor risiko muncul, menjadi langkah penting untuk mencegah atau membalikkan kondisi ini.