Pembahasan Penting: Makna di balik warna baju tahanan dalam film “Ghost in the Cell”
Makna di balik warna baju tahanan dalam film “Ghost in the Cell”
Dari Jakarta, sutradara Joko Anwar menjelaskan simbolisme warna pakaian tahanan dalam film “Ghost in the Cell”, yang rencananya akan tayang di bioskop pada 16 April 2026. Menurutnya, pilihan warna ini sengaja dibuat untuk mencerminkan makna tertentu dalam narasi film.
Proses Pemilihan Warna Baju Tahanan
Tim produksi sempat mempertimbangkan penggunaan warna biru atau hijau untuk seragam tahanan. Namun, Joko Anwar menjelaskan bahwa biru dikenal sebagai warna yang memberikan rasa aman, sehingga tidak dipilih. Sementara itu, hijau pun dianggap menenangkan, meski ada asosiasi dengan korupsi dalam konteks film.
“Sebenarnya ini lebih ke moster. Lebih ke moster, ya kuning lah. Warna ini memberikan semacam harapan bagi dunia yang begitu kelam (dalam film),” katanya dalam sesi wawancara cegat seusai pemutaran film di Jakarta, Kamis.
“Biru warna yang sangat menenangkan, kami enggak jadi pilih. Terus kami juga ada (pilihan warna) hijau. Hijau juga sangat menenangkan, walaupun banyak orang bilang bahwa hijau adalah warna korupsi, kalau dalam bahasa film,” ia menjelaskan.
Pesan Harapan dalam Narasi Film
Joko Anwar menyisipkan pesan penting untuk menjaga semangat optimis dalam film barunya. Ia menegaskan bahwa keputusasaan bisa terjadi, tapi tidak boleh total.
“Kita mungkin bisa putus asa, tapi enggak boleh putus asa 100 persen. Karena apa? Pasti ada 10 persen yang masih punya harapan dan memberikan kontribusi positif bagi masa depan,” katanya.
Film “Ghost in the Cell” dikembangkan Joko Anwar sejak 2018 hingga 2025, berdasarkan pengamatan terhadap fenomena sosial yang berkembang. Ia menggunakan penjara sebagai metafora untuk menggambarkan bagaimana sistem membatasi ruang gerak warga, sehingga mereka terkurung dalam dunia yang tidak sepenuhnya mereka ketahui.
