Laga

Facing Challenges: Aktivitas para Pemain Prancis dan Irak saat Laga Tertunda

ak saat Laga Tertunda Facing Challenges - Badai menerjang Stadion Philadelphia pada hari Rabu (23/6), mengakibatkan pertandingan antara Tim Nasional Prancis

Desk Laga
Published Juni 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Aktivitas para Pemain Prancis dan Irak saat Laga Tertunda

Facing Challenges – Badai menerjang Stadion Philadelphia pada hari Rabu (23/6), mengakibatkan pertandingan antara Tim Nasional Prancis dan Irak tertunda selama lebih dari dua jam. Situasi ini menjadi ujian bagi para pemain, pelatih, dan ribuan penonton yang memadati lokasi pertandingan. Sementara penonton harus menunggu, tim-tim terus berusaha mempertahankan fokus dan energi.

Kegiatan Pemain Prancis Selama Jeda

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan suasana ruang ganti selama penundaan. Ia menyampaikan canda ringan tentang apa yang dilakukan para pemain, sekaligus menekankan pentingnya keselamatan dalam pertandingan. “Kami melakukan permainan kartu,” kata Deschamps, dikutip dari BBC Sport. Ia menjelaskan bahwa keadaan cuaca memang sulit dikendalikan, tetapi mental pemain harus tetap dijaga.

“Anda tak bisa melawan hujan dan petir,” ujarnya. Meski begitu, Deschamps menyampaikan bahwa ia menikmati momen istirahat tersebut. “Ini kesempatan untuk berinteraksi dan memperkuat hubungan dengan para pemain,” tambahnya.

Sementara itu, bek Prancis Jules Kounde mengatakan timnya berusaha tetap produktif meski harus berada di luar lapangan. “Kami bersepeda sebentar untuk menjaga kondisi fisik. Setelah itu, kami berdiskusi sambil menunggu kembali ke lapangan,” jelasnya. Kounde juga menyampaikan harapan bahwa pertandingan bisa dilanjutkan, karena beberapa area di lapangan masih tergenang air.

Pengaruh Penundaan pada Tim Irak

Penundaan lama berdampak signifikan pada mental tim Irak. Pelatih asal Australia, Graham Arnold, mengakui bahwa situasi ini memicu kesalahan fatal yang berujung pada gol Mbappe. “Saya beri pesan kepada para pemain sebelum kembali ke lapangan: siapa yang lebih siap secara mental akan memenangkan pertandingan ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa kesalahan tersebut sangat berpengaruh karena membuat timnya kehilangan momentum.

“Ini pertama kalinya saya mengalami kondisi seperti ini, baik sebagai pelatih maupun pemain,” ungkap Arnold. Tim Irak memanfaatkan waktu jeda untuk meninjau ulang rekaman pertandingan babak pertama, sekaligus mencoba menenangkan suasana.

Durasi penundaan yang mencapai dua jam menurut Arnold memberi tekanan tambahan. “Banyak hal yang menjadi lebih rumit karena waktu yang begitu lama. Para pemain harus tetap fokus, tapi kondisi cuaca membuat mereka kewalahan,” imbuhnya. Meski demikian, ia berharap pengalaman ini bisa menjadi pembelajaran untuk masa depan.

Strategi Pemulihan Selama Jeda

Mantan asisten pelatih West Ham United, Edu Rubio, memberikan wawasan tentang cara mengatasi penundaan. “Saya pernah mengalami hal serupa saat West Ham berada di Florida dua tahun lalu. Dua dari empat pertandingan persahabatan harus ditunda karena badai,” ceritanya. Menurut Rubio, tim biasanya melakukan sesi pembaruan situasi setiap 20 menit, dengan aktivitas yang berbeda untuk setiap interval.

“Pada 20 menit pertama, pemain dibiarkan rileks dan mengganti pakaian. Beberapa ingin berlatih sepeda statis, ada yang melakukan peregangan, bahkan beberapa mencoba yoga,” ujarnya. Sementara itu, untuk menunggu 20 menit berikutnya, tim memainkan permainan football-tennis untuk tetap terhibur.

Rubio menekankan bahwa kegiatan sederhana seperti yoga dan mendengarkan musik menjadi cara efektif untuk mengurangi kecemasan. “Semua diatur agar pemain tetap rileks tapi tidak kehilangan motivasi,” katanya. Namun, ia menyampaikan batasan: jika penundaan melebihi 45 menit, permainan bisa menjadi tidak menarik lagi.

Moment Unik dalam Sejarah Pertandingan

Durasi penundaan dua jam menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para pemain. Meski cuaca buruk mengganggu alur pertandingan, hal ini justru memberi ruang untuk inovasi. “Para pemain menggunakan waktu ini untuk merancang strategi dan berlatih teknik individual,” tulis media setempat. Di sisi lain, para penonton yang menunggu di stadion juga terlihat antusias, memperhatikan aktivitas tim di luar lapangan.

Kondisi lapangan yang basah membutuhkan perbaikan sebelum pertandingan berlanjut. “Tim kami bersyukur karena lapangan masih layak digunakan. Jika terlalu basah, pertandingan mungkin harus ditunda lebih lama lagi,” kata Kounde. Ia menambahkan bahwa para pemain tetap optimis meski harus menunggu hujan reda.

Pelatih Prancis mengakui bahwa penundaan bisa memengaruhi dinamika tim. “Waktu jeda panjang membuat pemain lebih santai, tapi itu justru membantu mereka kembali fokus,” jelas Deschamps. Sementara itu, untuk tim Irak, Arnold menyebut bahwa penundaan menjadi momen kritis. “Ini mengajarkan kami betapa pentingnya mental dalam situasi tidak terduga,” katanya.

Di sisi lain, Edu Rubio mengingatkan bahwa durasi penundaan dua jam bisa merusak semangat tim. “Bila lebih dari 45 menit, pemain mulai kehilangan energi. Mereka ingin bermain, tapi kelelahan dan kebingungan akibat cuaca menjadi kendala,” tutupnya. Meski demikian, ia percaya strategi yang digunakan selama jeda berhasil meminimalkan dampak negatif.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana para pemain dan pelatih mencari solusi di tengah tantangan cuaca. Dari lelucon hingga latihan kreatif, upaya untuk menjaga konsistensi dan motivasi terus berlangsung. Pertandingan yang akhirnya berakhir pada pukul 20.47 setelah dimulai pada 17.00 waktu setempat menjadi bukti ketangguhan kedua tim. Selama dua jam penundaan, kegiatan di stadion tak hanya melibatkan para pemain, tapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi pelatih dan suporter.

Leave a Comment