Strategi Penting: Wamendagri optimistis penyaluran dana otsus Papua rampung pekan ini

Wamendagri Yakin Dana Otsus Papua Tuntas Akhir Pekan Ini

Jakarta – Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri, menyatakan yakin penyaluran dana otonomi khusus (otsus) tahap pertama di Papua akan selesai dalam waktu dekat. Menurutnya, setelah evaluasi terhadap enam provinsi, sebagian besar daerah telah menerima dana tersebut. “Dari 46 kabupaten/kota di Papua, 95 persen telah terealisasi, dengan dana sudah masuk ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah),” kata Ribka dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Lima Wilayah Masih Butuh Waktu

Meski sebagian besar telah selesai, lima wilayah masih mengalami keterlambatan. Mereka adalah Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Manokwari, serta Kabupaten Teluk Bintuni. Ribka menjelaskan, hambatan yang muncul bersifat administratif dan teknis, tetapi tidak menghalangi proses penyaluran secara signifikan.

Dalam minggu ini, saya yakin proses penyaluran untuk lima daerah tersebut akan selesai,” ujarnya.

Ribka menambahkan, pemerintah pusat bersama tim percepatan yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Kemendagri, dan Bappenas telah menemukan kendala di setiap daerah. Dia yakin seluruh masalah bisa segera diatasi. “Estimasi dalam minggu ini, saya yakin proses penyaluran untuk lima daerah tersebut akan selesai,” ujarnya.

Perbaikan Pengelolaan Dana Otsus

Ribka menekankan bahwa peningkatan tata kelola dana otsus terus berlanjut dengan kemajuan positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu ditingkatkan agar penyaluran tahap pertama 30 persen berjalan tepat waktu.

Dalam masa depan, Ribka mengingatkan fokus pada peningkatan kualitas laporan dan kepastian keberhasilan penyaluran. “Saya berharap, dalam masa depan, kita fokus pada peningkatan kualitas laporan dan kepastian keberhasilan penyaluran,” tuturnya.

Penggunaan Dana Harus Terukur dan Tepat Sasaran

Ribka menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana otsus. Pemerintah daerah diminta menyampaikan informasi penggunaan dana secara terbuka kepada publik. “Kemudian, ya pemanfaatannya minimal harus ter-publish ke publik supaya masyarakat tahu dana otsus itu ke mana? Ini wajib, transparansi informasi publik sangat penting untuk memastikan akuntabilitas,” katanya.

Dana otsus memiliki peran penting dalam mendorong sektor-sektor kunci, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, dan infrastruktur. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP).