Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel

Kontak diplomatik antara dua pemimpin negara terjadi setelah serangan Israel terhadap wilayah Lebanon Selatan

Di Moskow, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengajukan permintaan kepada Pakistan untuk membantu menghentikan serangan Israel terhadap Beirut serta warga sipilnya. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri Lebanon, Kamis, setelah Salam berbicara langsung dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

“Dengan mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya mediasinya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk segera mengakhiri serangan yang menargetkan Lebanon dan penduduknya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sebagai pihak utama yang memfasilitasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Pakistan memiliki peran penting dalam proses perundingan tersebut. Dengan bantuan Pakistan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz—yang menjadi jalur utama 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global—akan kembali dibuka sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, pada hari yang sama, jet tempur dan artileri Israel melancarkan serangan ke puluhan permukiman di Lebanon Selatan, termasuk kota Tyre. Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena keterlibatan gerakan Hizbullah. Iran, di sisi lain, menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berhasil dicapai dengan Washington.