Bantuan Subsidi Upah Tahap 1 ke 2,45 Juta Pekerja Sudah Cair! Segera Cek Rekening

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa distribusi Bantuan Subsidi Upah (BSU) fase pertama telah mencapai 2,45 juta peserta kerja. Menurut data yang telah diverifikasi, total penerima BSU tahap satu mencapai 3,69 juta orang, dengan sebagian besar pembayaran telah terproses.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (24/6/2025), Yassierli menyampaikan bahwa 1,24 juta peserta lainnya masih dalam proses penyaluran. Pemberian subsidi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan beli masyarakat, khususnya para pekerja dengan penghasilan maksimal Rp3,5 juta atau tidak melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP).

“BSU disalurkan melalui Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, dan Bank BSI khusus untuk penerima yang berdomisili di Aceh,” jelas Yassierli. “Kami juga menyiapkan alternatif penyaluran melalui PT Pos Indonesia bagi peserta yang belum memiliki rekening bank Himbara.”

Menurut Menaker, selain pencairan di bulan Juni-Juli, proses validasi untuk BSU tahap berikutnya juga sedang berlangsung. Terdapat sekitar 4,5 juta pekerja yang masuk dalam daftar calon penerima. “BPJS Ketenagakerjaan telah mengirimkan data 4,5 juta peserta potensial, dan saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Bantuan Subsidi Upah diberikan sekaligus dalam jumlah Rp600 ribu untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli. Syarat utama adalah peserta yang memiliki penghasilan maksimal Rp3,5 juta atau tidak melebihi UMP, serta bukan anggota Kepolisian, TNI, atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, peserta harus aktif dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan hingga periode April 2025.

Prioritas penyaluran BSU diberikan kepada pekerja yang belum menerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun anggaran sebelumnya. Menaker menekankan bahwa pencairan BSU akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada kelompok yang membutuhkan bantuan ekonomi lebih besar.