Indonesia

Facing Challenges: IFW 2026 Kini Punya Aroma Khas yang akan Selalu Diingat Pengunjung

IFW 2026 Hadirkan Nuansa Aroma yang Membangun Kenangan Pengunjung Facing Challenges - MerahPutih.com - Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, yang diselenggarakan

Desk Indonesia
Published Juli 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

IFW 2026 Hadirkan Nuansa Aroma yang Membangun Kenangan Pengunjung

Facing Challenges – MerahPutih.com – Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, yang diselenggarakan oleh BTN, menghadirkan dimensi baru dalam pengalaman mengikuti acara mode ini melalui kolaborasi dengan merek teh tradisional Dahlia Teh Keraton. Dalam rangkaian acara, brand yang berada di bawah naungan PT Unitama Sari Mas menjadi penyedia aroma khas yang dinamakan The Signature Scent. Tujuan dari inisiatif ini adalah memperkaya persepsi audiens terhadap dunia fashion dengan menyelipkan indra penciuman sebagai bagian dari pengalaman menyeluruh.

Kolaborasi ini secara resmi diluncurkan dalam acara Campaign Launch yang berlangsung di Atrium Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, para pengunjung tidak hanya dibawa menyaksikan karya desainer melalui tampilan visual yang menarik, tetapi juga terpapar aroma unik yang menghiasi berbagai sudut lokasi acara. Ini menciptakan kesan yang lebih menyeluruh dan memperkuat daya ingat terhadap momen-momen tertentu selama mengikuti IFW 2026.

Signature Scent: Menyatukan Budaya dan Industri

Presiden Direktur PT Unitama Sari Mas, Anne Wonsono, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkaya pengalaman pengunjung melalui penggunaan aroma yang sesuai dengan konsep acara. “Kami ingin menawarkan Indonesia Fashion Week yang lebih berkesan tahun ini. Selama ini, mode hanya menginspirasi melalui visual dan koleksi yang ditampilkan di runway. Dengan aroma khas dari Dahlia Teh Keraton, kami menambahkan dimensi baru yang lebih personal,” tutur Anne Wonsono.

“Kehadiran aroma ini tidak hanya memperkaya indra penciuman, tetapi juga mampu menciptakan kesan yang tak terlupakan. Aroma akan menghiasi berbagai area acara, membantu pengunjung merasakan koneksi lebih dalam dengan dunia fashion,” ungkap Anne.

Dahlia Teh Keraton, sebagai salah satu merek teh Indonesia yang memiliki akar sejarah panjang, dipilih karena kesesuaian karakter aromanya dengan identitas budaya dan kreativitas yang ingin diwujudkan oleh IFW. Anne menekankan bahwa aroma ini menjadi bagian dari pengalaman multidimensi, yang mendorong audiens untuk memperhatikan detail kecil yang sering kali terlewat dalam acara mode tradisional.

Kolaborasi Lintas Industri: Memperkuat Ekosistem Kreatif

Ketua Umum APPMI dan Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, menyambut positif inisiatif kolaborasi antara IFW 2026 dan Dahlia Teh Keraton. Menurutnya, perpaduan elemen visual, aroma, dan budaya dalam satu kesatuan memperkaya kesan pengunjung secara signifikan. “Ini adalah salah satu inovasi yang menunjukkan bagaimana industri fashion dapat berkembang melalui sinergi dengan sektor lain. Aroma khas Dahlia tidak hanya menambah kesan estetika, tetapi juga membangun hubungan emosional yang lebih kuat antara brand dan audiens,” kata Poppy Dharsono.

Poppy menambahkan bahwa kolaborasi lintas industri ini menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat bergerak dalam berbagai bidang. Dengan memadukan karakteristik teh yang menggambarkan kearifan lokal, acara mode diharapkan bisa menyampaikan pesan yang lebih luas tentang identitas Indonesia. “Fragrance hadir sebagai bagian dari pengalaman fashion, bukan hanya sebagai penunjang, tetapi sebagai komponen inti yang membuat acara ini lebih unik,” jelasnya.

Menyentuh Persepsi: Aroma sebagai Alat Koneksi Emosional

Penyelenggaraan IFW 2026 kali ini dirancang agar pengunjung merasakan hubungan yang lebih dalam dengan dunia fashion. Anne Wonsono mengungkapkan bahwa aroma khas dari Dahlia Teh Keraton akan hadir di berbagai zona acara, membantu pengunjung mengingat momen tertentu dengan lebih jelas. “Aroma adalah alat untuk menghubungkan pengalaman dengan emosi, menciptakan kenangan yang permanen,” ujar Anne.

Menurut Anne, penggunaan aroma juga memberikan makna baru bagi industri mode. Dengan menambahkan dimensi penciuman, IFW 2026 tidak hanya menjadi tempat menikmati koleksi terbaru, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong pengunjung untuk merasakan estetika secara lebih menyeluruh. “Ini adalah langkah awal untuk memperkenalkan konsep fashion yang lebih inklusif, yang tidak hanya mengandalkan pandangan visual, tetapi juga memanjakan indra lain,” tambahnya.

Perjalanan Kolaborasi: Dari Konsep ke Implementasi

Kolaborasi antara BTN Indonesia Fashion Week dan Dahlia Teh Keraton tidak terjadi secara spontan. Prosesnya melibatkan diskusi intensif antara kedua pihak untuk memastikan aroma yang dipilih mampu mencerminkan esensi acara. Anne Wonsono mengatakan bahwa aroma ini dihasilkan melalui rangkaian eksperimen yang mengeksplorasi bahan alami dan kualitas unggul dari teh yang digunakan.

Poppy Dharsono juga menyoroti bagaimana aroma menjadi alat untuk memperkuat narasi budaya dalam industri fashion. “Kami percaya bahwa aroma dapat menggambarkan keunikan produk dan sekaligus menjadi jembatan antara produk dan audiens. Ini adalah bentuk perayaan kreativitas Indonesia yang tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga pada pengalaman holistik,” katanya.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Dahlia Teh Keraton juga melibatkan desainer dan tim penyelenggara acara untuk menyelaraskan konsep aroma dengan tema mode yang ditampilkan. Hasilnya, aroma ini diharapkan bisa memberikan kesan mendalam sekaligus memperkuat citra IFW 2026 sebagai acara yang berkomitmen pada inovasi dan kesan luar biasa.

Komitmen untuk Masa Depan Industri

Keberhasilan kolaborasi antara BTN Indonesia Fashion Week dan Dahlia Teh Keraton menunjukkan komitmen untuk terus memperkaya ekosistem kreatif Indonesia. Poppy Dharsono menjelaskan bahwa acara ini bertujuan menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan, dengan memperkenalkan inovasi seperti aroma sebagai bagian dari desain acara.

Kolaborasi ini juga menjadi contoh bagaimana industri fashion bisa bergerak bersama dengan sektor lain untuk menciptakan keunikan yang bisa dinikmati oleh banyak pihak. Anne Wonsono menegaskan bahwa penggunaan aroma khas ini bukan hanya untuk membuat acara lebih menarik, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan perkembangan dunia fashion modern.

Menurut Anne, pengalaman multisensori seperti ini akan semakin menjadi tren di masa depan. “Dengan menambahkan aroma sebagai bagian dari pengalaman, kami berharap IFW 2026 bisa menjadi referensi bagi acara fashion lainnya. Ini adalah langkah awal menuju penyelenggaraan yang lebih holistik,” tutup Anne.

Leave a Comment